alexametrics

Banyak Korban Kekerasan Seksual Takut, Baru Pelaporan sudah Dicabut

Kekerasan Seksual Meningkat

Baca Lainnya

Idealnya Kembalikan ke Fungsi Pasar Tradisional Saja

RADARASEMARANG.ID, Beberapa pasar tradisional di Kota Semarang kondisinya sepi. Bahkan ada pula yang berubah fungsi menjadi tempat tinggal. Komisi...

Terkendala Regulasi, Tak Bisa Serta Merta Jatuhkan Sanksi

RADARSEMARANG.ID, Penyebaran Covid-19 di Kota Magelang terus mengalami peningkatan. Berbagai langkah pencegahan dan tindakan sudah dipersiapkan untuk mencegah penyebaran...

Sasar Pengusaha, Luncurkan Tabungan Bisnis

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 membuat lembaga perbankan untuk terus berinovasi. Baik dari segi nasabah, kemudahan transaksi dan kerja sama strategis....

RADARSEMARANG.ID – Kasus kekerasan seksual semakin marak di negeri ini. Baru saja kasus kekerasan seksual yang dilakukan di wilayah Demak yang memakan banyak korban. Butuh keterlibatan banyak pihak untuk menekan kasus semacam ini. Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Riri Rahayuningsih dengan Direktur Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) Nur Laila Hafidhoh.

Kasus kekerasan seksual masih terus terjadi. Apakah ini bisa dibilang sebagai fenomena sepanjang masa?

Kalau dibilang fenomena sepanjang masa, itu seperti pasrah saja, tidak ada upaya apapun untuk menghapus atau melakukan perubahan. Itu seperti orang pesimistis. Justru saya optimistis, masih ada upaya untuk itu. Sekarang tinggal bagaimana komitmen negara dan banyak pihak untuk berjejaring dan menghapus kekerasan seksual. Selagi masih ada upaya untuk itu, saya kira ini bukan fenomena sepanjang masa.

Berapa kasus kekerasan seksual yang ditangani LRC KJHAM sepanjang 2020?

Dari Januari hingga Agustus, sudah ada lebih dari 60 kasus. Naik dari tahun 2019 lalu. Dulu, setahun ada 79 kasus. Tahun ini, baru sampai Agustus sudah lebih dari 60 kasus.
Kasus terbesarnya adalah kasus perbudakan seksual, pemerkosaan, kekerasan dalam pacaran. Termasuk kasus yang melibatakan media, seperti cybersex. Pelakunya kebanyakan orang yang punya relasi dekat dengan korban.

Bagaimana LRC KJHAM menyikapi tingginya kasus tersebut?

Kami memperkuat jejaring penanganan kasus. Selain dengan pemerintah, juga dengan NGO/LSM lain. Termasuk memperkuat layanan berbasis komunitas. Ada beberapa komunitas di Jateng yang didampingi LRC KJHAM. Kami ingin memperkuat komunitas dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Terkait pemulihan kondisi psikologis korban, apa peran LRC KJHAM dalam hal ini?

LRC KJHAM membantu healing. Selain memiliki konselor, LRC KJHAM juga memberikan rujukan ke layanan psikologis. Kami berjejaring dengan beberapa rumah sakit dan psikolog klinis. Kami bantu rujukan ketika ada korban yang membutuhkan layanan psikologis. Kami berjejaring dengan psikolog penanganan kasus kekerasan seksual. Selain itu, ada support group untuk mengadakan konseling kelompok. Selain mereka bisa saling bercerita, tentang kasus kekerasan yang mereka alami, ada juga terapi psikologis.

Bagaimana dengan penegakan hukum bagi pelaku kekerasan seksual yang didampingi LRC KJHAM?

Tidak banyak pelaku yang diproses hukum sampai mendapat hukuman setimpal dalam putusan pengadilan. Itu pun prosesnya sampai berdarah-darah. Ada yang berhenti sampai di proses pelaporan. Ada yang sudah lapor polisi, tapi dicabut. Ada yang hanya lapor ke instansi dan akhirnya tidak dilanjutkan ke polisi karena tidak ada aturan untuk menjerat pelaku. Misalnya, kasus kekerasan seksual di kampus. Tidak banyak yang diproses hukum. Ada yang belum apa-apa baru diproses konseling, sudah dicabut. Tantangan yang dihadapi korban dalam memperjuangkan keadilan memang luar biasa.

Banyak pihak takut membawa kasusnya ke meja hijau, bagaimana kasus kekerasan seksual ini bisa dihentikan?

Negara harus punya komitmen. Jadi, pertanyaannya, mau atau tidak untuk menghapuskan kekerasan seksual? Secara daya, kalau negara mampu, tapi tidak mau, ya percuma. Negara juga perlu memperkuat jaringan, seperti dengan NGO, perguruan tinggi, dan sebagainya. Semua harus bekerja sama. Tapi lembaga-lembaga atau kelompok masyarakat itu menjadi tanggung jawab negara dalam penguatannya untuk menghapuskan kekerasan seksual. (*/ida)

Lainnya

Idealnya Kembalikan ke Fungsi Pasar Tradisional Saja

RADARASEMARANG.ID, Beberapa pasar tradisional di Kota Semarang kondisinya sepi. Bahkan ada pula yang berubah fungsi menjadi tempat tinggal. Komisi...

Terkendala Regulasi, Tak Bisa Serta Merta Jatuhkan Sanksi

RADARSEMARANG.ID, Penyebaran Covid-19 di Kota Magelang terus mengalami peningkatan. Berbagai langkah pencegahan dan tindakan sudah dipersiapkan untuk mencegah penyebaran...

Sasar Pengusaha, Luncurkan Tabungan Bisnis

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 membuat lembaga perbankan untuk terus berinovasi. Baik dari segi nasabah, kemudahan transaksi dan kerja sama strategis....

Skill Saja Tidak Cukup untuk Bisa Meningkatkan Prestasi Sepakbola

RADARSEMARANG.ID - Perkembangan dunia sepak bola di Kota Semarang masih belum menunjukkan prestasi yang memuaskan. Untuk itu, butuh bibit...

Permudah Sinkronisasi Data Penduduk di Desa Terdampak

RADARSEMARANG.ID - Belajar dari pengalaman erupsi 2010, konsep sister village atau desa bersaudara diterapkan sebagai langkah mitigasi bencana Gunung Merapi....

Pengamanan Pilkada Lebih Ekstra pada Penerapan Prokes

RADARSEMARANG.ID - Polres Magelang mulai melakukan operasi untuk mengantisipasi kejahatan yang dapat mengganggu keamanan Pilkada Kota Magelang. Berikut bincang-bincang...

Terbaru

Pilkada Demak, Jalin Silaturahmi, Hindarkan Permusuhan

RADARSEMARANG.ID, Demak - Pemilihan kepala daerah (pilkada) merupakan proses demokrasi biasa yang harus dilalui bersama. Karena itu, dalam konteks...

Integrasi Digitalisasi Informasi Satu Data Vaksin COVID-19, Dua BUMN Digandeng

RADARSEMARANG,ID, JAKARTA - Kementerian Kesehatan menargetkan usia 18-59 tahun untuk program vaksinasi COVID-19 tahap pertama. Untuk mengintegrasikan sistem informasi satu data vaksinasi COVID-19, Pemerintah...

Idealnya Kembalikan ke Fungsi Pasar Tradisional Saja

RADARASEMARANG.ID, Beberapa pasar tradisional di Kota Semarang kondisinya sepi. Bahkan ada pula yang berubah fungsi menjadi tempat tinggal. Komisi B DPRD Kota Semarang meminta...

Rotary Sumbang 100 Gawai Untuk Siswa

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Organisasi kemanusiaan Rotary Club Semarang sumbang 100 gawai untuk siswa terdampak pandemi Covid-19. Ini karena masih banyak siswa yang belum bisa...

Tambah Layanan, Kurangi Kerumunan

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pengadilan Negeri (PN) Semarang menambah pelayanan sistem informasi berbasis digital yakni PN Semarang mobile. Selain mempermudah pelayanan kepada masyarakat, hal tersebut...

Populer

Pemerintah Buka Lowongan Sejuta Guru PPPK, Gaji Rp 4,06 Juta

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA  – Pemerintah akan menambah jumlah guru di sekolah-sekolah negeri. Caranya, membuka rekrutmen guru kontrak berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Kuota...

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Jelajahi Kotamu dan Abadikan Momen Akhir Tahun 2020

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Liburan dalam kota menjadi salah satu aktivitas yang popularitasnya sedang naik daun saat ini. Dengan keterbatasan traveling ke luar negeri, banyak masyarakat...

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...

Random

Utamakan Mading Tiap Kelas

RADARSEMARANG.ID DUA tahun terakhir, mading SMPN 41 Semarang konsisten memproduksi berbagai macam karya sastra. Sebut saja karya sastra seperti puisi, artikel, cerpen, pantun dan...

Siap Jadi Genter dan Kongkonan Rakyat

RADARSEMARANG.ID, Sosoknya sangat familiar. Kiprahnya sebagai wakil rakyat yang memperjuangkan hak-hak rakyat sudah tidak diragukan. Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng ini tidak pernah berhenti...

Penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Tingkatkan Kompetensi Guru

RADARSEMARANG.ID, Saat ini profesi guru merupakan salah satu profesi yang banyak diminati oleh generasi muda. Hal ini salah satunya adalah karena pemerintah memberikan perhatian...

Rob Tinggi, 2.400 Rumah Terendam

RADARSEMARANG.ID, Demak - Bencana rob kembali melanda permukiman warga Desa Bedono, Kecamatan Sayung. Ketinggian rob mencapai 1,2 sentimeter. Selain menenggelamkan jalan desa juga merendam...

Kelola Sampah Jadi Pupuk

RADARSEMARANG.ID, Mungkid - Lima mahasiswa didampingi dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) menggelar Program Pengabdian Masyarakat Terpadu (PPMT). Tim dengan ketua...
%d blogger menyukai ini: