Terpikat Bisnis Penerbangan

177
Marisya Dyah Anggraeni. (Dokumen Pribadi)
Marisya Dyah Anggraeni. (Dokumen Pribadi)

RADARSEMARANG.ID, Merantau membuatmu mandiri. Itulah yang dipahami betul oleh seorang Marisya Dyah Anggraeni. Dara asli Semarang ini rela jauh dari keluarga demi sekolah di jurusan impiannya.

Dyah -sapaan akrabnya- saat ini terdaftar sebagai mahasiswi jurusan Manajemen Transportasi Udara (MTU) Fakultas Manajemen dan Bisnis Institut Transportasi dan Logistik Trisakti. Cita-citanya untuk dapat mengelola manajemen penerbangan membuatnya merantau ke Jakarta dan jauh dari orang tua. Namun dari situlah justru ia bertambah kuat. Sebab, mau tidak mau suka tidak suka ia harus dapat mengatasi sendiri permasalahan yang ada di daerah rantau.

“Saya memang tertarik menjadi bagian dalam bisnis penerbangan sejak SMA. Bagi saya bekerja di bidang tersebut membuat kita terlihat cantik, bersih dan menawan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia mengaku banyak suka duka yang dialami selama merantau. Banyak masalah yang harus ia pikul sendiri mengingat orang tuanya jauh untuk diajak berdiskusi. Seringkali ia merasa tidak kuat. Apalagi dengan beban kuliah yang berat, tak jarang ia ingin berhenti kuliah. Namun semua itu lenyap seketika ketika orang tuanya memberikan dukungan agar sang putri dapat mengejar cita-citanya. Dan dari situ ia percaya bahwa jalan yang telah dipilihnya juga mendapat restu orang tuanya.

“Hidup di daerah rantau itu susah. Makan ya cari sendiri. Sakit ya diobati sendiri. Tapi untungnya kalau pas capek orang tua tahu dan selalu menelfon. Jadi keinginan untuk pulang bisa ditahan” lanjut gadis yang tinggal di Jalan Candi Mutiara Timur, Kalipancur, Semarang ini.

Guna membalas waktu yang hilang bersama keluraga selama merantau, ia bertekad untuk segera menyelesaikan kuliah dan kembali ke Semarang. Ia berharap kelak dapat menjadi manager di suatu perusahaan penerbangan untuk mengamalkan ilmunya. Selain itu juga membantu meningkatkan derajat keluarganya lebih baik dari sebelumnya. Meskipun begitu, dia tidak menyesal memutuskan untuk merantau. Sebab, dari sana ia menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

“Saya rasa pengalaman di daerah rantau membuat saya lebih mandiri dan tangguh. Sehingga bisa menjadi tumpuan bagi keluarga saya di masa depan,” katanya. (akm/aro)

Tinggalkan Balasan