Pengembang Wajib Berikan Fasum Makam

Fasum Tak Diserahkan, Warga Tak Terakomodasi dalam Musrenbang

222
Ali, Kepala Disperkim Kota Semarang. (NORMA SARI YULIANINGRUM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Ali, Kepala Disperkim Kota Semarang. (NORMA SARI YULIANINGRUM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Sejumlah pemakaman umum di Kota Semarang mengalami overload. Karena itulah, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang mewajibkan para pengembang memberikan fasilitas umum (fasum) berupa makam. Berikut wawancara wartawan Jawa Pos Radar Semarang Norma Sari Yulianingrum dengan Kepala Disperkim Kota Semarang Ali.

Sejauh mana kepatuhan pengembang perumahan menyediakan fasum berupa makam?

Saat ini Asosiasi Properti Real Estate Indonesia (REI) sudah membebaskan lahan di Gunungpati. Dalam waktu dekat akan diserahkan ke Pemkot Semarang. Jadi REI akan mengoordinir sejumlah pengembang. Sebab, kalau tiap pengembang membuat makam sendiri-sendiri, nantinya tidak beraturan. Sedikit-sedikit malah nggak baik, akhirnya dijadikan satu, yang mengambil inisiatif adalah REI itu.

Berapa banyak pengembang yang telah menyerahkan fasum?

Yang bergabung dengan REI tadi, jumlahnya cukup banyak. Ada lebih dari 25 pengembang.

Apa yang mendasari ditegakkannya kewajiban penyerahan fasum tersebut?

Kami menggalakkan semua pengembang yang pekerjaannya selesai, maka fasumnya harus segera diserahkan ke Pemkot Semarang. Itu harus dilakukan. Kalau tidak, kasihan masyarakatnya. Contoh yang ada di Ketileng, banyak masyarakatnya yang protes, kenapa RT lain diakomodasi dalam Musrenbang, tapi tempat perumahan saya belum. Itu semua karena fasumnya belum diserahkan ke Pemkot Semarang. Padahal masyarakat sama-sama membayar pajak, tapi haknya tidak diberikan. Kasihan mereka, padahal sama-sama orang Semarang.

Bagaimana Disperkim menertibkan para pengembang yang membandel tak menyerahkan fasum?

Saat ini Pemkot akan mengambil langkah untuk menekankan para pengembang baru pada saat permintaan izin. Supaya begitu selesai membangun lahan langsung menyerahkan lahannya meski secara berkala. Karena kita juga sudah ada SK wali kota yang mengatur semua pengembang untuk menyerahkan lahannya. (*/ida)
















Tinggalkan Balasan