Main Layang-Layang Tak Takut Nyangkut Kabel Listrik

144
Anak-anak bebas bermain layang-layang di ruang terbuka tanpa takut tersangkut kabel listrik. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.IDPandemi covid-19 membuat masyarakat Kota Semarang membutuhkan lebih banyak ruang publik untuk melepas penat. Alun-Alun Johar yang belum diresmikan penggunaannya, menjadi alternatif pilihan.

Walaupun masih dalam proses pembangunan, sudah banyak warga sekitar yang menggunakan alun-alun di kawasan Kauman, Semarang ini untuk refreshing. “Saat ini masih proses pembangunan tahap tiga. Pada tahap ini, akan dibangun kios dan juga taman,” kata salah satu pekerja yang menolak disebutkan namanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Karena masih dalam tahap pembangunan, beberapa material bangunan masih terlihat berserakan. Alun-alun yang begitu luas tersebut dibangun dengan memiliki basement di bawahnya. Basement tersebut akan dibangun kios dan lahan parkir. Di atasnya ditanami rumput hijau yang dapat digunakan untuk bersantai dengan keluarga atau sembari duduk-duduk dengan teman sambil menikmati senja di sore hari.

Masyarakat yang berkunjung ke tempat publik di depan Masjid Agung Kauman ini kebanyakan warga sekitar. Banyak anak yang bermain layang-layang, bermain sepak bola, dan sepatu roda, ketika sore hari. ”Enak bermain layang-layang di sini, tidak takut kalau nyangkut kabel listrik,” kata Muhammad Aldi, 14, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Namun kurangnya pengawasan, pagar di sisi alun-alun sudah rusak karena sering dinaiki para pengunjung. “Ramai pengunjung biasanya sore hari. Minggu pagi ada kegiatan senam yang diadakan oleh Lurah Kauman,” tutur Indra Wibowo, 30, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain warga sekitar, ada juga pengunjung dari dari luar daerah. “Jalan-jalan kesini untuk melepas penat dan refreshing bareng keluarga,” ujar Umi Rafika Utami, 32, pengunjung asal Jrakah.

Pengunjung berharap alun-alun ini segera diresmikan, fasilitas umum seperti toilet segera dibangun, taman dan tempat duduk segera dirampungkan pekerjaannya. Dengan begitu, ruang terbuka hijau dapat digunakan warga sekitar untuk berkegiatan seperti senam dan olahraga lainnya.

“Anak-anak yang kesini, karena di kampungnya tidak ada lahan untuk bermain. Mereka juga takut nyangkut aliran listrik ketika bermain layang-layang. Tapi di alun-alun sini, mereka bisa bebas bermain,” tutur Ali, 64, salah satu pengunjung. (mg9/mg12/ida/bas)