Jalani Puasa dan Ibadah Lain, Tapi Tetap di Rumah Saja

ODP dan OTG Boleh Tetap Berpuasa

187
dr Prihatin Iman Nugroho Sp.P M.Kes.Dokter Spesialis Pulmonologi RSUD Tugurejo Semarang. (DOK)
dr Prihatin Iman Nugroho Sp.P M.Kes.Dokter Spesialis Pulmonologi RSUD Tugurejo Semarang. (DOK)

RADARSEMARANG.ID, Pada umumnya Ramadan disambut dengan suka cita dengan beragam ibadah yang menyertainya. Namun di tengah pandemi korona saat ini, ibadah Ramadan dianjurkan dijalankan di rumah saja. Meski begitu, masyarakat dapat tetap menjalankan puasa. Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Dewi Akmalah dengan Dokter Spesialis Pulmonologi RSUD Tugurejo Semarang dr Prihatin Iman Nugroho Sp.P M.Kes.

Apakah berpuasa dapat meningkatkan risiko penyebaran korona semakin meluas?
Semua tergantung dari masyarakat. Kalau patuh sama protokol kesehatan dari pemerintah, ya penyebaran dapat ditekan. Tapi kalau tidak, ya bisa saja peningkatannya lebih tajam.

Apa yang harus dilakukan masyarakat agar tetap dapat berpuasa dengan baik, dapat juga menghindari persebaran korona?
Lebih baik puasa dan ibadah lainnya di rumah saja. Tidak perlu keluar, kalau tidak perlu. Jadi meski daya tahan tubuh tidak sekuat biasanya, namun masyarakat tetap terjaga jika tetap di rumah. Selain itu, jangan lupa makan yang bergizi dan istirahat yang cukup.

Selain itu, saat ini Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya juga banyak di Semarang, apakah mereka boleh berpuasa?
Sebenarnya kondisi tubuh ODP dan Orang Tanpa Gejala (OTG) kan sama seperti orang sehat. Mereka masih bisa kok untuk tetap berpuasa seperti pada umumnya.

Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan positif korona bagaimana?
Nah beda, untuk mereka memang tidak diperkenankan puasa dulu. Kan mereka tetap harus minum obat secara rutin. Jadi kemungkinan berpuasa sangat tidak dianjurkan.

Apakah ada cara khusus yang perlu dilakukan ODP dan OTG agar tetap sehat selama berpuasa?
Berbagai macam penyakit yang disebabkan virus ini sifatnya self limiting disease. Dimana antibodi yang dihasilkan tubuh diharapkan bisa mengatasi virus yang masuk secara alami. Namun karena korona ini virus baru dengan bermacam varian gejala klinis yang muncul pada pasien, maka belum ada imbauan yang bersifat khusus. Masih sama dengan masyarakat umumnya tetap makan minum bergizi, istirahat yang cukup dan yang terpenting tetap di rumah. Patuhi protokol kesehatan dari pemerintah dimanapun berada. Insya Allah ibadah puasa tetap lancar, meski di tengah pandemi. (*/ida)





Tinggalkan Balasan