Membangun Budaya Baca dengan KPK

158
Oleh : Nurul Khotimah, S.Ag.,M.Pd
Oleh : Nurul Khotimah, S.Ag.,M.Pd

RADARSEMARANG.ID, MEMBACA penting untuk pembelajaran, dan dapat berpengaruh terhadap kesuksesan di sekolah dan dalam kehidupan di masyarakat, karena membaca merupakan suatu cara untuk mendapatkan informasi yang ditulis. Minimnya budaya membaca di kalangan pelajar dan masyarakat Indonesia saat ini perlu diperhatikan, tidak boleh dianggap remeh, karena tingkatan minat baca seseorang menentukan tingkat kualitas serta wawasannya. Maka membangun budaya membaca menjadi sangat penting untuk dilakukan.
Budaya baca merupakan pembiasaan membaca yang dilakukan di sekolah, di rumah, termasuk juga berupa pameran buku di sekolah, menciptakan lingkungan sekolah yang kaya bacaan, dan menjalankan program-program khusus untuk siswa yang lambat membaca. Sutarno (2006 : 27) mengemukan bahwa budaya baca adalah suatu sikap dan tindakan atau perbuatan untuk membaca yang dilakukan secara teratur dan berkelanjutan.

Program Budaya Baca dipopulerkan oleh Tanoto Foundation sebuah yayasan filantropi yang kegiatannya fokus pada bidang pendidikan. Sejak tahun 2018, yayasan ini bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Kendal dalam bidang peningkatan mutu pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs) dalam hal pembelajaran dan manajemen sekolah. Salah satu sekolah mitranya adalah MI NU 08 Brangsong.

Program budaya baca diatur dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti dengan salah satu kegiatannya adalah Gerakan Literasi Sekolah (GLS), yaitu pembiasaan membaca dan menulis yang melibatkan seluruh warga sekolah dan masyarakat sebagai bagian dari pendidikan. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yaitu Surah Al-Alaq ayat : 1. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan”, ayat ini mengajarkan kita untuk membaca.
Dalam membangun budaya baca, penulis disamping sebagai pengawas madrasah dan sekaligus sebagai Fasilitator Daerah (Fasda) Tanoto Foundation yang bertugas melaksanakan pendampingan di MI NU 08 Brangsong, menerapkan sistem Keteladanan, Pembiasaan dan Ketersediaan Buku, yang disingkat KPK. Singkatan ini untuk memudahkan seluruh warga sekolah agar tidak tidak lupa dengan komitmen yang sedang dibangunnya.

Keteladanan; adalah contoh yang baik yang diberikan oleh kepala sekolah, pengawas, dan guru dalam hal tindakan membaca. Contoh keteladanan yang diberikan antara lain: pengawas ikut membaca bersama siswa pada kegiatan rutin literasi di sekolah, kepala sekolah sering ke perpustakaan dan membaca buku yang di perpustakaan, guru dan seluruh warga sekolah turut membaca bersama siswa pada kegiatan rutin literasi di sekolah.

Pembiasaan; merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh siswa, guru, kepala sekolah, pengawas, dan seluruh warga sekolah dalam kegiatan membaca di sekolah. Contoh kegiatannya antara lain: Kegiatan rutin membaca buku 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai, membaca asmaul husna seminggu dua kali setiap hari Rabu dan Jum’at, membaca senyap di halaman sekolah setiap hari Selasa.

Ketersediaan Buku; adalah penyediaan buku secara berkesinambungan. Contoh kegiatannya antara lain: Membeli buku fiksi dan non fiksi yang dianggarkan oleh dana BOS, melaksanakan program “saku sanak” yaitu satu buku satu anak biasa dilaksanakan setiap mengambil rapot semesteran setiap anak membawa satu buku bacaan untuk disumbangkan kepada sekolah, dan bekerjasama dengan Perpusda program perpustakaan keliling dan peminjaman buku.

Dalam menunjang program budaya baca, banyak pengembangan yang dilakukan di MI NU 08 Brangsong antara lain: mendekatkan buku kepada anak dengan membuat pojok baca di setiap kelas, menata perpustakaan yang lebih menarik dan ramah anak, menata lingkungan sekolah dan kelas yang nyaman untuk membaca dengan tersedianya tempat duduk di halaman sekolah dan lantai yang bersih.
Dengan keteladanan, pembiasaan dan ketersediaan buku yang dilakukan oleh sekolah, Insya Allah budaya baca dapat dilestarikan dalam rangka mewujudkan generasi yang maju dan berkarakter. (pgn1/zal)

Pengawas RA/MI
Kantor Kementerian Agama Kab. Kendal

Tinggalkan Balasan