alexametrics

50 Kampung Tematik Kurang Berkembang

Baca Lainnya

Siswa Difabel Kesulitan Belajar Daring, Guru Andalkan Home Visit

RADARSEMARANG.ID - Home visit sejak Oktober juga dilakukan guru SLB Negeri Kota Semarang. Dalam seminggu, guru bisa satu atau...

Jadi Guru SLB Harus Ekstra Sabar dan Ikhlas

RADARSEMARANG.ID - Tidak sembarang orang mendapat panggilan untuk mengemban tugas menjadi seorang guru, terlebih di Sekolah Luar Biasa (SLB)....

Siswa Ngambek Belajar karena Ingin Ketemu Guru

RADARSEMARANG.ID - Masa pandemi Covid-19 membuat sistem pendidikan di Indonesia berubah. Tidak semua guru dan siswa bisa segera beradaptasi...

RADARSEMARANG.ID – Pemberdayaan masyarakat di tingkat rukun warga (RW) di kelurahan dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.  Salah satunya adalah membuat kampung tematik dengan harapan bisa meningkatkan perkonomian masyarakat.

Sayangnya, dari 209 kampung tematik yang dibentuk sejak 2016 hingga 2019, hanya ada 28 kampung tematik yang berkembang dan naik kelas. Sisanya, 131 kampung tematik ketegori sedang atau biasa saja, serta 50 kampung tematik kurang berkembang.

Kabid Perencanaan Pemerintahan Sosial, dan Budaya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang Slamet Budi Utomo mengatakan, monitoring dan evaluasi kampung tematik yang dibentuk selalu dilakukan Pemkot Semarang setiap tahunnya. Hal ini dilakukan untuk melihat perkembangan kampung tematik yang sudah terbentuk.

“Hasil monitoring kemarin, ada 28 kampung tematik yang naik kelas atau kategorinya baik, 100-an kampung tematik biasa saja, dan 50-an kampung tematik kurang,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk kampung tematik yang kategorinya baik, pemberdayaan masyarakat, dari sisi sosial ekonomi ini bisa berkembang dengan baik. Karena itu, akan terus didorong oleh pemkot agar bisa naik kelas melalui CSR atau dana APBD. “Ada yang sangat layak, misalnya jadi tempat wisata baru, atau menjadi sentra UMKM,” tambahya.

Sementara untuk kampung tematik yang kurang, menurutnya, terjadi karena beberapa kendala. Misalnya, pemberdayaan masyarakat yang tidak maksimal, dan tidak mudah untuk mengembangkan kampung tematik tersebut dari segi infrastruktur. Misalnya, pelebaran jalan, lahan parkir, dan lainnya.

“Mereka butuh pemasaran, perawatan secara komunal, dan nyatanya menggerakkan masyarakat ini memang tidak mudah,” tuturnya.

Ia mencotohkan, kampung tematik yang tidak berkembang misalnya Kampung Agroponik dan Hidroponik di Semarang Barat, Kampung Jambu Kristal di Wates, dan Kampung Keripik Sukun di Peterongan. “Balik lagi ke pemberdayaan masyarakat, kalau hanya lima orang saja yang bekerja, tentu susah berkembang,” ujarnya.

Maksud pembuatan kampung tematik sendiri adalah menggerakkan perkonomian di lapisan bawah yang bisa merangsang pertumbuhan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan di Kota Semarang. Meskipun ada 50 kampung tematik yang kurang, Bappeda, lanjut dia, tetap akan menggali potensi di wilayah lainnya, dan fokus mengembangkan kampung tematik yang sudah berjalan dengan baik.

Ketentuannya adalah kelurahan dan kecamatan bersama masyarakat bisa menggali potensi yang ada. Biasanya kampung yang sudah memiliki bibit potensi tertentu, misalnya kampung jajanan pasar yang ada di Kelurahan Karanganyar, Tugu, di mana mayoritas warga di sana adalah pembuat makanan ringan.

“Kalau dari segi bahasa, yang 50 ini bisa dikembangkan, namun tidak bisa naik kelas lagi. Kampung jajanan ini menjadi salah satunya yang berkembang, mereka bisa masuk ke pemerintahan, BUMN, bahkan perbangkan,” katanya.

Setiap kampung, lanjut dia, diberikan gelontoran dana segar sebesar Rp 200 juta. Meski ada 50-an kampung yang kurang tadi, Bappeda menilai dana tersebut tetap digunakan untuk memberdayakan masyarakat. “Kalau yang sudah berkembang, nanti kita keroyok bareng agar naik kelas. Melibatkan lintas OPD, stakeholder dan lainnya, termasuk mencarikan dana CSR,” ujar dia.

Pada tahun ini, sejatinya Bappeda telah berencana membentuk 26 kampung tematik. Namun karena terhantam pandemi Covid-19 dan diharuskan melakukan recofusing anggaran, kampung tematik ini baru akan direalisakan pada 2021 mendatang. “Anggaran yang diberikan per kampung masih sama, yakni Rp 200 jutaan,” ujarnya. (den/aro/bas)

Lainnya

Siswa Difabel Kesulitan Belajar Daring, Guru Andalkan Home Visit

RADARSEMARANG.ID - Home visit sejak Oktober juga dilakukan guru SLB Negeri Kota Semarang. Dalam seminggu, guru bisa satu atau...

Jadi Guru SLB Harus Ekstra Sabar dan Ikhlas

RADARSEMARANG.ID - Tidak sembarang orang mendapat panggilan untuk mengemban tugas menjadi seorang guru, terlebih di Sekolah Luar Biasa (SLB)....

Siswa Ngambek Belajar karena Ingin Ketemu Guru

RADARSEMARANG.ID - Masa pandemi Covid-19 membuat sistem pendidikan di Indonesia berubah. Tidak semua guru dan siswa bisa segera beradaptasi...

Awalnya Cuma Tiga Orang, Sekarang Sekampung Fokus Budidaya Bonsai

RADARSEMARANG.ID - Bagi para pecinta bonsai, pasti tak asing dengan Kampung Bonsai Pongangan Gunungpati. Kampung yang berlokasi di Jalan...

Merawat Bonsai Membutuhkan Keseriusan, Kesabaran, dan Konsistensi

RADARSEMARANG.ID - Seni bonsai tak lekang oleh waktu. Pohon yang sengaja dikerdilkan ini selalu menyuguhkan keindahan. Selaras dengan harganya...

Dusun Kedung Glatik Bakal Ditenggelamkan

RADARSEMARANG.ID - Pemerintah Pusat lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun bendungan raksasa. Namanya Bendungan Jragung....

Terbaru

Pilkada Demak, Jalin Silaturahmi, Hindarkan Permusuhan

RADARSEMARANG.ID, Demak - Pemilihan kepala daerah (pilkada) merupakan proses demokrasi biasa yang harus dilalui bersama. Karena itu, dalam konteks...

Integrasi Digitalisasi Informasi Satu Data Vaksin COVID-19, Dua BUMN Digandeng

RADARSEMARANG,ID, JAKARTA - Kementerian Kesehatan menargetkan usia 18-59 tahun untuk program vaksinasi COVID-19 tahap pertama. Untuk mengintegrasikan sistem informasi satu data vaksinasi COVID-19, Pemerintah...

Idealnya Kembalikan ke Fungsi Pasar Tradisional Saja

RADARASEMARANG.ID, Beberapa pasar tradisional di Kota Semarang kondisinya sepi. Bahkan ada pula yang berubah fungsi menjadi tempat tinggal. Komisi B DPRD Kota Semarang meminta...

Rotary Sumbang 100 Gawai Untuk Siswa

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Organisasi kemanusiaan Rotary Club Semarang sumbang 100 gawai untuk siswa terdampak pandemi Covid-19. Ini karena masih banyak siswa yang belum bisa...

Tambah Layanan, Kurangi Kerumunan

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pengadilan Negeri (PN) Semarang menambah pelayanan sistem informasi berbasis digital yakni PN Semarang mobile. Selain mempermudah pelayanan kepada masyarakat, hal tersebut...

Populer

Pemerintah Buka Lowongan Sejuta Guru PPPK, Gaji Rp 4,06 Juta

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA  – Pemerintah akan menambah jumlah guru di sekolah-sekolah negeri. Caranya, membuka rekrutmen guru kontrak berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Kuota...

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Jelajahi Kotamu dan Abadikan Momen Akhir Tahun 2020

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Liburan dalam kota menjadi salah satu aktivitas yang popularitasnya sedang naik daun saat ini. Dengan keterbatasan traveling ke luar negeri, banyak masyarakat...

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...

Random

Mujiati Marni, Kelola Kebosanan Jadi Pengusaha Bandeng Duri Lunak

RADARSEMARANG.ID-Siapa bilang hanya kaum muda yang berkarya. Mujiati Marni membuktikan di usianya yang menginjak 57 tahun, ia masih bisa produktif menjadi pengusaha bandeng duri...

Biro Umrah Terpaksa Lakukan Penjadwalan Ulang

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Ratusan calon jamaah umrah asal Kota Semarang dan sekitarnya gagal berangkat ke Tanah Suci dalam waktu dekat. Pasalnya, Pemerintah Arab Saudi...

Candi Borobudur Ditutup Sembilan Hari

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Kawasan Candi Borobudur akhirnya resmi ditutup sementara untuk kunjungan wisatawan selama sembilan hari. Penutupan sementara ini mulai berlaku Jumat (20/3/2020) hari...

Pemdes Pilangrejo Penuhi Semua Aspek Kampung Siaga Candi

RADARSEMARANG.ID, Demak - Desa Pilangrejo, Kecamatan Wonosalam, hari ini (5/8/2020) akan menjadi sasaran penilaian lomba kampung siaga candi. Pemerintah desa optimisitis bisa menjadi yang...

Tim KKN Unnes Alternatif IIB 2019 Buka Rumah Ilmu

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN-Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Alternatif IIB Tahun 2019 berhasil membangun Rumah Ilmu bagi masyarakat Kelurahan Leyangan, Kecamatan Unggaran Timur,...
%d blogger menyukai ini: