alexametrics

Bongpay Jadi Alas Cuci Baju dan Tutup Selokan

Menelisik Penanda Makam Warga Tionghoa

Menarik

Budidaya Jamur Tiram, hingga Buka Angkringan

RADARSEMARANG.ID - Selain mengaji ilmu agama, di sejumlah pondok pesantren (ponpes) juga mengajarkan ilmu tentang wirausaha atau entrepreneur. Harapannya,...

50 Kampung Tematik Kurang Berkembang

RADARSEMARANG.ID - Pemberdayaan masyarakat di tingkat rukun warga (RW) di kelurahan dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.  Salah satunya...

Kampung Tematik Semarang, Hidup Segan Mati Tak Mau

RADARSEMARANG.ID - Kota Semarang gencar menciptakan kampung tematik. Sejak 2016 hingga 2019, setidaknya sudah ada 209 kampung tematik yang...

RADARSEMARANG.ID – Bongpay merupakan penanda makam leluhur bagi warga Tionghoa. Di Semarang, banyak makam Tionghoa yang telah dibongkar. Ada bongpay yang dipindah oleh keturunannya, ada pula yang akhirnya merana. Jadi alas cuci baju atau tutup selokan.

Tiga bongpay tampak telantar di sekitar Sendang Stoom, Kampung Tegal Sari Stoom, Candisari, Kota Semarang. Kondisinya pun mulai terkikis oleh air karena digunakan untuk alas mencuci baju warga sekitar. Namun tulisan huruf Tiongkok masih terukir jelas di bongpay tersebut.

Warga Tegal Sari Stoom tidak ada yang mengetahui jelas sejarah tentang bongpay maupun cerita mengapa bekas makam Tionghoa itu bisa berada di area sendang. Mereka hanya mengetahui cerita tentang Sendang Stoom yang katanya merupakan peninggalan Belanda.

Gidion Kuniman, sesepuh di Kampung Tegal Sari Stoom mengatakan, bongpay di Sendang Stoom sudah ada saat pertama kali ia datang ke kampung tersebut pada 1970. “Bongpay di Sendang Stoom sudah ada dari dulu sejak saya di kampung ini,” ujarnya.

Kuniman menduga bongpay tersebut berasal dari sekitar kampung Tegal Sari Stoom yang dulunya merupakan pemakaman Tionghoa. Feri warga Tegal Sari Stoom yang berjualan di sekitar sendang mengatakan, banyak warga sekitar masih mencuci baju di Sendang Stoom, Mereka menggunakan bongpay untuk alas mereka mencuci.

Di Genuk Krajan IV, Candisari, bagian bekas bongpay jadi hiasan gapura. Dua altar bongpay diubah jadi kursi untuk nongkrong di depan gapura. Sebuah patung Kilin atau singa betina yang biasa jadi ornamen di depan bongpay berdiri di dekat altar. Sedangkan Kilin jantan entah ada di mana.

Siti Aminah, warga Genuk Krajan IV menyebut, bongpay yang digunakan untuk menghias kursi merupakan sisa dari banyaknya bongpay di kampung Genuk Krajan yang sudah dibuang. “Dulu di kampung ini banyak bongpay berserakan, kemudian setelah dibuat permukiman banyak yang dibuang, tersisa yang di depan gang dijadikan tenger.

Di Genuk Krajan IV juga ditemukan beberapa bongpay yang ada di rumah warga. Salah satunya di rumah Kartini. Ia tidak mengetahui bahwa batu berukiran Tiongkok itu adalah bongpay, sehingga ia gunakan untuk alas cuci baju di kamar mandi rumahnya. “Ini dulu yang masang batu, almarhum bapak, saya nggak tahu kalau ini bongpay atau nggak,” jelasnya.

Ada juga bongpay yang dijadikan tutup atau jembatan selokan. Benda tersebut bisa dijumpai di Keluarahan Tandang. Di antaranya Karanggawang Baru RW VI, Perumahan Sikluwung Asri, Jalan Saputan Raya, Karanggawang Baru, Deliksari. Bahkan sepasang Kilin yang sudah diberi warna warni kini berada di depan gapura Makam Mbah Banteng Loreng, Tandang.

Di depan SDN Tandang 04, terdapat 3 nisan bongpay yang jadi jembatan untuk melintasi selokan. Bongpay bertahun 1941 dan 1951 ini hampir tiap hari dilintasi roda sepeda motor ataupun alas kaki warga yang lewat dari jalan aspal menuju rumah sekitar tempat tersebut.

Sementara di wilayah RT 5 RW 9 Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang, masih ada bongpay yang utuh. Jumlahnya sekitar 10 buah. Berada di tengah permukiman warga.

Yohanes Agus Slameto, 76, mengaku mulai datang ke Sendangguwo pada 1961. Saat itu, wilayah etsrebut masih berupa pemakaman Tionghoa. Jumlah bongpay tentu ratusan. Tapi sekitar 1980-an, banyak bongpay yang mulai digusur dan berubah menjadi rumah warga.

Saat permukiman dibangun, ada bongpay yang dipindah ahli warisnya. Tapi ada pula yang dibongkar atau ditimbun begitu saja. Sebuah bongpay yang masih terawat berdiri di samping rumah milik Maryatun, 55. Pada makam tersebut tertulis nama Zhakarias Kwee Siaun Hoe, lahir pada 1911 dan meninggal di 1980. “Setiap Jumat Kliwon ahli waris masih berziarah dan datang ke sini, pengurus Bong China-nya juga sering bersih-bersih dan melakukan perawatan,” ujar Maryatun.

Wanita yang 13 tahun hidup berdampingan dengan makam ini awal sempat ketakutan. Namun, saat ini sudah terbiasa karena sudah banyak permukiman warga yang dibangun. “Dulu masih sepi belum ada penerangan samping rumah juga masih pemakaman semua. Anak saya juga sering diganggu, setiap malam ada yang ketok-ketok pintu tapi tidak ada orang,” jelasnya.

Bongpay yang masih utuh berada ditengah permukiman warga RT 5 RW 9 Kelurahan Sendangguwo, Tembalang. (Khafifah Arini Putri/Jawa Pos Radar Semarang)

Simpan Data Persebaran Diaspora

Bongpay merupakan penanda sebuah makam bagi warga Tionghoa. Sejumlah data yang tercantum di bongpay bisa menguak sejarah persebaran penduduk sebuah kota.

Irawan Raharjo, salah satu warga Semarang yang tertarik dengan keberadaaan bongpay. Baik yang masih terawat maupun telantar. Sudah sekitar 10 tahun Irawan keluar masuk kampung untuk mencari bongpay-bongpay yang tersebar di sejumlah tempat.“Saya biasanya membaca dan menerjemahkan kalimat yang tertulis di bongpay,” jelasnya.

Dari data-data tertulis di bongpay, kata Irawan, sebenarnya bisa diketahui sejarah perpindahan masyarakat Tionghoa yang masuk Semarang. Sebab biasanya, pada bongpay tersebut tertulis tempat asal warga yang dikuburkan. “Kita bisa mengetahui bagaimana diaspora warga yang ada di Semarang pada waktu dulu.”

Seperti bongpay yang menjadi tutup selokan di dekat Perumahan Sikluwung Asri Kelurahan Tandang. Pippo Agosto menerjemahkan aksara Tiongkok di nisan tersebut sebagai makam seorang nyonya yang meninggal pada bulan ketiga, hari pertama, tahun 27 Republik Tiongkok atau 1939 masehi. Perempuan ini diketahui berasal dari Xihe, Provinsi Hunan, Tiongkok. Di daerah Karanggawang Baru RW 6 Kelurahan Tandang, sebuah bongpay yang juga menjadi tutup selokan menunjukkan lokasi asal jenasah yang dimakamkan. “Berasal dari Longchuan, daerah di Provinsi Guangdong,” kata Pippo yang juga sering mencari dan menerjemahkan kalimat yang ada di pahatan bongpay.

Memang tidak semua bongpay telantar. Masih ada bongpay yang terawat. Bahkan yang masih dikunjungi keturunannya. Tapi bongpay yang sudah dibongkar dan bekasnya berserakan begitu saja juga tak sedikit. Terutama di daerah yang dulu merupakan area perkuburan Tionghoa tapi saat ini sudah digusur dan berganti menjadi permukiman padat. Seperti di daerah Lempongsari, Wonodri, Tegalsari, Jomblang, Cinde, Tandang dan Kedungmundu.

Irawan Raharjo mencatat, makam Tionghoa tertua yang pernah ia temukan berada di daerah Manyaran. Bongpay tersebut berangka tahun 1740. “Itu angka tahun pemugaran bongpay, jadi bisa dipastikan sebelum tahun itu sudah ada warga Tionghoa di Semarang,” jelasnya. (cr2/mg10/mg12/ton/bas)

Terbaru

Tantang Kreativitas Pelajar lewat Kompetisi Video Belajar

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG– PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak seluruh pelajar di 682 SMK mitra binaan untuk berkreasi membuat konten video yang menarik...

Perkuat Penjualan, Citra Grand Gandeng IKEA

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Perumahan premium, Citra Grand Semarang kini menggandeng IKEA untuk mendongkrak penjualan. Furniture kenamaan tersebut dipilih sebagai jawaban model hunian berkelas. Marketing Manager Citra...

Sekolah Vokasi Undip Genjot SDM melalui Pusat Pelatihan Otomasi Industri

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Masih rendahnya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil, dalam menguasai teknologi otomasi industri, khususnya aplikasi praktis Programmable Logic Controller (PLC),...

Priska Lydia S Pulungan, Raga di Taiwan, Hati di Salatiga

RADARSEMARANG.ID, Dosen UKSW Priska Lydia S Pulungan MM PhD (Cand) masih dalam tahap penulisan disertasi di jurusan Educational Leadership and Management Development (ELMD), National...

Melakukan Edukasi hingga Rescue Satwa Liar

RADARSEMARANG.ID, Satwa reptil masih dinilai menakutkan bagi sebagian kalangan. Reptil bak satwa aneh. Tidak lazim dipelihara. Stigma semacam ini pun menjadi pelecut Komunitas Satwa...

Populer

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Pendaftaran Banpres UMKM Diperpanjang

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah memperpanjang waktu pendaftaran Bantuan Presiden (Banpres) Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Pendaftaran  tahap II dibuka hingga akhir November 2020....

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...

Usir Bosan ke Toko Buku

RADARSEMRANG.ID, Banyak hal yang bisa dilakukan ketika mood seseorang sedang tidak stabil. Misalnya, dengan makan coklat, olahraga hingga traveling. Salah satu dara muda yang...

Random

Buka Layanan Malam di Pusat Keramaian

RADARSEMARANG.ID, Pemalang – Polres Pemalang kembali berinovasi dalam meningkatkan pelayanan. Kali ini layanan administratif malam hari di pusat keramaian. Seperti yang dilakukan di Alun-Alun...

Belajar Menghitung Luas Permukaan Prisma dengan Alat Peraga

RADARSEMRANG.ID, BELAJAR matematika bagi siswa yang bisa, sangat menyenangkan. Berbeda dengan siswa yang tidak suka matematika, mereka menganggap matematika pelajaran yang membosankan, menakutkan, atau...

Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG - SMK Citra Medika Kota Magelang siapkan siswanya mampu menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Pihak sekolah tidak hanya membekali pembelajaran yang bersifat...

Tak Bermasker, Dihukum Nyanyi Indonesia Raya

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Belasan warga tak berkutik saat diarahkan masuk ke halaman kantor Kecamatan Rowosari oleh petugas. Oleh aparat TNI mereka diminta berbaris. Satu...

Asyik.. Family Fun Tawarkan Karaoke Plus Billiard

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Karaoke jadi tempat hiburan warga kota Semarang. Sebagai sarana melepas penat di tengah kesibukan. Kini banyak pilihan karaoke dengan diluncurkannya lounge...

Lainnya