Lulus Kuliah Berkat Jualan Pisang

164
Yashinta Dwi Saptarina.(IST)
Yashinta Dwi Saptarina.(IST)

RADARSEMRANG.ID, – MENJADI sarjana tak membuat Yashinta Dwi Saptarina malu untuk memulai berbisnis pisang. Wanita 23 tahun itu telah merintis usahanya sejak tahun 2018. Sambil kuliah ia sempatkan jualan pisang untuk menutup biaya menyusun skripsi. Saat ini omzetnya telah menyentuh angka Rp 13 juta per bulannya.

“Dulu sempat dibully gara-gara buka usaha ini. Orang-orang bilangnya, sarjana kok dodolan gedang, sayah-sayah kuliah dodole gorengan. Tapi itu jadi motivasi, biar bangkit dan membuktikan kalau dari gorengan ini bisa sukses dan buka lapangan kerja,” kata Yashinta, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Alumni Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang itu sempat menghentikan usahanya untuk bekerja di perusahaan. Tak sampai setahun, Yashinta memilih kembali ke usahanya semula. Ia membuka kedai kafe di Limpung, Batang, lokasinya cukup strategis. “Awalnya iseng ngisi waktu luang sama cari tambahan uang buat skrispian, buat print dan jilid skripsi, buat biaya wisuda juga,” ucapnya.

Yushinta memberi nama usahanya Queen’s Nana. “Awalnya jualan cuma pisang krispi, sekarang jadi bermacam-macam. Ada pisang krispi, pisang popis, juga olahan singkong goreng,” ujarnya.

Topping yang ditaburkan sangat melimpah. Yushinta tidak pelit menaburkan keju, meses, coklat, susu dan topping lainnya. Saat ini karyawannya berjumlah dua orang. Rencananya, Queen’s Nana bakal buka cabang di Subah, Batang Kota dan Weleri Kendal.

“Terinspirasi dari seseorang, yang punya banyak karyawan. Ingin rasanya membuka lapangan pekerjaan, agar orang orang disekitar, yang belum punya pekerjaan, bisa bekerja,” pungkasnya. (yan/bas)

Tinggalkan Balasan