alexametrics


Wujudkan Kelurahan Pancuranmas sebagai Sport Center

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Pancuranmas merupakan salah satu desa terujung di Kecamatam Secang, Kabupaten Magelang. Berbatasan langsung dengan Kota Magelang. Sehingga posisinya sangat strategis.

Kepala Desa (Kades) Pancuranmas, H. Yuni Puji Istiyono, berkeinginan menjadikan desanya sebagai Desa Sport Center. Ini tidak berlebihan, mengingat desa tersebut memiliki potensi olahraga yang luar biasa. Sebut saja, ada nama Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi dan Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikr alias Bagas-Bagus. Keduanya, pemain sepak bola nasional berbakat.

Kades Yuni merupakan ayah si kembar: Bagas-Bagus. Selain punya aset pemain sepakbola nasional, sejumlah sarana-prasarana olahraga juga dibangun. Sehingga diharapkan muncul bibit-bibit unggul di Pancuranmas. “Lokasi Pancuranmas ini sangat strategis dan potensinya banyak. Sumber daya manusia (SDM) di dalamnya juga di atas rata-rata. Maka, tidak berlebihan kami berharap muncul talenta-talenta baru di bidang olah raga yang dapat terus mengangkat nama daerah,” jelas Kades Yuni.

Desa Pancuranmas juga merealisasikan pembangunan pusat olahraga tingkat desa. Saat ini sudah terbangun lapangan futsal. Ukurannya, 25 × 16 m2, berdiri di atas tanah kas desa seluas 900 m2.

Selain lapangan futsal, juga terbangun sekolah sepakbola Bagas Bagus, senam, bulu tangkis, dan bela diri. “Kita ingin membuat pusat olahraga di desa. Lapangan serbaguna ini bisa untuk sepak bola dan olahraga lainnya. Sekarang kita punya lapangan badminton yang nanti akan terintegrasi dengan lapangan futsal. Bertahap, kita hadirkan lapangan sepak bola yang bagus,” jelasnya.

Menurut Kades Yuni, pemerintah desa dituntut selalu menggali potensi dan berinovasi. Meski berambisi menjadikan desanya sport center, toh pembangunan sarana-prasarana desa lainnya juga digiatkan. Seperti, perbaikan jalan desa dan pembangunan jembatan untuk memperlancar roda perekonomian warga.

Di bidang keagamaan, Desa Pancuranmas juga terus menambah pembangunan Taman Pendidikan Aquran (TPQ) di setiap dusun. Juga menggiatkan kegiatan yang bersifat keagamaan lainnya. Seperti pengajian ibu-ibu yang bekerja sama dengan Nahdliyin dan ulama setempat. Berusaha menjaga keharmonisan kehidupan beragama, sehingga masyarakat terayomi. “Kami juga memberi santunan pada janda, anak yatim maupun warga kurang mampu dalam bulan-bulan tertentu,” ucap Kades Yuni.

Di bidang kesenian, Desa Pancuranmas juga getol menggelar kegiatan kesenian tradisional untuk melestarikan budaya. Selama pandemi covid-19, desa membagikan bibit jahe untuk ditanam para kader Posyandu. Pihaknya juga getol membiasakan perilaku hidup sehat dan bersih. Tak lupa, doa bersama diadakan agar covid-19 segera berlalu. (ima/isk)

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya