Ibu-Ibu sudah Kangen Arisan PKK

Bincang PKK di Tengah Pandemi dengan Bintang Narsasi

130
Bincang PKK
Bincang PKK

RADARSEMARANG.ID, Tim Penggerak PKK menjadi salah satu jalur pemerintah dalam menyosialisasikan kegiatan hingga tingkat rumah tangga. Pandemi Covid-19 telah membatasi pertemuan di masyarakat, termasuk kegiatan PKK. Berikut bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Maria Novena dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Semarang Bintang Narsasi.

Bagaimana program PKK saat pandemi Covid-19 seperti sekarang?
Tetap jalan. Tetapi memang berbeda secara teknisnya. Apalagi kegiatan PKK itu hampir semua bertatap muka. Memang tidak mudah, tapi kami sisirin satu-satu kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Kader di masing-masing desa tetap berkegiatan hanya laporan ke kami para pengurus lewat daring. Jadi ibu-ibu pindah ngobrolnya di grup WA.

Ada program yang sempat berhenti di PKK?
Ada Pokja PKK dua khususnya yang pelatihan untuk perempuan atau ibu-ibu. Ini yang memang masih menjadi PR kami. Sebelumnya pelatihan itu minimal 20 orang dan satu guru tempatnya di balai. Kegiatan ini belum kami lakukan kembali. Kami masih menunggu instruksi dari provinsi terkait pelatihan. Tetapi jangan salah, kalau di Kabupaten Semarang sendiri, kami ganti pelatihan mandiri. Jadi kader PKK hanya melakukan monitoring. Hanya memang UKM yang sudah berjalan saja yang kami pertahankan. Belum ada yang baru.

Bagaimana dengan nasib arisan PKK?
Nah ini, arisan PKK itu bagi para ibu-ibu udah seperti tempat curhat. Awal pandemi ya, saya dilaporin banyak sekali. Pada kangen arisan PKK. Memang tidak bisa dipungkiri arisan PKK itu tidak hanya wadah untuk menyukseskan 10 program PKK. Tapi ada kedekatan ibu-ibu. Jujur, kami pun kesulitan ketika arisan PKK tidak ada, monitoring kegiatan perkembangan keluarga cukup sulit. Arisan PKK jika dilakukan secara online memang kami kesulitan pada masyarakat yang berada di desa yang jauh dari jangkauan sinyal internet. Akhirnya andalan kami para kader yang di lapangan sampai nanti boleh diadakan lagi arisan PKK. Tapi arisan dasawisma tetap jalan.

Target program PKK di tahun 2020 berjalan berapa persen?
Kami ada empat Pokja diantaranya pokja satu di bagian NKRI, pokja dua pendidikan dan pelatihan, pokja tiga sandang, pangan, papan dan pokja empat kesehatan dan pelestarian lingkungan. Yang sulit di saat ini justru kesehatan. Pantauan kami semakin luas. Tidak hanya anak dan lansia tapi sekarang keseluruhan. Posyandu kami adakan jemput bola. Jadi kami yang datang ker umah-rumah untuk mendata sampai pada tindakan terutama memang pada anak. Tumbuh kembang anak. Kader di lapangan pun kali ini juga harus paham bagaiama Covid-19 itu menular, karena mensosialisasikan bahaya covid-19 sekarang juga menjadi tugas PKK. Jika ditanya target 50 persen jalan. Itu global. Karena pencapaian kami ada empat bidang.

Imbauan untuk kader dan masyarakat di Kabupaten Semarang?
Untuk kader, harus penuhi protokol kesehatan. Kinerja luar biasa yang dilakukan dilapangan jangan lupa sama masker. Karena kami pun tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Tetap fokus dengan tujuan kita, kalau keluarga berencana ya pengguna akseptor harus meningkat. Kalau kesehatan gizi anak terus dimonitoring. Begitu pula dengan masyarakat di Kabupaten Semarang tidak perlu takut untuk melakukan kegiatan yang terpenting protokol kesehatan dipatuhi. Apalagi untuk KB jangan takut. Kami menjamin semua aman. Jika memang diperlukan untuk menemui kader bisa daring. Memang saat ini kami lebih condong mengedepankan daring. (*/ton)





Tinggalkan Balasan