alexametrics

Siswa Ngambek Belajar karena Ingin Ketemu Guru

Kiprah Guru bagi Siswa Berkebutuhan Khusus di Masa Pandemi

Rekomendasi

Selamat setelah Naik ke Kubah Masjid

RADARSEMARANG.ID - Banjir bandang Sampangan tak pernah dilupakan Suparti, 74, warga Jalan Simongan I RT 8 RW 2, Semarang...

Beli Baju Ukuran Kecil agar Semangat Diet

RADARSEMARANG.ID - Banyak hal yang memotivasi orang gemuk untuk diet. Selain masalah kesehatan, bosan karena sering di-bully juga menambah...

Banjir Bandang Menerjang saat Warga Tidur Lelap

RADARSEMARANG.ID - Banjir bandang Sampangan yang terjadi pada 25 Januari 1990 tak pernah dilupakan oleh warga Kota Lunpia. Bencana...

RADARSEMARANG.ID – Masa pandemi Covid-19 membuat sistem pendidikan di Indonesia berubah. Tidak semua guru dan siswa bisa segera beradaptasi dengan pembelajaran daring. Butuh inovasi-inovasi baru, termasuk pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus.

Kendala pembelajaran daring pada siswa difabel dirasakan Sujadi, salah satu guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Kota Semarang. Pihak guru akan membuat soal dan nantinya dikirim melalui whatsapp ke orang tua siswa. Nantinya orangtua akan membantu anaknya untuk mengerjakan tugas. Namun ada pula yang ngambek tidak mau belajar daring. “Ada juga beberapa anak yang tidak mau mengerjakan karena pengen ketemu gurunya,” ungkap pria kelahiran Kulon Progo ini pada Jawa Pos Radar Semarang.

Perhatian penuh harus diberikan pada siswa tuna grahita. Sebab mereka sering kesulitan menerima materi yang diberikan. Di samping daya ingat yang rendah, terkadang para murid juga tidak sepenuhnya bisa untuk mengikuti pembelajaran daring ini. “Peranan orang tua sendiri di sini sangat penting, apalagi dengan anak-anak yang begini perlu adanya perhatian khusus dan selalu membantu si anak itu sendiri. Misalnya, untuk pelajaran olahraga tiap hari Jumat, orang tua ya membuat video dan dikirimkan ke saya,” jelasnya.

Kejadian-kejadian unik dan lucu seringkali menghiasi proses pembelajaran daring ini. Mulai dari si anak yang ingin ketemu gurunya secara langsung sampai tingkah-tingkah lucu saat video call. Pria yang sudah mengabdi selama 34 tahun di YPAC ini mengaku bahwa penting bagi seorang guru untuk ikhlas dan sabar mengabdi terlebih untuk anak-anak berkebutuhan khusus, “Jadi ya kalo pepatah Jawa bilang sopo sing nandur kuwi bakal ngunduh,” jelasnya. Karena ia percaya bahwa siapa yang berbuat kebaikan dan memberikan ilmu suatu saat akan memperoleh hasilnya, entah di dunia atau di akhirat.

Penyesuaian sistem pembelajaran juga dilakukan Muhammad Saifudin, salah satu guru di SLB Swadaya Semarang. Meski belum optimal dan masih banyak kendala, ia tetap semangat mengajar siswa tunarungu. “Kendalanya, orang tuanya kurang bisa membantu anaknya pada saat pembelajaran serta masih banyak yang belum mengerti tentang aplikasi yang digunakan. Terlebih lagi kalau anaknya yang susah untuk diajak kelas, menurut saya itu yang paling menjadi kendala,” jelasnya.

Namun dengan sabar, pria kelahiran Demak ini membantu para orang tua yang kesusahan dalam membantu anak dalam mengikuti kelas daring. Selain menggunakan aplikasi Zoom, Udin juga menggunakan Whatsaap agar para orang tua lebih mudah mengakses materi. Selain itu, pembelajaran di rumah dirasa sulit karena pandangan anak tentang rumah adalah tempat melepas penat. Maka dari itu ia tidak pernah menuntut para murid untuk menyelesaikan tugas atau materi yang digunakan. Yang terpenting setiap hari siswa bisa belajar walapupun hanya satu sampai dua jam.

Banyak kejadian-kejadian yang dialami oleh Saifudin selama mengajar siswa difabel. Salah satunya pada saat masih pembelajaran tatap muka, sering siswa bertengkar karena hal sepele. Bahkan siswa bertengkar dengan guru pun pernah terjadi. Sedangkan saat pembelajaran daring, orang tua mengatakan anak-anaknya baik-baik saja. Namun seringkali orang tua juga mengeluhkan anak-anaknya sulit untuk disuruh mengikuti pembelajaran dan lebih memilih untuk bermain game.

Ikatan emosianal dengan para siswa jadi alasan para guru, terutama Saifuddin, untuk terus mengajar dan mengabdi di sekolah berkebutuhan khusus. Walaupun secara finansial bisa dikatakan kurang, dasar itu adalah hal yang tak ternilai dan tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata. Kesabaran dan kesenangan dalam mengajar membuat para guru tidak bisa lepas dari pengabdian. (mg18/mg19/ton)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Tekanan Darah Tinggi, Wali Kota Salatiga Batal Divaksin Pertama

RADARSEMARANG.ID, Salatiga -  Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat menjadi orang pertama di kota Salatiga yang di suntik vaksin sinovac. Seharusnya...

Lainnya

Selamat setelah Naik ke Kubah Masjid

RADARSEMARANG.ID - Banjir bandang Sampangan tak pernah dilupakan Suparti, 74, warga Jalan Simongan I RT 8 RW 2, Semarang...

Banjir Bandang Menerjang saat Warga Tidur Lelap

RADARSEMARANG.ID - Banjir bandang Sampangan yang terjadi pada 25 Januari 1990 tak pernah dilupakan oleh warga Kota Lunpia. Bencana...

Turunkan Berat Badan secara Instan, Berpotensi Gemuk Kembali

RADARSEMARANG.ID - Berat badan ideal tak melulu berhubungan dengan penampilan yang lebih menarik. Menurut dokter spesialis gizi dr. Martha...

Beli Baju Ukuran Kecil agar Semangat Diet

RADARSEMARANG.ID - Banyak hal yang memotivasi orang gemuk untuk diet. Selain masalah kesehatan, bosan karena sering di-bully juga menambah...

Main Layang-Layang Tak Takut Nyangkut Kabel Listrik

RADARSEMARANG.ID - Pandemi covid-19 membuat masyarakat Kota Semarang membutuhkan lebih banyak ruang publik untuk melepas penat. Alun-Alun Johar yang...

Siswa Difabel Kesulitan Belajar Daring, Guru Andalkan Home Visit

RADARSEMARANG.ID - Home visit sejak Oktober juga dilakukan guru SLB Negeri Kota Semarang. Dalam seminggu, guru bisa satu atau...

Sentra Akik Pasar Dargo Sepi, Pedagang Menjerit

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sentra batu akik di Pasar Dargo Semarang kini terlihat sepi. Sebagian besar kios akik tidak dihuni...

WARGA MULAI PINDAH, PENGERJAAN MASIH 2021

RADARSEMARANG.ID,Tingginya tingkat pengguna jalan membuat sejumlah jalan protokol di Kota Semarang kerap mengalami kemacetan. Salah satunya Jalan Sriwijaya. Krodit...

Organisasi Membuat Perlombaan Merpati Lebih Kompetitif

RADARSEMARANG.ID - Pemilik tim Merpati Balap MIKI Team, Cendra Santosa menceritakan, saat ini balap merpati lebih terorganisir. Bahkan memiliki...

Cemoohan Justru Pelecut untuk Berprestasi

RADARSEMARANG.ID, Kehidupan Sulastri berubah 180 derajat, ketika lima tahun lalu dokter dan psikolog memvonis putera sulungnya mengidap mental retardation...

Bangunan Rusak, Penuh Debu dan Kotoran Kelelawar

RADARSEMARANG.ID - Taman Mini Jawa Tengah di kompleks Grand Maerakaca kondisinya memprihatinkan. Sejumlah anjungan rumah adat dari 35 kabupaten/kota...

40 Tahun Jadi Pilot, Ini Pengalaman Paling Berkesan Kapten Hanafi Herlim

RADARSEMARANG.ID - Nama Hanafi Herlim sudah tak asing lagi di dunia penerbangan. Ia adalah pilot senior dari maskapai tersohor...

Menarik

Suami Di-PHK, Istri Kecantol Pria Lain

RADARSENARANG.ID, Sudah jatuh masih tertimpa tangga. Itulah nasib John Dori. Sudah di-PHK dari pekerjaannya, sang istri meninggalkannya. Tak...

Stok Elpiji Bersubsidi Aman Selama Ramadan

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan - Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan menjamin stok elpiji bersubsidi tiga kilogram  tercukupi selama bulan...

Pencemaran Sungai Parat, Ditemukan Bangkai Babi

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN, - Pencemaran Sungai Parat di Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang yang diduga dari limbah peternakan babi...

Belajar Ekosistem, Ajak Siswa ke Kebun

RADARSEMARANG.ID, IPA merupakan salah satu Mata Pelajaran yang mempunyai ruang lingkup sangat luas. Di dalam IPA dipelajari tentang sesuatu...

Dua Mantan Napiter Testimoni di Depan Siswa

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG -Dua mantan narapidana teroris (napiter), Mahmudi Hariono alias Yusuf dan Wawan, menilai pelajar dan mahasiswa rawan disusupi paham radikalisme dan...

Populer

Kisah Pilu Dewi Firdauz, Ibu yang Digugat Anaknya Gara-Gara Toyota Fortuner

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kasus anak menggugat ibu kandung yang dialami Dewi Firdauz, 50, menimbulkan banyak simpati dari masyarakat. Dukungan...
%d blogger menyukai ini: