alexametrics

Bentuk Relawan, Bantu Warga yang Isoman

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Inovasi penanganan penderita covid-19, intens dilakukan oleh Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, aib awah kendali Sang Lurah, Patrick Bagus Yudhistira.

Upaya penanganan penderita covid-19 lebih pada upaya membantu masyarakat yang tengah melakukan isolasi mandiri (isoman). Patrick—begitu Sang Lurah biasa disapa—bahkan telah membentuk Tim Relawan di tingkat RW. Kerja tim untuk untuk mempermudah pemantauan masyarakat isoman dari sisi kesehatan, suplai obat, sembako, dan lainnya.

Tugas Tim Relawan, salah satunya, memberikan tanda khusus di rumah warga yang tengah isoman. Jika masa isoman telah selesai, maka tanda tersebut akan dilepas. “Ada 14 RW di Kelurahan Purwoyoso. Per RW memiliki dua Tim Relawan. Sebelumnya, juga sudah kita bentuk tim atau relawan pemulasaran jenazah,” kata Patrick.

Latar belakang pembentukan Tim Relawan, lanjut Patrick, lantaran beberapa waktu lalu, angka covid-19 di Kota Semarang sempat tinggi. Khusus Purwoyoso, bahkan sempat menyentuh 150 kasus. Kemarin, kasus di kelurahan ini sudah melandai. Hanya hanya tinggal 30 kasus aktif saja. “Alhamdulillah, selama penerapan PPKM kasusnya terus melandai,” tutur Patrick.

Selain kasus aktif yang terdata, masih ada masyarakat yang melakukan isoman, tapi tidak mengaku atau melapor ke Puskesmas. Ada pula masyarakat yang tidak tercover, lantaran kerja Puskesmas cukup berat saat angka covid-19 mengalami lonjakan. Ini karena pihak Puskesmas tengah sibuk melakukan tracer, pengobatan, vaksinasi, dan lainnya. Bahkan, tak sedikit tenaga kesehatan yang tumbang karena terpapar covid-19.

“Dari situlah alasan Tim Relawan ini terbentuk. Kita beri tanda red cross atau rumah yang sedang isoman. Jadi pemantauannya mudah. Suplai obat, Sembako, dan lainnya. Intinya adalah memberikan perhatian kepada mereka yang sedang isoman,” tutur Patrick.

Tim ini, sambung Lurah Patrick, melakukan tracer di masing-masing wilayah. Juga melakukan treatment khusus kepada mereka yang isoman. Misalnya, apakah sudah melapor Puskesmas, sudahkah mendapatkan suplai obat, dan sebagainya. “Intinya, kita berikan perhatian khusus. Jadi, nggak perlu malu isoman, karena upaya ini bisa menekan angka penularan dan kematian.”

Bantuan sembako kepada masyarakat terdampak PPKM pun dilakukan oleh Kelurahan Purwoyoso. “Suplai sembako juga kita gelontor dari iuran, CSR, dan lainnya. Terpenting, jangan sampai kelaparan atau ada suara miring tidak mendapatkan bantuan ketika terdampak.” (den/isk)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya