alexametrics

Gowes ala Nenek-Nenek di Semarang, Selalu Bawa Bekal di Keranjang Depan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Usia itu hanya angka. Semangat tetap membara. Nenek-nenek di Kelurahan Karangayu, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang memilih gowes rutin agar sehat dan happy.

Komunitas sepeda ini tak memiliki nama. Tak ada pula struktur organisasi. Hobi yang menyatukan mereka. Sembilan ibu yang sebagian besar sudah memiliki cucu. Dewi adalah ibu yang paling muda, berusia 43 tahun. Sedangkan Sri Mangundari dan Mundir yang tertua. Masing-masing berusia 63 tahun.

Bagi mereka, gowes dilakukan untuk kumpul teman, jaga kesehatan, kesenangan hati serta menambah imun. Mereka pernah keliling Pantai Marina, Kota Lama, Jalan Pahlawan, Tugu Muda, dan masuk Grand Maerakaca. Kayuh sepeda dengan santai dan gembira

Sri Mangundari menjelaskan, biasanya gowes dilakukan secara estafet satu sama lain. Ada yang nyegat dekat dengan lokasi. Sehingga tidak lama untuk saling menunggu. Rata-rata sepeda yang mereka miliki memiliki keranjang di depan. Berguna sebagai tempat menaruh bekal.

“Kalau perutnya diisi nasi kan gak enak kalau gowes, maka berangkat dalam perut kosong dan bawa bekal untuk dimakan di perjalanan,” kata nenek yang akrab disapa Ndari ini. Mereka biasa berangkat pukul 06.00 setiap Rabu atau Jumat.

Banyak pengalaman yang dialami selama bersepeda bareng. Seperti ban sepeda Ndari pernah bocor ketika gowes ke Pantai Marina. Ia terpaksa menuntun sepedanya dari Pantai Marina ke rumah.

Sesampainya di rumah, capek dan mengantuk. Tapi terasa ringan karena terobati oleh kebahagiaan. “Untung saja tidak ke Kota Lama. Kalau di Kota Lama kan (pulangnya) sangat jauh,” katanya.

Cerita lain, ketika Ndari dan dua temannya gowes ke Kota Lama. Di sana, ada ibu yang menawarkan diri untuk membantu memotret para nenek yang mau foto-foto. Melihat penampilan ibu yang kurang meyakinkan dan bertato, Ndari sempat khawatir ponselnya hilang. Maka selama dibantu memfoto, ada salah satu anggota komunitas ini yang selalu mendampingi di pemotret ini. Ternyata hasilnya sangat bagus. Mereka diarahkan oleh ibu tersebut ke lokasi yang bagus untuk difoto. “Kami merasa berdosa, karena menilai dari penampilan ibu tersebut,” ungkapnya.

Pernah juga mereka bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat bersepeda. Karena tidak memakai masker, mereka kena tegur Ganjar. Waktu itu mereka sedang istirahat menikmati bekalnya. “Waktu itu (Pak Ganjar) dikawal orang banyak,” paparnya.

Ndari bersama teman-teman gowesnya selalu menikmati suasana yang ada di jalan ketika gowes. Mereka selalu memperhatikan kelompok gowes yang memiliki sepeda yang bagus dan berseragam yang dilengkapi helm. “Kami tidak iri dengan mereka. Justru kami bersyukur masih bisa gowes,” jelasnya.

Ia berpesan kepada ibu-ibu pada umumnya, jika memiliki sepeda, sempatkanlah melakukan gowes walaupun setengah jam untuk keliling kampung. Karena selain baik untuk tubuh, juga akan merasakan kebahagiaan ketika bersepeda. “Untuk yang tidak punya sepeda, kerjakanlah pekerjaan rumah dengan baik,” ungkapnya. (cr6/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya