Banyak Pelaku Terhimpit Ekonomi, Tergiur dapat Uang Cepat

Peredaran Narkoba di Tengah Pandemi Covid-19

225
Kompol Robert Sihombing, Kasatresnarkoba Polrestabes Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kompol Robert Sihombing, Kasatresnarkoba Polrestabes Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Banyak bandar dan pelaku narkoba yang memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk mengedarkan narkoba. Mereka memanfaatkan masyarakat yang terhimpit ekonomi menjadi kurir. Pemberantasan narkoba butuh keterlibatan semua. Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang M Hariyanto dengan Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatresnarkoba) Polrestabes Semarang Kompol Robert Sihombing.

Di tengah pandemi Covid-19 dan Ramadan, ternyata peredaran narkoba marak lagi?
Sebenarnya kami bersyukur, adanya kebijakan pemerintah terkait penutupan tempat hiburan malam. Kendati begitu, kami terus mendalami dan memantau tempat-tempat umum. Sebabm kebiasaan mereka melakukan transaksi di tempat umum.

Sejauh mana peredaran narkoba di wilayah Kota Semarang?
Sebenarnya di Jateng ada penurunan kasus narkoba, meski tidak signifikan. Menurut saya sama saja. Ada Covid-19 maupun tidak, sama saja. Justru para pelaku pengedar narkoba memanfaatkan situasi saat ini, karena mengira petugas kepolisian sibuk dengan kegiatan pandemi Covid-19. Inilah yang harus dianalisa dan diwaspadai, jangan sampai luput dari pantauan.

Sekarang pengedar dan kurir dari kalangan ekonomi ke bawah?
Ya itu tadi, masalah ekonomi. Karena tergiur cara cepat mencari uang, mereka tidak mempertimbangkan risiko yang sangat tinggi.
Bagaimana menyikapi banyaknya napi terlibat dalam pengendalian narkoba?
Kami berharap ada kerjasama semua pihak dalam pengungkapan bandar narkoba. Termasuk instansi terkait dan masyarakat umum. Mereka itu kan pengendali. Tapi penyimpanan barang di luar Lapas, dia sebagai operator dan mengendali orang yang berada di luar. Karena itu, pemberantasan narkoba butuh dukungan semua pihak, karena peredarannya sudah merambah ke daerah-daerah terpencil.

Sejauh mana pemantauan napi asimilasi?
Kami berdayakan Polsek dan Babinkamtibmas untuk berkirim surat dan mengawasi. Kami membagi anggota untuk mengawasi napi asimilasi. Sementara ini masih normal-normal saja, tapi tidak tahu 3-4 bulan ke depan. Tapi beberapa waktu lalu, ada 15 orang tertangkap, dua orang asimilasi narkoba dan satu asimilasi kasus pengeroyokan tapi keluar bermain narkoba.
Beberapa hari lalu, menangkap kurir narkoba perempuan driver online?
Itu biasa saja, mau perempuan atau laki-laki. Itu tadi karena terhimpit masalah ekonomi.

Imbauan dan tindakan tegas terhadap pelaku narkoba?
Jangan coba-coba bermain di wilayah ini. Kami berdayakan seluruh tenaga, kemampuan dan kekuatan. Kami terus bekerja dengan instansi terkait dan masyarakat untuk bersama memerangi dan memberantas narkoba. (*/ida)





Tinggalkan Balasan