Kualitas Membaik Tapi Tetap Harus Cek KLIK

Bincang Pengawasan Bahan Pangan dengan I Gusti Ayu Adhi Aryapatni

177
I Gusti Ayu Adhi Aryapatni. (Istimewa)
I Gusti Ayu Adhi Aryapatni. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Pengawasan makanan selalu diperketat saat Ramadan dan menjelang Hari Raya Namun masih saja ada sebagian pedagang nakal yang menjual produk tidak layak konsumsi. Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Dewi Akmalah dengan Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Semarang I Gusti Ayu Adhi Aryapatni.

Penjual makanan terutama takjil semakin banyak saat Ramadan, bagaimana BBPOM Semarang memantau mereka agar tidak menjual produk makanan berbahaya?

Yang pasti kami selalu rutin mengawasi. Meskipun saat ini masih dalam masa pandemi, namun tim kami dengan berbekal alat perlindungan diri masih tetap terjun ke lapangan untuk mengecek kualitas produk makanan di Semarang. Jadi kami masih dapat memastikan masyarakat tetap mengonsumsi makanan yang aman dan terjamin.

Rencananya berapa kali kegiatan pengawasan seperti ini akan dilakukan?

Untuk periode Ramadan hingga Lebaran rencananya kita akan adakan sebanyak empat kali. Mulai 27 April kemarin hingga 24 Mai. Dan saat ini kita sudah melakukan dua kali di Semarang tanggal 27 April dan 4 Mei lalu.

Bagaimana hasil yang didapat terkait kualitas pangan di Semarang saat Ramadan?

Saya rasa cukup baik. Dari dua kali pemeriksaaan terhadap 24 retail atau supermarket yang kami lakukan, sebanyak 19 retail sudah menjual produk yang memenuhi ketentuan. Sedangkan sisanya masih ditemukan produk tidak memenuhi ketentuan (TMK).

Apa yang akan dilakukan setelah menemukan produk TMK tersebut?

Dari total produk yang kita uji ada 30, 13 d iantaranya yang TMK. Nah biasanya retail yang menjual produk tersebut akan kita beri surat peringatan dan pembinaan agar tidak menjual produk TMK lagi. Sedangkan hasil temuannya kita musnahkan atau meminta mereka mengembalikan ke distributor terkait.

Kemudian untuk pengawasan penjualan takjil seperti apa?

Kami sudah dua kali melakukan sampling takjil dan terhimpun 42 item jajanan takjil dari berbagai pusat jajanan di Kota Semarang seperti Suyodono, Kanjengan, sekitar MAJT, Kauman dan Citarum dan Jalan Lamongan Raya. Hasilnya pun bagus. Kami tidak menemukan penggunaan bahan berbahaya seperti pewarna, boraks, formalin dan sebagainya. Semua aman. Ini menjadi peningkatan mengingat tahun lalu kami masih menemukan penjual yang formalin dan rhodamine B pada produk takjilnya.

Meskipun hasil pengawasannya baik, apakah masyarakat tetap wajib waspada terhadap produk pangan yang mereka beli?

Tentu saja. Itu wajib dilakukan. Masyarakat kita khususnya warga Semarang harus dibiasakan untuk melakukan cek KLIK (kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa) pada produk yang akan dibeli. Sehingga mereka dapat terhindar dari produk pangan yang berbahaya untuk kesehatan. (*/ton)





Tinggalkan Balasan