alexametrics

Anak Tuli Bisa Capai Potensi Penuhnya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Setiap anak memiliki keunikan masing-masing. Sayangnya keunikan inilah yang tidak disadari orang tua. Tidak jarang, orang tua mengambil sikap posesif dan otoriter. Anak dibentuk sesuai keinginan orang tua. Padahal kemampuan tiap anak berbeda. Terlebih cara itu diterapkan kepada anak berkebutuhan khusus (ABK). Tentu akan jadi hal sulit, bila orang tua masih memaksa anak tumbuh seperti anak normal pada umumnya. Ujungnya orang tua tidak puas, anak stres.

Tapi berbeda dengan Budi Winarti. Ia  mengantarkan anaknya, Happy Larasati pada bakatnya. Ya, single parent ini memberikan kebebasan anaknya berekspresi. Mengekplorasi diri. Ini cara dia berdamai dengan anaknya yang memiliki kekurangan, tuli.

“Sejak Happy di dalam perut, dokter sudah ngasih tahu kemungkinan kalau anak saya lahir ada kekurangan pendengaran. Sejak itu, saya harus siap,” akunya ditemui di Dusun Bondalem, Gondang, Mungkid, Kabupaten Magelang.

Pertama yang ia lakukan, menguatkan mental. Membesarkan hati menerima takdir. Sikap legowo dari orang tua ini diyakini akan mempengaruhi pengasuhan bagi anak ke depannya. Ia juga menemui dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).

Baca juga:  Tak Khawatir Lepas Anak Kembali ke Pondok

Tes Brain Evoked Response Auditory (BERA) juga dijalani untuk memastikan adanya kelainan pendengaran anaknya. Termasuk melakukan terapi.

Kedua, ia mencari informasi sekolah yang tepat untuk anaknya. Menyekolahkan disabilitas di sekolah luar biasa (SLB) lebih baik dibandingkan di sekolah umum.

Ia mendorong semangat dan rasa percaya diri anak. Pujian salah satu cara dia mempertahankan suasana hati anak tetap senang, bahagia, dan memiliki harapan melakukan hal baik lagi. Lalu mendaratkan ciuman dan pelukan, agar anak merasa diterima.

Tidak kalah penting melatih anak berkomunikasi. Bahasa isyarat, kata dia, yang paling disukai anak. Memang anak tuli tidak terlalu senang berbicara, karena boros tenaga. Meski begitu, kombinasi antara keduanya dibutuhkan untuk memudahkan berkomunikasi dengan orang lain yang tidak paham dengan bahasa isyarat.

Baca juga:  Saluran Dinormalisasi, PKL Sampangan Khawatir Digusur

Awal belajar berbicara, ia menyiapkan cermin. Ia berikan contoh pengucapan huruf vokal dan konsonan. Tahap lanjutan, belajar kosakata. “Meski saya juga belajar isyarat, sampai sekarang, kesalahpahaman itu tetap ada. Kalau dengan isyarat dan bicara tidak nyambung, saya minta dia menulis keinginannya.”

Beruntung, di sekolah, Happy juga dikenalkan seni. Ia memberikan dukungan. Seni diyakini bisa menyalurkan potensi anak, dan mengekpresikan perasaan anak.

Kelas 2 SD, bakat sang anak muncul. Menari dan menggambar. Berbagai lomba yang diikuti dan berhasil meraih prestasi.  “Tapi setiap dia ikut lomba, nggak harus menang. Menang itu bonus dan rezeki. Yang penting melatih mental dia saja,” ujarnya.

Dengan perhatian Winarti dan sekolah, Happy berprestasi. Sekarang Happy duduk di bangku kelas 1 SMA, di SLB/B Yayasan Penyantun Penyandang Anak Luar Biasa (YPPALB) Kota Magelang.

Baca juga:  Jika Barang Tak Berkualitas, E-Warong Harus Berani Tolak Suplayer

Tidak lupa, Winarti melatih Happy berinteraksi dengan warga di kampung. Menurut Winarti, ABK tidak meminta dikasihani. Yang mereka butuhkan hanya pengakuan dari lingkungan. “Jangan dipandang sebelah mata, jangan dikucilkan. Tapi mereka cuma minta diakui keberadaannya, diterima, dihargai,” ucapnya.

Sementara itu, Happy Larasati mengaku bercita-cita menjadi penari. Tiap kali menari, ia merasakan senang. Apalagi dia kerap diundang mengisi acara di berbagai kesempatan. “Menari itu mudah. Saya harus semangat, dan belajar terus. Supaya bisa menari lebih baik lagi,” aku gadis kelahiran Magelang, 22 November 2002 itu.

Kepala SLB/B YPPALB Kota Magelang Edy Purwanto menyarankan, sedini mungkin orang tua mengenalkan anak ke dunia pendidikan. Sebab mereka memiliki hak belajar. Sekolah sangat membantu perkembangan anak. “Jangan berpikir biaya untuk mereka sekolah, karena hak belajar mereka ditanggung oleh negara,” ucapnya. (put/lis/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya