alexametrics


Pendidikan Anak selama Pandemi Covid-19

Oleh: Puput Ari Krihtiyani, S.ST

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Pandemi ini memberikan sebuah pengalaman baru yang cukup menarik untuk keluarga penulis. Kebijakan pemerintah yang memberlakukan pembelajaran jarak jauh (distance learning) sebagai upaya untuk meminimalkan potensi penyebaran Covid-19 sedikit banyak memberi pengalaman baru bagi para orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah.

Pembelajaran jarak jauh ini dilakukan secara serentak untuk pertama kalinya untuk semua jenjang pendidikan mulai dari Kelompok Bermain (KB) sampai Perguruan Tinggi (PT). Tentunya hal ini menjadi pengalaman baru, baik bagi guru, murid, maupun wali murid. Banyak suka dan duka yang dialami. Di mana salah satunya yaitu kendala jaringan internet. Seperti kita ketahui bahwa sistem belajar di rumah menggunakan perantara seperti komputer desktop, laptop/notebook, tablet, HP/ponsel yang terkoneksi dengan jaringan internet. Sayangnya, tidak semua wali murid bisa memfasilitasi hal tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan proporsi individu berumur 5 tahun ke atas yang menggunakan internet mengalami kenaikan dari 32,34 persen pada tahun 2017 menjadi 47,69 persen pada tahun 2019. Terjadi kenaikan yang cukup signifikan apalagi sekarang penggunaan internet semakin meningkat akibat social distancing.

Peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak belajar supaya ia tetap semangat dan dapat menyerap pelajaran dengan baik. Menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang tua, terlebih bagi mereka yang juga harus Work From Home (WFH). Selain butuh kesabaran, juga kemampuan ditiap mata pelajaran. Lalu bagaimana agar bekerja dan belajar anak bisa berjalan lancar. Tak jarang, orang tua butuh bantuan dari tenaga pengajar seperti guru les untuk mendampingi anak belajar. Ada juga yang semua diserahkan ke anak langsung, orang tua hanya memfasilitasi gawai berupa smartphone dan kuota. Dalam hal ini, orang tua tetap harus hati-hati dalam membebaskan anak dalam penggunaan smartphone.

Selain memudahkan komunikasi dan memudahkan anak dalam belajar dari rumah, ada dampak negatif yang siap mengancam anak dalam penggunaan smartphone ini, antara lain membuat anak kecanduan, tidak fokus dalam belajar, kurang interaksi sosial, dan resiko penyalahgunaan seperti mengakses situs-situs yang seharusnya tidak diakses oleh anak pelajar.

Menjadi tanggung jawab para orang tua untuk selalu mendampingi anak-anak dalam belajar di rumah, terutama dalam penggunaan smartphone. Dengan pembelajaran jarak jauh, diharapkan proses belajar mengajar tetap bisa berjalan dengan lancar. Meskipun anak diberi kebebasan dalam memegang smartphone, tetap harus dalam kendali orang tua. Orang tua harus rutin melakukan pengecekan terhadap isi smartphone yang digunakan anak.

Jangan sampai akhirnya kita menyerah, dan membiarkan anak bermain dengan smartphone secara bebas. Apalagi anak usia dini. Lelah bekerja, perasaan bersalah karena tidak bisa maksimal membersamai anak, melaksanakan tugas sekolah, sebagian besar menjadi alasan para orang tua memberi atau bahkan membelikan smartphone anak di usia dininya. Apalagi pada kondisi pembelajaran jarak jauh seperti sekarang ini seolah-olah mewajibkan anak untuk mempunyai smartphone. Namun sudah barang tentu tidak ada orang tua yang bermaksud buruk terhadap anaknya, pastilah orang tua ingin memberi yang terbaik. Tidak mudah memang, tetapi situasi dan kondisi yang memaksa anak harus belajar dari rumah, demi kesehatan dan keselamatan kita semua.

Selama pandemi ini, setiap sekolah telah berusaha secara maksimal supaya kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik. Penulis yakin, meski pandemi menerpa, tetap ada hikmah yang menyapa. Setiap anak dapat mempelajari hal baru dengan memanfaatkan teknologi. Mereka juga mampu membuktikan bahwa mereka bisa tetap menjalankan sekolah meski di rumah. Terima kasih untuk semua guru dan pihak sekolah yang tetap menjaga keberlangsungan pendidikan. (pg1/aro)

Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Sukoharjo.

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer