alexametrics

Memelihara Hewan Ajarkan Tanggung Jawab pada Anak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Memiliki hewan tak sekadar memelihara, namun juga harus diimbangi dengan adanya rasa kasih sayang. Anak cenderung lebih senang menjadikan kucing sebagai teman main, namun tidak memahami bagaimana cara merawatnya dengan baik dan benar. Untuk itu, ayah dan bunda perlu memberikan edukasi kepada anak.

Terlepas dari itu, memelihara hewan dapat menjadikan anak memiliki rasa percaya diri dan tanggung jawab. Tanggung jawab di sini berarti anak mampu memberikan makan, memandikan, membuang kotoran, dan perhatian kepada hewan. Bisa membedakan antara mainan dengan hewan. Hal itu penting karena jika anak merasa tidak nyaman saat bersama hewan kesayangan, maka anak tidak akan menyakiti.

Baca juga:  Cegah Penyakit, Ingatkan Si Kecil untuk Cici Tangan

Seekor hewan tidak hanya menjadi teman, namun dapat menghibur, memberi dukungan, dan mendengarkan masalah anak tanpa memberi penilaian atau konsekuensi. Hewan juga dapat mengajarkan anak untuk melakukan komunikasi verbal.

Seperti Yunita Delima yang mengajari anaknya Nayla Thalita Ulfa untuk mencintai hewan peliharaannya, kucing. Nita, panggilan akrabnya, mengaku harus sering memberikan pengarahan kepada buah hati bahwa kucing dan hewan apapun perlu disayangi.

Hobinya ini menurun ke anaknya. Dalam mengajari,  ia terapkan pola kesehatan agar anak tidak salah dalam menangani kucing dan tetap safety. “Kucing kita kan jenis Bengal, jadi dia sudah tahu bagaimana sikap kucing ini. Biasanya saya ajari untuk ngasih makan, memandikan dan menjemur kucing hingga memotong kukunya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sikap hewan tentu tidak akan membahayakan jika ditangani secara apik dan penuh pengertian, begitu juga sebaliknya. Hingga saat ini, Nita memiliki delapan ekor kucing yang sebelumnya hanya sepasang kemudian beranak pinak. Nita juga seringkali melakukan breeding kucing jenis Bengal dan Scottish.

Baca juga:  Baby Spa, Relaksasi Sekaligus Membantu Tumbuh Kembang Bayi

Untuk tetap menjaga kebersihan, Nita memiliki tempat khusus yaitu dengan menyediakan tempat sendiri bagi kucing berupa kandang besar. Selain itu, setiap kali anaknya mengajak main ke kasur atau di luar kandang, ia harus memastikan kucingnya bersih. “Sebelum diajak ke kasur harus dipastikan bahwa kucing itu bersih, kalau belum (bersih), harus dilap menggunakan kanebo basah atau disibin gitu,” imbuhnya.

Namun sebelum memegang atau selepas bermain dengan kucing, Nayla dibiasakan untuk mencuci tangan. Protokol kesehatan tetap yang utama.

Pemahaman itulah yang membuat Nita percaya anaknya mengetahui risiko dan tanggung jawab. Untuk mengetes, ia terkadang memberikan pertanyaan guna mengukur seberapa sayangnya ia kepada hewan peliharaannya.

Baca juga:  Tutup Tahun, Pemkot Salatiga Mutasi Besar-Besaran

“Kadang suka kasih pertanyaan ke dia, kalau misalkan ada orang yang memukul kucing bagaimana, dia jawab ya nanti dilaporkan ke polisi. Jadi ada rasa tanggung jawab karena sudah secinta itu sama kucing,” jelasnya. (ifa/ton/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya