alexametrics

Dibangun Megah Tapi Mangkrak, Buat Apa?

Rekomendasi

Saya Jadi Nggak Tega, Sesak Nafas Itu Berat

RADARSEMARANG.ID - Plasma konvalesen diyakini bisa menjadi salah satu penyembuh pasien positif Covid-19. Sejumlah mantan pasien Covid-19 tergerak menyumbangkan...

Penyintas Covid-19 Jangan Takut Donor Plasma

RADARSEMARANG.ID - Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Jateng mendorong berbagai instansi untuk membentuk paguyuban donor darah. Selain itu, masyarakat...

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Suporter Semarang bersikeras agar PSIS kembali berkandang di Stadion Jatidiri tahun ini. Tagar #2021BaliJatidiri terus disuarakan, baik di media sosial, spanduk, maupun mural di sejumlah titik di Kota Semarang. Tapi keinginan tersebut sepertinya harus dipendam dulu. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo belum memberikan lampu hijau.

Pembangunan Stadion Jatidiri Semarang sampai saat ini belum rampung. Namun sudah banyak pihak, khususnya suporter PSIS, yang mendesak supaya Jatidiri bisa digunakan untuk pertandingan.

“Jadi atau belum jadi, tahun 2021 ini, PSIS harus kembali ke Jatidiri,” tegas Sekretaris Umum (Sekum) DPP Panser Biru Toby Putra Mahendra kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Toby menuturkan, sudah sekitar tiga tahun fans fanatik PSIS Semarang harus bertandang ke Stadion Moch Soebroto, Magelang. Tiga tahun pula suporter bolak-balik Semarang-Magelang-Semarang sampai memakan korban akibat kecelakaan.

“Kalau sekarang (stadion) dibangun megah, tapi mangkrak, buat apa? Lebih baik digunakan untuk PSIS. Semoga gubernur mudeng dengan keinginan kami,” katanya.

Ketua Umum Panser Biru Kepareng menegaskan, pihaknya  akan terus berjuang, PSIS tahun ini harus kembali ke Jatidiri. Ia mengaku sudah beraudiensi dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah. Termasuk, sudah mendapatkan dukungan dari DPRD Jawa Tengah.

Tapi, ternyata Gubernur Jateng justru meminta pertimbangan dari Asprov PSSI Jateng, dan hasilnya Jatidiri tidak boleh digunakan kompetisi resmi. Tapi, kalau hanya untuk latihan saja, sudah bisa.“Itu hanya akal-akalan Pak Gub, kami akan terus berjuang,” tegasnya.

Kepareng mengatakan, sebenarnya sudah melakukan berbagai cara agar PSIS kembali ke Jatidiri 2021. Mural sudah dibuat dengan swadaya hampir di seluruh titik Kota Semarang. Termasuk dengan mengirim karangan bunga untuk Gubernur Jateng.

Terakhir, rencananya, Senin 11/1 hari ini, 1000 suporter akan turun ke Gubernuran Jateng. Tapi, rencana itu terpaksa ditunda lantaran tidak mendapatkan izin dari Polrestabes Semarang. “Iya, sementara ditunda, karena tidak ada izin dari Polrestabes dan hanya dibolehkan audiensi terbatas,” tambahnya.

Sebenarnya keinginan suporter sangat sederhana. PSIS Semarang kembali ke Stadion Jatidiri pada 2021 ini.  Stadion kebanggaan warga Kota Lunpia ini sudah hampir tiga tahun direnovasi. Pada 2020 lalu, diprediksi sudah rampung, dan bisa menjadi tempat untuk memajukan prestasi atlet di Jateng. Tapi, target meleset karena sepanjang 2020 justru mandek dan Pemprov Jateng fokus penanganan Covid-19.

Praktis, selama tiga tahun, suporter PSIS baik Panser Biru maupun SneX harus bolak-balik Semarang-Magelang-Semarang. Sebab, PSIS memilih Stadion Moch Soebroto, Magelang sebagai kandang. “Kami ingin PSIS ke Jatidiri. Dulu 2016 saja saat masih direnovasi juga bisa digunakan kompetisi,” katanya.

Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang AS Sukawijaya mengatakan, keinginan para suporter itu sebenarnya sederhana. Harusnya gubernur memberikan izin agar PSIS kembali ke Jatidiri. Minimal bisa digunakan terlebih dahulu meskipun belum rampung 100 persen. “Jika ada kekurangan dalam pembangunan, kami PSIS pasti akan membantu,” ujarnya.

Ia mencontohkan saat meminta izin penggunaan Stadion Citarum ke Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Boleh digunakan tetapi harus ada perbaikan, ya pihaknya ikut memperbaiki dan juga menyewa. Pun dengan Stadion Moch Soebroto, juga seperti itu. Bahkan pihaknya menghibahkan bantuan tersebut.

“Di Jatidiri kalau ada kekurangan biar tidak membebankan pemprov, manajemen bisa bantu. Daripada tidak dipakai pada 2021, boleh dong kami pakai,” katanya.

Pria yang akrab dipanggil Yoyok Sukawi ini menambahkan, sebenarnya Jatidiri bisa digunakan meski belum selesai. Sebab, renovasi sudah 80 persen, dan hanya beberapa bagian yang belum rampung. Kompleks Jatidiri tidak hanya stadion sepak bola, tapi juga lapangan atau arena cabang olahraga lain. “Jadi, jika memang dibolehkan, kami juga tidak akan lepas tangan. Tentu kekurangan apa yang bisa dikerjakan akan dilakukan,” tegasnya.

Yoyok menegaskan, pihaknya tidak ingin menguasai Jatidiri atau ada kepentingan lain. Semua itu juga untuk menepis isu yang berkembang seolah-olah PSIS ingin menguasai Jatidiri. “Kepentingannya kami murni hanya karena aspirasi dari para suporter dan manajemen yang ingin PSIS kembali ke Jatidiri. Tidak ada niatan lain,” katanya. (fth/aro)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Saling Berbagi Bersama Anak

RADARSEMARANG.ID - Begitu divonis positif Covid-19, saya langsung memutuskan isolasi mandiri. Berarti dua kali saya menjalaninya. Yang pertama, 28 Maret...

Lainnya

Penyintas Covid-19 Jangan Takut Donor Plasma

RADARSEMARANG.ID - Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Jateng mendorong berbagai instansi untuk membentuk paguyuban donor darah. Selain itu, masyarakat...

Saya Jadi Nggak Tega, Sesak Nafas Itu Berat

RADARSEMARANG.ID - Plasma konvalesen diyakini bisa menjadi salah satu penyembuh pasien positif Covid-19. Sejumlah mantan pasien Covid-19 tergerak menyumbangkan...

Pemprov Jateng: Sabar, Pembangunan Jatidiri Belum Rampung

RADARSEMARANG.ID - Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng Sinoeng Rachmadi meminta supaya masyarakat, khususnya suporter PSIS bersabar....

Bahaya Mengintai ‘Manusia Silver’ Jika Menggunakan Cat Biasa Selama Bekerja

RADARSEMARANG.ID - Pemakaian cat sembarangan di tubuh bisa membahayakan kesehatan. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Semarang dr Elang...

Habiskan Rp 109 Miliar, Seperti Ini Penampakan Flyover Ganefo Mranggen

RADARSEMARANG.ID - Mulai 8 Oktober lalu, flyover Ganefo Mranggen, Kabupaten Demak mulai dibangun. Proyek jalan layang yang menghubungkan jalur...

WARGA MULAI PINDAH, PENGERJAAN MASIH 2021

RADARSEMARANG.ID,Tingginya tingkat pengguna jalan membuat sejumlah jalan protokol di Kota Semarang kerap mengalami kemacetan. Salah satunya Jalan Sriwijaya. Krodit...

Jika Ada Monumen Pohon Asam, Ini Unik dan Menarik

RADARSEMARANG.ID - Pohon asam sama rindangnya dengan pohon beringin. Namun pohon asam lebih bersejarah, konon menjadi asal nama Kota...

Satu Merpati Butuh Pakan Rp 200 Ribu Sebulan

RADARSEMARANG.ID - Sejak tiga bulan lalu, klub merpati balap Jolo Sutro 189 asal Batang tak berlatih di lapangan. Mereka...

Siswa Lebih Jeli Menyerap Informasi

RADARSEMARANG.ID TIGA mading yang dimiliki SMPN 32 Semarang ini masih eksis hingga kini. Mading tersebut berisi ragam kreasi siswa....

Potensi Kuliner Perkuat Semarang Kota Wisata

RADARSEMARANG.ID, Kota Semarang terus berbenah, mulai perbaikan objek wisata hingga fasilitas penunjangnya. Tak terkecuali menumbuhkan eksistensi keanekaragaman kuliner Semarang...

Kampung Tematik Semarang, Hidup Segan Mati Tak Mau

RADARSEMARANG.ID - Kota Semarang gencar menciptakan kampung tematik. Sejak 2016 hingga 2019, setidaknya sudah ada 209 kampung tematik yang...

Tak Sabar Manfaatkan Bantaran BKT, Warga Bangun Belasan Lapangan Sepakbola

RADARSEMARANG.ID - Pemandangan tepian Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) yang penuh ilalang, sebagian kini sudah sirna. Lokasi tersebut sekarang...

Menarik

Bermain Crossword Puzzle dalam Pembelajaran IPS

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran adalah sebuah proses atau cara yang dilakukan agar seseorang melakukan kegiatan belajar. Kegiatan pembelajaran adalah proses yang...

Diputus Pacar, Pemuda Panjat Tower 30 M

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Warga Kelurahan Tlogomulyo Kecamatan Pedurungan digegerkan adanya pemuda yang memanjat tower setinggi 30 meter. Aksi tersebut dilakukan pemuda bernama...

Meningkatkan Kemampuan Membaca Alquran dengan Metode SAS

RADARSEMARANG.ID, ALQURAN adalah kalam Allah yang suci dan memiliki keistemewaan terutama pada susunan bahasanya yang unik...

Kenakan Batik Karya Siswa SMK

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Penampilan pejabat dan istri pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, benar-benar memeriahkan Jateng in Fashion 2019...

Menolak Penggunaan Plastik, Transaksi dengan Kreweng

RADARSEMARANG.ID, - Pasar Minggon Jatinan di Hutan Kota Rajawali Kota Batang ini konsisten menolak penggunaan plastik. Pasar yang hanya...

Populer

Kelezatan Pecel Keong Mbak Toen Tersiar hingga Malaysia

RADARSEMARANG.ID – Berbicara tentang nasi pecel, mungkin sudah biasa di telinga kita. Tetapi apa jadinya jika nasi pecel yang...
%d blogger menyukai ini: