alexametrics

70 Persen Pemohon Dispensasi Kawin adalah Siswi SMK

Rekomendasi

Sensasi Nonton Film di Bioskop Belum Bisa Tergantikan

RADARSEMARANG.ID - Selama masa pandemi Covid-19, banyak bioskop tiarap. Kendati Semarang merupakan salah satu kota yang memberikan kelonggaran untuk...

Pengelola Bioskop Tiarap, Penonton Beralih ke Platform Digital

RADARSEMARANG.ID - Meski sudah dibuka, ternyata minat masyarakat masih tetap minim untuk menonton film di bioskop. Masyarakat memilih menonton...

RADARSEMARANG.ID – Panitera Muda Pengadilan Agama Semarang  Junaidi mengungkapkan, dari sekian banyak permohonan dispensasi kawin yang ditangani, mayoritas masih berstatus siswi SMK. Jumlahnya mencapai 70 persen. “Apa mungkin karena pendidikan agamanya kurang ya,” duganya.

Junaidi menambahkan, setiap mengajukan permohonan dispensasi kawin, bukan hanya calon pengantin yang akan menjalani sidang. Namun wali dari kedua belah pihak juga dihadirkan dalam sidang. Sebab, memutuskan untuk memberikan persetujuan menikah bukan perkara mudah. Wali ikut bertanggungjawab dalam persoalan nafkah, keharmonisan, dan lain-lain.

“Mereka kan masih anak-anak, pikirannya belum matang. Jadi harus didampingi. Makannya nanti bagaimana? Tinggalnya di mana? Suasana rumah tangganya seperti apa? Wali harus ikut bertanggungjawab, jangan sampai datang lagi ke sini mengurus perceraian,” tegasnya.

Staf  Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni Ninik Jumonita menjelaskan, terdapat beberapa penyebab pernikahan dini. Pertama, kata dia, orangtua belum menjalankan fungsi dan peran keluarga secara maksimal. Hingga anak terlibat pergaulan bebas dan terjadi kehamilan.  “Ketika sudah hamil bagaimana? Ketika balik ke lingkungan sosial akan mendapat stigma negatif, dan solusinya tidak lain adalah menikah dini,” katanya.

Penyebab kedua, lanjut dia, alasan ekonomi. Ninik menjabarkan bagaimana faktor ekonomi bisa menjadi pemicu terjadinya pernikahan anak. “Orangtua mungkin ada, tapi ekonominya tidak mampu mencukupi kebutuhan anak, sehingga jalan satu-satunya ketika punya anak perempuan, yakni dengan dinikahkan dini. Tidak pandemi pun kasus seperti ini marak, apalagi saat pandemi di mana perekonomian juga sulit,”  bebernya.

Ia menemukan fakta di lapangan yang paling rentan terkena perkawinan anak adalah pihak perempuan. “Anak laki-laki itu baru mau menikah jika sudah telanjur menghamili si perempuan, itu pun kalau ketahuan dan tidak kabur,” katanya kesal.

Sementara itu, data yang diperoleh dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, jumlah dispensasi pernikahan anak di bawah umur dalam tiga tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Pada 2018 ada 61 permohonan, kemudian pada 2019 ada 105, dan pada 2020 ada 235 permohonan.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Semarang John Richard Latuihamallo mengaku miris dengan tingginya kasus pernikahan usia anak di Kota Semarang. Apalagi rata-rata calon pengantin anak ini masih berstatus siswa SMA/SMK.

“Sesuai Undang-Undang No 16 Tahun 2019 batas minimal menikah bagi laki-laki dan perempuan itu 19 tahun. Kalau di bawah itu masih terhitung anak-anak. Menurut saya, idealnya menikah itu kalau laki-laki ya minimal 25 tahun, dan perempuan 22 tahun. Itu baru matang,” kata John Richard Latuihamallo kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (21/2/2021).

Menurutnya, pernikahan anak di bawah umur merupakan bentuk pelanggaran dari hak-hak anak, meski terdapat budaya masyarakat yang menempatkan kawin usia anak sebagai sebuah keharusan. Apalagi kondisi ekonomi masyarakat yang berada di garis kemiskinan, tentu akan menyebabkan kontrol orangtua kepada anak-anak menjadi lebih sedikit.

“Anak perempuan yang sudah kawin tidak boleh sekolah. Tentu akan membuat kesempatan berkreativitas menjadi terhambat. Maka bisa saja memasukkan anak pada lingkaran kemungkinan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, baik secara fisik maupun psikis,” bebernya. (ifa/cr2/jks/aro)

Terbaru

BRI Kembali Turunkan Suku Bunga Kredit, Simak Rinciannya!

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Pada pertengahan Februari lalu Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar...

Lainnya

Pengelola Bioskop Tiarap, Penonton Beralih ke Platform Digital

RADARSEMARANG.ID - Meski sudah dibuka, ternyata minat masyarakat masih tetap minim untuk menonton film di bioskop. Masyarakat memilih menonton...

Sensasi Nonton Film di Bioskop Belum Bisa Tergantikan

RADARSEMARANG.ID - Selama masa pandemi Covid-19, banyak bioskop tiarap. Kendati Semarang merupakan salah satu kota yang memberikan kelonggaran untuk...

Galakkan Program ‘Jo Kawin Bocah’

RADARSEMARANG.ID - Pernikahan anak sudah marak sejak lama. Bukan hanya saat pandemi Covid-19. Legal Resources Center untuk Keadilan Jender...

Pernikahan Anak Meningkat, Mayoritas karena Hamil Duluan

RADARSEMARANG.ID - Selama pandemi Covid-19, pernikahan usia anak cenderung meningkat. Rata-rata calon pengantin masih berstatus pelajar sekolah. Mereka terpaksa...

Dibangun Megah Tapi Mangkrak, Buat Apa?

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Suporter Semarang bersikeras agar PSIS kembali berkandang di Stadion Jatidiri tahun ini. Tagar #2021BaliJatidiri terus disuarakan,...

Banjir Bandang Menerjang saat Warga Tidur Lelap

RADARSEMARANG.ID - Banjir bandang Sampangan yang terjadi pada 25 Januari 1990 tak pernah dilupakan oleh warga Kota Lunpia. Bencana...

Mati Urip Neng Omah Kene, Ora Nduwe Tonggo Ora Opo-opo

RADARSEMARANG.ID - Pasutri Rukani, 55, dan Pasijah, 50, sudah 10 tahun tetap bertahan sendiri di Dukuh Rejosari Senik, Desa...

Yang Belajar Anak, Yang Repot Orang Tua

RADARSEMARANG.ID - Selama pandemi Covid-19, semua pembelajaran di sekolah menggunakan daring (dalam jaringan). Praktis, setiap orang tua siswa harus...

Menarik

Ratusan Napi Dites Urine

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah melakukan razia di Rumah Tahanana Rowobelang Kelas II B Batang...

Optimalisasi Model Pembelajaran PBL dengan WA

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 memaksa kebijakan social distancing atau physical distancing (menjaga jarak fisik) untuk meminimalisir persebaran Covid-19. Kementrian Pendidikan...

Kota Magelang Kembali Raih WTN

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) kategori kota sedang. Penghargaan diserahkan...

Kunjungan Mal Masih Rendah

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tersisa satu bulan lagi di 2020, kunjungan mal terpantau masih belum stabil. Tingkat kunjungan menunjukkan angka...

Ketagihan Belajar PAIBP sambil Bermain Kartu Tempel

RADARSEMARANG.ID, Dalam muatan pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIdBP) pada jenjang SD/MI kelas 3 semester 1 terdapat...

Populer

Sembilan PTS di Jateng Direkomendasi Ditutup, Ini Penyebabnya

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sembilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jateng direkomendasikan ditutup. Selain itu, sebagian lagi ada yang dimerger...

Tahanan Bisa Ikut Sumbang Kas Negara

RADARSEMARANG.ID, Batang - Kegiatan bimbingan kerja di Rutan Kelas IIB Rowobelang Batang ikut menyumbang pendapatan negara. Senin (1/3/2021) pagi,...

Ratusan Anggota Polres Magelang Kota Divaksin

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Sebanyak 553 anggota Polres Magelang Kota mendapatkan jatah vaksinasi Covid-19 Sinovac tahap 2 dosis pertama. Mereka dijadwalkan...

Perbolehkan Belajar Tatap Muka, agar Character Building Tak Hilang

RADARSEMARANG.ID, Pemerintah Kabupaten Batang berani mengambil keputusan untuk memberlakukan belajar tatap muka awal Maret 2021. Hanya desa dengan zona...

Banjir Surut, Sampah Menggunung

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Usai musibah banjir yang melanda wilayah di Kota Pekalongan, sampah mulai bermunculan. Mulai dari sudut jalan...