alexametrics


Menjaga Stamina dan Emosi Atlet saat Pandemi

Miliki Kartu Atlet, Transfer Bonus Prestasi Langsung ke Atlet

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 menyebabkan beberapa kompetisi tertunda. Hal ini berpotensi membuat para atlet menjadi stres, gairah bertandingnya tidak tersalurkan dan akan lebih parah apabila atlet tak menjaga pola latihan dan asupan gizi mereka. Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Nanang Rendi Ahmad dengan Ketua KONI Kabupaten Pekalongan Eko Ahmadi.

Bagaimana KONI Kabupaten Pekalongan menyikapi nasib para atlet selama pandemi Covid-19?
Kami justru meletakkan pandemi Covid-19 sebagai momen untuk berbenah. Karena pandemi, banyak kompetisi dan beberapa agenda KONI yang harus ditunda. Hal itu justru kami manfaatkan untuk mengevaluasi diri. Baik dalam aspek teknis maupun non-teknis. Sebelumnya kami tak bisa duduk bersama para atlet untuk membicarakan berbagai hal. Saat pandemi inilah kami menemukan kesempatan itu. Salah satu hasilnya, kami dapat mengeluarkan kartu atlet. Kartu ini sekaligus untuk rekening atlet. Jadi dana latihan dan bonus prestasi atlet dapat langsung kami transfer ke rekening mereka masing-masing. Sebelumnya kami tidak punya itu. Ini berkat kami memanfaatkan momen libur kompetisi ini.

Tapi apakah libur kompetisi tidak membuat atlet dirundung stres?
Ya, sempat ada kegalauan di tubuh manajemen KONI. Kami khawatir atlet stres karena terus latihan, namun tak ada kompetisi. Itu memang berpotensi menjadikan atlet jadi jenuh. Sebab, gairah bertandingnya tidak tersalurkan. Awal pandemi Covid-19, kami wajibkan para atlet latihan mandiri atau secara individual, tidak ada latihan masal dan tak ada kompetisi. Ini memang bisa membuat jenuh para atlet. Beruntung datang new normal. Kekhawatiran kami hilang. Atlet kami persilakan mengikuti kompetisi-kompetisi di kampung-kampung atau yang disebut tarkam (antarkampung). Itu cukup mengobati kerinduan mereka di gelanggang pertandingan.

Saat latihan mandiri, bagaimana KONI memastikan atlet benar-benar latihan?
Kami memonitor mereka dengan cara daring. Jadi, mereka latihan, kami memonitor secara daring. Untuk lebih memastikan dan mengukur hasil latihan mereka, beberapa bulan lalu kami gelar tes uji fisik. Dari tes tersebut dapat diketahui seberapa serius mereka saat latihan mandiri. Ternyata hasilnya bagus. Ini membuktikan, upaya kami memonitor mereka dapat dikatakan berhasil.

Upaya apa yang KONI lakukan untuk tetap menjaga stabilitas dan stamina kesehatan atlet?
Tentunya, saat mewajibkan latihan, termasuk untuk menjaga stamina dan kesehatan atlet. Untuk menjaga kestabilannya, kami memberikan bantuan nutrisi sekaligus prebiotik. Kami salurkan itu ke mereka saat awal new normal. Jadi kami masih dapat memastikan stamina dan kesehatan mereka terjaga meski di saat-saat seperti pandemi Covid-19. (*/ida)

Terbaru

Populer

Lainnya