Humas Saatnya Berpikir Visual dan Multiplatform

401
Khusnul Khotimah SH M.PdI
Khusnul Khotimah SH M.PdI

RADARSEMARANG.ID, HAMPIR seluruh penduduk Indonesia mengandalkan Google untuk mencari informasi. Bahkan dalam riset yang dilakukan oleh Google bersama dengan perusahaan investasi, Temasek, Indonesia memiliki populasi pengguna internet yang berkembang pesat di dunia. Perkembangan hingga 19 persen per tahun dan diproyeksikan mencapai 215 juta sebelum tahun 2020.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi humas di berbagai instansi atau lembaga. Sudah bukan zamannya bahwa informasi hanya disampaikan secara searah. Itulah mengapa konten multimedia dan video blog (vlog) menguasai era digital. Karena interaksi dengan audiens menjadi satu aspek yang perlu diprioritaskan. Pekerja media bukan sekadar jurnalis, melainkan content creator yang bekerja lebih dinamis.

Humas instansi atau lembaga dalam merilis informasi dan dalam membuat konten, membutuhkan pemikiran kritis juga kreativitas visual. Apalagi di era digital dan multimedia ini, tolok ukurnya tidak sekadar teks yang bagus, melainkan semenarik apa konten tersebut untuk diklik dan dinikmati oleh masyarakat, publik dan khalayak umum.

Masyarakat digital selalu mengejar berita dan informasi terbaru, sehingga kecepatan menyampaikan informasi menjadi prioritas. Namun terkadang akibatnya, berita atau informasi kerap tidak melalui proses verifikasi yang baik sehingga hal ini memicu berita palsu (hoax). Sehingga humas instansi atau lembaga sangat diharapkan memberikan informasi yang sebenar-benarnya dan selengkap-lengkapnya agar masyarakat dapat memanfaatkan informasi tersebut dengan sebaik-baiknya.

Pekerjaan humas tidak lagi sekadar mengandalkan jurnalis sebagai corongnya. Dibutuhkan agenda setting untuk menjaga identitas instansi atau lembaga. Humas harus menjadi perekat lintas departemen dalam suatu organisasi, instansi atau lembaga.

Humas pun harus bisa berperan sebagai produser maupun publisher. Aspek earned media bukan lagi menjadi yang utama. Aspek lain seperti paid media dan owned media harus tetap menjadi sasaran kerja. Fokus pekerjaan humas tidak lagi terbatas pada outputs seperti merilis informasi atau berita dan publisitas media, melainkan pada hasilnya, yakni meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap instansi atau lembaga.

Dengan adanya dukungan dan kepercayaan khalayak umum, maka bidang kehumasan dalam membina hubungan baik dengan masyarakat tidak akan mengalami kesulitan. Terutama dalam menyampaikan informasi serta kegiatan kehumasan.

Humas dalam berpikir multiplatform mencakup bagaimana to inform atau menginformasikan, yakni menginformasikan peristiwa atau hal penting yang perlu diketahui oleh masyarakat. To educate, humas diharapkan dapat mentransfer ilmu pengetahuan sehingga mendorong perkembangan intelektual masyarakat. To entertaint, yakni humas dapat memberikan hiburan atau rasa senang terhadap khalayak. To influence, humas diharapkan dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap masyarakat, baik pengaruh yang bersifat pengetahuan, perasaan maupun tingkah laku. To social responsibility, bidang kehumasan dapat memberikan respons terhadap fenomena sosial yang terjadi. Dan yang terakhir, to linkage atau penghubung dimana humas dapat menjadi perantara atau menghubungkan antar kelompok, antar wilayah, provinsi, negara bahkan di belahan dunia sekali pun.

Sejalan dengan era digital bidang kehumasan diharapkan menyatu dengan multimedia dan diharapkan memiliki beragam keterampilan mulai dari memproduksi teks sampai dengan menyajikannya baik itu dalam bentuk laporan, foto, audio hingga video sehingga informasi yang disampaikan kepada khalayak umum dapat dipahami dengan mudah.

Dan tidak dapat dipungkiri bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini membuat video menjadi sesuatu yang esensial dalam semua kalangan. Bidang kehumasan tentu saja tidak boleh ketinggalan untuk mengemas informasi dalam bentuk video blog yang interaktif dan juga dibuat dengan semenarik mungkin sehingga masyarakat dengan sekali melihat akan menjadi penasaran dengan isi, hal atau pesan yang ingin disampaikan.

Berpikir visual dan juga multiplatform bagi humas menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Di era yang super sibuk ini banyak dari pengonsumsi informasi yang ingin mendapatkan informasi secara praktis dan cepat. Sehingga penyebaran informasi melalui media internet menjadi komoditas utama bidang kehumasan. Dari sinilah tercipta interaksi yang lebih intens antara humas dengan masyarakat.

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan tidak saja dalam mode penyampaian informasi, namun juga dalam kreativitas dalam proses penyampaian informasi. Bidang kehumasan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan mendapatkan kepercayaan sehingga hal ini akan menjadi tantangan terbesar humas untuk terus menjaga kredibilitas dan kualitas informasi. (*/ida)

 

Humas Kementerian Agama Salatiga