Ekonomi Kerakyatan Berbasis UMKM Lebih Berkembang

Bincang Prediksi Ekonomi 2020 Dengan Arnaz Agung Andrarasmara

258
Arnaz Agung Andrarasmara
Arnaz Agung Andrarasmara

RADARSEMARANG.ID, Memasuki tahun 2020, berbagai sektor usaha diprediksi akan lebih berkembang, dari perekonomian Semarang akan lebih kuat dan mengalami pertumbuhan. Diprediksi adanya Pilkada serentak termasuk Pilwakot Semarang 2020, tidak akan berpengaruh kepada perekonomian di Kota Semarang. Berikut obrolan wartawan Jawa Pos Radar Semarang Adennyar Wycaksono dengan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara.

Banyak yang bilang 2019 adalah tahun yang sulit bagi pengusaha, bagaimana prediksi dengan 2020 mendatang?

Ketidakpastian ekonomi global masih akan berlanjut hingga 2020. Itu menyebabkan pertumbuhan ekonomi global secara keseluruhan diperkirakan terus mengalami perlambatan. Namun tahun 2019 dan 2020 ini akan menjadi momentum ekonomi kerakyatan untuk bangkit, khususnya bagi pengusaha menengah kebawah.

Lalu pengusaha menengah ke atas akan tetap mengalami kesulitan?

Saya rasa iya, karena keadaan saat ini bukan resesi. Yang terjadi adalah perputaran modal yang berpindah, dari menengah ke atas ke menengah ke bawah. Sektor ekonomi kerakyatan ini akan berkembang lebih bagus, syaratnya adalah memanfaatkan teknologi atau start up atau berinovasi.

Apakah ada faktor perang dagang yang menyulitkan pebisnis besar?

Salah satu penyebabnya memang perang dagang, pelaku usaha yang bergerak sektor ekspor impor pasti mengalami kendala. Untuk bertahan dan melewati masa sulit ini adalah melakukan inovasi, atau bahkan disverifikasi bisnis dengan membaca peluang yang ada.

Sektor bisnis apa yang propektif dan akan semakin berkembang selama 12 bulan mendatang?

Masih pada bisnis yang berbasis ekonomi kerakyatan, UMKM ataupun bisnis start up. Yang dibutuhkan adalah kemudahan perizinan, modal yang sangat penting bagi pelaku usaha.

Pembangunan Kota Semarang terus bergeliat. Sektor pariwisata kreatif digenjot, Pasar Johar Baru bisa mulai ditempati, lalu sektor apa lagi yang harus dibenahi?

Pemerintah memang sedang menargetkan pertumbuhan ekonimi sebesar 7 persen. Semarang menjadi kota pertumbuhannya tertinggi. Namun di sini harus ada konsistensi dalam pembangunan, bahkan untuk mencapainya, Mas Hendi (Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, red) mengajak warga untuk bergerak bersama. Saya yakin target ini bisa tercapai.

Untuk pariwisata memang menjadi salah satu faktor pertumbuhan ekonomi juga, namun jangan hanya terpaku pada Kota Lama. Harus ada penambahan tempat wisata baru atau menghidupkan lagi tempat wisata yang terbekalai, mulai dari Tinjomoyo dan Taman Lele , toh dari segi infastruktur sudah menunjang.

Pilkada serentak apa akan mempengaruhi sektor bisnis? Kalau iya seberapa besar? Jika tidak, seperti apa sektor bisnis saat Pilkada ?

Tidak ada pengaruhnya, malah akan membawa angin segar kepada pelaku usaha kecil. Misal bisnis sablon, jasa cetak akan booming. Ekonomi kerakyatan ini akan terus berkembang. Kalau untuk pengusaha besar, juga tidak berpengaruh, syaratnya adalah keadaan yang kondusif.

Lalu harapan Anda di 2020

Kalau bicara Semarang, sebenarnya simpel hanya dengan menjaga kondusifitas, membuka tempat wisata baru, destinasi wisata baru untuk menumbuhkan perekomomian terutama sektor ekonomi kerakyatan tadi. (*/ton)