Bangga Menjadi MC

582
Adheniar Juliane Maeda.(DOKUMEN PRIBADI)
Adheniar Juliane Maeda.(DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.ID,- Nama Adheniar Juliane Maeda mungkin sudah dikenal di Jateng, khususnya di Kota Semarang. Profesinya menjadi MC merupakan hobi sekaligus jalan hidup yang dipilihnya saat ini. Dara kelahiran Semarang, 23 Juli 1998 tersebut sudah tiga tahun terakhir menyukai dunia MC.

“Mulai suka tuh di 2017 karena sering ada event sekolah. Nyoba-nyoba dan aku merasa nyaman. Dulu sebelum jadi MC, lebih dulu menjadi bintang iklan dan film,”katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (26/2).

Hingga memasuki 2018, ia memutuskan untuk fokus menekuni profesi tersebut. “Karena di 2018 mulai diapresiasi kebiasaanku dengan bayaran yang lumayan. Apalagi sifat aku yang senang ngomong dan suka hal-hal baru, lebih tepatnya cerewet dan tidak bisa diam hehehe,”ujar gadis bertinggi badan 163 sentimeter tersebut.

Niar –sapaan akrabnya– mungkin masih terbilang muda untuk menjadi MC. Namun ia tetap percaya diri dan selalu bersemangat. “Yang terpenting menekuni hal yang aku suka. Jadi, ketika bekerja, kita totalitas. Menjadi MC itu nggak gampang, kudu mikir cepat dan menguasai panggung,”imbuhnya.

Baginya, penampilan yang totalitas turut menunjang kemampuannya berbicara di depan banyak orang. “Penampilan penting banget. Karena kita jadi pusat perhatian. Terlebih lagi jika jadi MC acara penting yang hubungannya dengan pejabat,”tuturnya.

Selama kurun waktu tiga tahun, banyak pengalaman menjadi MC yang mengesankan. Ia hanya mengingat beberapa yang masih terlintas di benaknya. “Desember 2018 pernah menjadi moderatornya Sudjiwo Tedjo dan ngobrol dengan Gubernur Ganjar Pranowo. Sering bertemu beliau di acara pemprov. Terakhir di acara Hari Antikorupsi,”ucap gadis berhidung mancung tersebut.

Berkat pekerjaannya, ia bisa bertemu dengan banyak tokoh penting hingga artis. Tak perlu berdesak-desakan layaknya orang lain. “Masih ingat banget sewaktu sharing dengan Pak Ganjar Pranowo. Beliau sangat friendly, rendah hati dan itu cocok dengan karakterku. Makanya ketika ngobrol terasa tidak ada jarak satu sama lain,”jelasnya.

Meski sekarang sudah memiliki nama dan dikenal orang, Niar tidak lupa untuk selalu bersyukur. “Aku selalu suka berbagi. Berbagi pun nggak melulu soal uang, bisa makanan, baju-baju layak pakai, dan lain-lain. Karena berbagi tidak akan mengurangi rezeki, tapi justru bertambah berkali lipat,”ungkapnya.

Selain itu, nasihat orang tua juga menjadi bekal ketika ia bekerja. “Alhamdulillah keluarga selalu mendukung apapun keputusan aku. Mereka juga tidak lupa memberi nasihat seperti harus bisa menjaga diri, dan jangan membuat malu keluarga. Itu yang selalu aku pegang sampai saat ini,”katanya. (avi/aro)

Tinggalkan Balasan