alexametrics

Habiskan Rp 109 Miliar, Seperti Ini Penampakan Flyover Ganefo Mranggen

Rekomendasi

Siswa Difabel Kesulitan Belajar Daring, Guru Andalkan Home Visit

RADARSEMARANG.ID - Home visit sejak Oktober juga dilakukan guru SLB Negeri Kota Semarang. Dalam seminggu, guru bisa satu atau...

Jadi Guru SLB Harus Ekstra Sabar dan Ikhlas

RADARSEMARANG.ID - Tidak sembarang orang mendapat panggilan untuk mengemban tugas menjadi seorang guru, terlebih di Sekolah Luar Biasa (SLB)....

Siswa Ngambek Belajar karena Ingin Ketemu Guru

RADARSEMARANG.ID - Masa pandemi Covid-19 membuat sistem pendidikan di Indonesia berubah. Tidak semua guru dan siswa bisa segera beradaptasi...

RADARSEMARANG.ID – Mulai 8 Oktober lalu, flyover Ganefo Mranggen, Kabupaten Demak mulai dibangun. Proyek jalan layang yang menghubungkan jalur Purwodadi, Demak dan Kota Semarang ini akan dikerjakan selama 515 hari kalender kerja. Ditargetkan pada akhir Maret 2022, flyover yang terletak di Desa Kembangarum, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak ini selesai. Seperti apa desain flyover Ganefo?

Flyover Ganefo sudah dinanti warga cukup lama. Jembatan layang ini dinilai menjadi solusi mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di perlintasan rel KA Ganefo. Flyover Ganefo akan dibangun di atas rel KA dengan panjang 700 meter dengan ketinggian 7,2 meter. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 109 miliar.

“Kalau jembatan layang itu sudah jadi, saya yakin kemacetan di atas rel KA sudah tidak ada lagi. Karena rel KA sudah tidak dilintasi kendaraan lagi,” kata Camat Mranggen Wiwin Edi Widodo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kabid DPU Binamarga Pelaksana Jalan Wilayah Timur Jateng Eko Budi Hartanto mengatakan, saat ini proyek flyover Ganepo masih memasuki proses persiapan koordinasi dengan konsultan. “Khususnya terkait gambar rencana, termasuk batas wilayah kerja dan persiapan pengaturan lalulintas,” kata Eko, kemarin.

Persiapan lain, lanjut dia, yakni koordinasi dengan pemilik pipa gas. Di mana di bawah rel kereta api yang di atasnya akan dibangun flyover tersebut masih tertanam pipa gas. Nantinya pipa gas tersebut juga akan dipindah.

Dijelaskan Eko, lebar flyover tersebut, 13,5 meter, dengan dua arus lalulintas. Dari Semarang menuju Purwodadi maupun sebaliknya. Jumlah tiang penyangga flyover sebanyak 11. Juga akan dilengkapi jalur putar kendaraan dari masing-masing arah. Jalur putar kendaraan itu untuk memfasilitasi penduduk lokal Mranggen dalam beraktivitas.

Selain itu, untuk sisi kanan dan kiri flyover akan diberikan pembatas berupa anyaman besi. Juga akan dilengkapi anak tangga untuk pejalan kaki, serta penerangan jalan umum (PJU) di beberapa titik. “Titik kemacetan selama ini memang persis di sekitaran Ganefo, karena ada perlintasan kereta api dan aktivitas pedagang pasar tumpah saat malam dan menjelang pagi,” tuturnya.

Dikatakannya, lebar dan tinggi flyover tersebut ditentukan oleh Kementerian Perhubungan. “Nanti kendaraan dari arah Semarang ke Purwodadi maupun sebaliknya nanti lewat atas. Jadi, tidak bersinggungan dengan rel kereta api,” katanya.

Konstruksi dari flyover sendiri juga akan dibuat lebih kokoh. Sehingga kendaraan dengan tonase berapa pun tetap bisa melintas.

Tidak hanya itu, lanjutnya, arus lalulintas dari dua arah, yakni Purwodadi dan Semarang nanti saat pengerjaan akan dialihkan ke jalur pantura. Khususnya, kendaraan berat. Untuk rekayasa lalulintasnya masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak kepolisian dan Dishub Jateng.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, jika pengerjaan proyek tersebut dilaksanakan dengan sistem padat karya, khususnya pengerjaan manual. “Kita minta supaya pihak pelaksana juga mengerjakan dengan metode padat karya melibatkan masyarakat setempat,” ujar Ganjar.

Dikatakan, untuk nilai proyek tersebut sebesar Rp 109 miliar. Proyek ini dikerjakan PT Brantas Abipraya Persero bekerja sama dengan PT Heroni Karya Semesta. Penandatanganan disaksikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Bupati Demak M Natsir beberapa waktu lalu.

Ganjar mewanti-wanti pemenang lelang untuk mengerjakan proyek dengan baik. Proyek harus selesai tepat waktu dengan kualitas yang dijaga. “Integritasnya harus dijaga. Jangan dikorup,” tegasnya.

Dikatakan Ganjar, jika pihaknya akan melakukan pengawasan pembangunan flyover Ganefo secara ketat. Apalagi, flyover tersebut juga akan menjadi akses vital kendaraan di jalur tengah Jateng. “Pengerjaannya juga kudu melibatkan masyarakat setempat, apalagi ini masa pandemi dan itu penting bagi masyarakat supaya memperoleh penghasilan tambahan,” harapnya.

esain flyover Ganefo, Mranggen, Demak yang dibangun di atas perlintasan rel KA Ganefo. Jembatan layang ini memiliki panjang 700 meter, tinggi 7,2 meter dan lebar 13,5 meter. Proyek senilai Rp 109 miliar ini ditarget selesai pada akhir Maret 2022. (Istimewa)

Ring Road Mranggen

Selain flyover, pihak Kecamatan Mranggen hingga kini juga masih berharap adanya pembangunan fasilitas umum lainnya. Yakni, pembangunan jalan lingkar atau ring road Mranggen.  Dalam catatan koran ini, pembangunan ring road Mranggen itu sudah lama direncanakan oleh Pemkab Demak. Bahkan, sejak era Bupati Tafta Zani (2006) sudah mengemuka upaya pembebasan lahan. Waktu itu, pembebasan lahan sempat terkendala lantaran warga yang lahannya terkena jalan lingkar ada yang minta ganti untung hingga Rp 1,2 juta per meter.

Selain itu, status tanah sawah maupun tegalan milik warga juga masih ada yang berstatus warna cokelat dan kuning, yaitu, tanah untuk pengembangan hortikultura. Upaya pembangunan ring road pun sampai sekarang belum ada kabar untuk dilanjutkan.

Camat Mranggen Wiwin Edi Widodo menyampaikan, pihaknya tetap berharap pembangunan jalan lingkar Mranggen bisa dilanjutkan sesuai rencana semula. Hal itu bisa melengkapi pembangunan flyover yang kini mulai dibangun Pemprov Jateng.

Ring road Mranggen ini semula akan melintasi wilayah Desa Kembangarum, Brumbung dan Bandungrejo,” ujar Wiwin kemarin.

Keberadaan ring road itu, lanjut dia, selain untuk membantu mengatasi  macet, juga sebagai penanda pengembangan wilayah Kecamatan Mranggen.

Dikatakan, Mranggen kini telah menjadi kota kecil yang menyangga Kota Semarang. Bahkan, banyak orang jika ditanya dari mana asalnya? Maka, ada yang menjawab bukan dari Mranggen tetapi berasal dari Semarang Timur.

“Jadi, masih ada warga meskipun bertempat tinggal di Mranggen, tapi ngakunya berasal dari Semarang Timur. Tidak mau mengaku dari Mranggen,”katanya sambil tersenyum.

Karena itu, Wiwin akan berbangga bila keberadaan ring road Mranggen bisa diwujudkan seperti fly over tersebut.“Kita ingin Mranggen berkembang, termasuk bagaimana bisa menjadi kota satelit,”ujar Wiwin.

Ia berharap, akan banyak fasilitas umum yang dibangun. Seperti, rumah sakit, sekolah yang berkualitas, pusat keramaian, pusat olah raga, terpenuhinya kebutuhan angkutan masal, adanya mal dan lainnya.

Untuk sarana transportasi, Mranggen bisa bekerja sama dengan Kota Semarang terkait pelayanan bus rapid transit (BRT). Dengan demikian, mobilitas warga Mranggen dan sekitarnya dapat terlayani angkutan yang berbiaya murah, namun cepat dan nyaman. (ewb/hib/aro/bas)

Terbaru

Cerita Penyintas COVID-19, Tetap Jalankan Protokol Kesehatan

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA - Pertengahan Agustus lalu, Icha Atmadi beserta suami dan ayahnya dinyatakan positif COVID-19. Ayahnya mengalami gejala COVID-19 yang...

Reydha Pulpy Mayo, Terinspirasi Najwa Shihab

RADARSEMARANG.ID, Menjadi presenter televisi, menjadi cita-cita Reydha Pulpy Mayo sejak kecil. Gadis kelahiran Semarang, 5 Februari 1997 ini mengaku terinspirasi dari host Najwa...

Penghargaan Jadi Motivasi untuk Berinovasi

RADARSEMARANG.ID, Pemkab Demak baru saja meraih juara 1 pada pengelolaan sistem pengaduan pelayanan publik. Penghargaan tingkat nasional tersebut menjadi pelecut bagi jajaran organisasi perangkat...

Terciduk Main Belakang, John Dori Dicerai Istri

RADARSEMARANG.ID, Bekerja adalah cara Lady Sandi untuk membantu suami mencukupi kebutuhan keluarga. Banting tulang dari pagi hingga petang ia lakukan untuk membantu John Dori,...

ABG Digilir Pacar dan 5 Temannya dari Sore sampai Subuh

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Perbuatan Teguh, 23, dan lima temannya sungguh biadab. Warga Kendal itu, tega menggilir pacarnya sendiri yang masih di bawah umur. Ironisnya...

Menarik

Siswa Difabel Kesulitan Belajar Daring, Guru Andalkan Home Visit

RADARSEMARANG.ID - Home visit sejak Oktober juga dilakukan guru SLB Negeri Kota Semarang. Dalam seminggu, guru bisa satu atau...

Jadi Guru SLB Harus Ekstra Sabar dan Ikhlas

RADARSEMARANG.ID - Tidak sembarang orang mendapat panggilan untuk mengemban tugas menjadi seorang guru, terlebih di Sekolah Luar Biasa (SLB)....

Siswa Ngambek Belajar karena Ingin Ketemu Guru

RADARSEMARANG.ID - Masa pandemi Covid-19 membuat sistem pendidikan di Indonesia berubah. Tidak semua guru dan siswa bisa segera beradaptasi...

Awalnya Cuma Tiga Orang, Sekarang Sekampung Fokus Budidaya Bonsai

RADARSEMARANG.ID - Bagi para pecinta bonsai, pasti tak asing dengan Kampung Bonsai Pongangan Gunungpati. Kampung yang berlokasi di Jalan...

Merawat Bonsai Membutuhkan Keseriusan, Kesabaran, dan Konsistensi

RADARSEMARANG.ID - Seni bonsai tak lekang oleh waktu. Pohon yang sengaja dikerdilkan ini selalu menyuguhkan keindahan. Selaras dengan harganya...

Lainnya

Realisasi Target Penerimaan Pajak Kendaraan Hampir 100 Persen

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Realisasi penerimaan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Jateng sudah hampir 100 persen dari target di...

Branding UMKM KeripikTempe

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Kelompok PPMT Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) melakukan branding UMKM keripik tempe di Dusun Manggoran. Selain itu...

Pemkot Magelang Sediakan Hotel Isolasi

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Pemkot Magelang menyiapkan salah satu hotel sebagai tempat isolasi mandiri warga. Fasilitas ini disediakan untuk pasien Covid-19...

Tambahan Anggaran Dusun Bukan Isapan Jempol

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) Kendal 2020 Dico Mahtado Ganinduto- Windu Suko Basuki memastikan...

Kayu Olahan Komoditi Ekspor Terbesar Sepanjang 2020

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Komoditi kayu olahan mulai Januari sampai Oktober 2020, masih mendominasi ekspor di Jateng. Data Bea Cukai...

Rotary Sumbang 100 Gawai Untuk Siswa

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Organisasi kemanusiaan Rotary Club Semarang sumbang 100 gawai untuk siswa terdampak pandemi Covid-19. Ini karena masih...

Populer

Pemerintah Buka Lowongan Sejuta Guru PPPK, Gaji Rp 4,06 Juta

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA  – Pemerintah akan menambah jumlah guru di sekolah-sekolah negeri. Caranya, membuka rekrutmen guru kontrak berstatus pegawai pemerintah...

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Jelajahi Kotamu dan Abadikan Momen Akhir Tahun 2020

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Liburan dalam kota menjadi salah satu aktivitas yang popularitasnya sedang naik daun saat ini. Dengan keterbatasan traveling ke luar negeri, banyak masyarakat...

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...
%d blogger menyukai ini: