Sofiana Rela Jadi Mediator

222
Sofiana Widi Astuti. (Dokumen Pribadi)
Sofiana Widi Astuti. (Dokumen Pribadi)

RADARSEMARANG.ID, Semua orang mungkin pernah mendengar apa itu senioritas. Terkadang fenomena tersebut seperti lingkaran setan yang tidak ada habisnya. Seringkali hal tersebut memicu persaingan tidak sehat antarsesama. Hal inilah yang ingin ditepis oleh Sofiana Widi Astuti. Atlet tim basket PON Jateng ini rela menjadi mediator untuk dapat menjalin keharmonisan dalam tim.

Sofi –sapaan akrabnya– mengaku telah terbiasa dengan peran tersebut. Pemain yang berposisi forward tersebut memang berkepribadian riang dan terbuka. Sehingga memudahkannya untuk dapat bersosialisasi dengan siapa saja. Baik punggawa senior maupun junior dalam tim. Tak heran, ia sering ditunjuk untuk menengahi jika terjadi gesekan antardua generasi tersebut.

“Ya kebetulan saya juga atlet senior, jadi ya dekat dengan yang seangkatan. Tapi, banyak juga atlet junior yang merasa nyaman dengan saya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tidak hanya antarangkatan saja, mahasiswi Ilmu Komunikasi ini juga sering terpilih mewakili para pemain untuk berkoordinasi dengan pelatih. Karena seringkali para pemain, khususnya junior kurang dapat berkomunikasi dengan pelatih. Begitupun sebaliknya. Dan dari sinilah ia memegang peran sebagai penyambung lidah. Agar kedua belah pihak saling mengerti. Dan bersama-sama menjaga ritme tim tetap harmonis dan dalam koridor juara.

“Ya karena saya dan dua teman lainnya sudah lama di tim, jadi pelatih kadang mempercayakan kita memberikan pengertian kepada pemain agar tetap solid,” lanjut gadis asli Kabupaten Semarang ini.

Meskipun memiliki beban sebagai mediator, ia mengaku tidak keberatan. Baginya selama hal tersebut mampu menjaga kekompakan dan keharmonisan tim, ia bersedia melakukan peran tersebut. Karena bagaimanapun, tim yang solid akan melahirkan prestasi yang cemerlang. Dan ia ingin mengambil peran untuk mewujudkan hal tersebut. Termasuk juga memberikan motivasi agar pemain dapat berlatih keras, optimistis, menikmati permainan dan tak lupa berserah diri ke Tuhan.

“Ya, semoga kontribusi saya bisa mengantarkan tim ini meraih target nanti. Yakni meraih emas pada PON Papua mendaang,” harap gadis berhijab ini. (akm/aro)





Tinggalkan Balasan