Setiap Pertemuan hanya Sepertiga dari Jumlah Siswa

Siapkan Skenario Pembelajaran New Normal

180
Yuniasih SPd MPd, Kepala SMAN 1 Kendal. (IST)
Yuniasih SPd MPd, Kepala SMAN 1 Kendal. (IST)

RADARSEMARANG.ID, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kendal sedang mempersiapkan sejumlah skenario untuk dimulainya pembelajaran tahun ajaran baru dalam situasi New Normal. Seperti apa persiapannya? Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Budi Setiawan dengan Kepala SMAN 1 Kendal Yuniasih SPd MPd.

Bagaimana kesiapan SMA 1 Kendal mempersiapkan New Normal bagi siswa, guru dan karyawan?
Ada sejumlah skenario yang sudah kami persiapkan, mulai dari persiapan sarana dan prasarana (sarpras) kelas, lingkungan sekolah, perpustakaan, olahraga dan sebagainya. Selain itu kami juga menyiapkan skenario pembelajaran siswa di kelas maupun pembelajaran jarak jauh.

Skenario sarpras di SMA 1 Kendal seperti apa?
Sarana yang kami siapkan mulai dari tempat cuci tangan di depan ruang kelas, pintu masuk sekolah dan tempat-tempat yang banyak dikunjungi siswa. Termasuk penyediaan masker minimal sepertiga dari jumlah siswa yang ada, pengadaan hand sanitizer dan pengadaan face shield. Skenario ruang kelas juga kami atur jarak bangku kelas, begitupun di perpustakaan dan musala.

Lalu untuk skenario pembelajaran seperti apa?
Untuk skenario pembelajaran ada dua. Pertama, yakni tatap muka di kelas. Maksimal siswa belajar empat jam di kelas. Setiap pertemuan hanya sepertiga dari jumlah siswa yang ada. Kalau di SMAN 1 Kendal ada 1.400 siswa, maka setiap pertemuan hanya sekitar 680 siswa. Para siswa masuk dengan cara bergantian per tingkatan kelas setiap harinya. Misal Senin khusus untuk kelas 10, Selasa kelas 11 dan Rabu kelas 12. Dimana setiap kelas akan kami bagi dua ruang. Kedua, pembeljaran jarak jauh (PJJ) di rumah.
Jika hanya empat jam, lalu bagaimana dengan skenario kurikulum pembelajaran?
Hal itu sudah kami siapkan. Satu mata pelajaran maksimal 60 menit. Jadi setiap pertemuan bisa empat mata pelajaran. Kami juga sudah menyiapkan penyederhanaan kurikulum dengan mempersingkat tanpa mengurangi esensi pembelajaran.
Selain itu setiap guru wajib menyediakan dua metode pembelajaran. Yakni pembelajaran tatap muka di kelas dan di rumah. Karena saat siswa kelas 10 masuk, maka siswa kelas 11 dan 12 belajar PJJ dengan dipandu guru menggunakan tugas atau online melayani siswa yang bertanya atau tidak paham pelajaran.

Kapan rencananya akan diterapkan Pembelajaran New Normal ini?
Rencananya 12 Juli. Saat ini sedang kami siapkan dan kami konsultasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng. Selanjutnya jika disetujui, kami harus meminta izin dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kendal. Jika diizinkan, maka bisa dijalankan, jika tidak maka siswa tetap PJJ. (*/ida)

Sebab dengan pemberlakuan New Normal, kami harus memastikan siswa mengenakan masker. Tidak boncengan kecuali satu keluarga, dan siswa dari Desa Zona Hijau. Kalau zona merah maka tidak boleh masuk kelas. Siswa dari Zona Merah dilayani dengan PJJ. (budi setiyawan)





Tinggalkan Balasan