alexametrics


Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID – Mengemban tugas sebagai Duta Wisata Kabupaten Magelang di tengah pandemi Covid-19, Denandra Purnamasari, semakin aktif mengedukasi masyarakat agar berwisata dengan mematuhi protokol kesehatan. Termasuk mempromosikan kembali destinasi wisata yang sempat terdampak pandemi. Selain itu, Denandra juga memiliki misi mengajak generasi muda peduli dan melestarikan budaya lokal.

Apa yang memotivasi kamu menjadi Duta Wisata?

Berawal dari keprihatinan saya terhadap kondisi masyarakat saat ini. Dari pengalaman pribadi saya. Awalnya saya meminta izin ke Ibu untuk ikut kesenian gedruk. Sebetulnya beliau mengizinkan. Tapi katanya tidak mau menonton karena malu. Dari situ saya berpikir kalau pola pikir seperti ini berbahaya. Karena generasi sekarang yang sebenarnya suka kesenian dan budaya lokal, malah bisa jadi malu dan takut. Lalu siapa yang nanti akan melestarikannya? Itu menjadi salah satu motivasi saya ikut ajang Duta Wisata Kabupaten Magelang. Karena ikut ajang ini bukan berarti hanya soal wisata. Tapi turut melestarikan budaya-budaya lokal.

Pengalaman paling berkesan selama menjadi Duta Wisata?

Semuanya berkesan. Mulai dari jatuh ketika belajar pakai heels, mata kecolok eyeliner saat belajar make up. Semua jatuh bangun itu saya nikmati. Proses itu yang membawa saya menjadi seperti sekarang. Terutama sesi foto beauty shoot yang pernah membuat saya trauma selama beberapa waktu. Berkat duta wisata, saya memiliki mental yang lebih kuat. Jadi bagi saya semua momen adalah pengalaman yang berkesan.

Upaya apa saja yang kamu lakukan untuk mempromosikan wisata Kabupaten Magelang?

Di era ini, tidak bisa dipungkiri bahwa media sosial menjadi prospek utama yang kami tekuni untuk promosi wisata. Selain itu, di setiap daerah juga ada kelompok sadar wisata (pokdarwis). Biasanya kami bekerja sama dengan pokdarwis-pokdarwis daerah lain. Kami juga saling membantu karena tujuannya sama-sama mempromosikan pariwisata. Tapi di masa pandemi ini, memang fokus kami ke media sosial dulu.

Bagaimana pengaruh pandemi terhadap aktivitas sebagai duta wisata? Solusinya bagaimana?

Awal pandemi, bisa dibilang perputaran ekonomi di tempat-tempat wisata anjlok. Sebab banyak warga desa yang menggantungkan hidup sehari-harinya pada destinasi wisata sekitar tempat tinggal mereka. Tapi di era normal, Alhamdulillah semua mulai bangkit. Kami para duta wisata juga mulai mempromosikan wisata lagi. Tapi tentunya harus sesuai protokol kesehatan.

Apa aktivitas sehari-hari selain menjadi Duta Wisata?

Saya terkadang mengambil beberapa job modeling. Sambil belajar karena rencana tahun depan saya mau kuliah di jurusan psikologi.

Apa cita-cita dan harapanmu ke depan?

Semoga semakin banyak masyarakat yang sadar wisata dan budaya. Jadi tidak ada lagi pola pikir masyarakat yang menganggap kebudayaan daerah kuno. (rhy/zal)

 

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer