Operasional Pompa Ditanggung Pemkot

145
Rianung. (ISTIMEWA)
Rianung. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, MEMASUKI musim hujan, berbagai upaya sudah dilakukan Pemkot Semarang untuk mengantisipasi terjadinya banjir di sejumlah titik. Salah satunya dengan dioperasikan ratusan rumah pompa. Baik yang dikelola Pemkot Semarang,  maupun yang dioperasikan masyarakat. Khususnya di beberapa titik yang jika hujan deras berpotensi terjadi genangan air.

“Itu (pompa yang dioperasikan masyarakat, Red) tetap milik kita (Pemkot Semarang), kita membantu untuk operasionalnya,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Rianung kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (15/12).

Pompa yang dipinjamkan ke masyarakat tersebut memang memiliki kapasitas lebih kecil.  Kapasitas pompa 30 liter perdetik.

Dijelaskan Anung –sapaan akrabnya– prosedural dari peminjaman pompa tersebut diawali saat petugas melakukan sidak di beberapa titik di lapangan. Kemudian, jika ditemui wilayah yang rawan terjadi genangan air, petugas meminjamkan pompa berkapasitas kecil tersebut.

Menurut Anung, hal itu memang bentuk upaya dari Pemkot Semarang untuk mengantisipasi terjadinya genangan air saat memasuki musim hujan. Terutama di titik yang memang tidak bisa tercover oleh rumah pompa.

“Muktiharjo Lor, kemarin kita bantu. Itu untuk operasionalnya memang semua dari kita. Khususnya di permukiman padat penduduk,” ujarnya.

Setiap hari, petugas dari DPU Kota Semarang memantau pompa tersebut apabila mulai diaktifkan. Ia juga meminta kepada warga untuk ikut menjaga aset Pemkot Semarang tersebut. “Ya, kita minta dijaga juga dari warga, meski kita awasi dalam penggunaannya,” ujarnya.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang Danur Rispriyanto menuturkan, selain peminjaman pompa, pengerukan sedimentasi saluran dan sungai juga menjadi upaya mencegah terjadinya banjir. “Kemarin saat pembahasan di komisi, kaitannya dengan antisipasi banjir, kita tanyakan kesiapan DPU dalam mengatasi banjir. Ini kan musim kemarau panjang, dikhawatirkan nanti cuaca ekstrim tiba-tiba,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

Pada 2019 ini, lanjutnya, upaya pencegahan banjir sudah dilakukan. Hal tersebut tentunya diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan. Pihaknya juga meminta dinas terkait untuk mengecek kesiapan semua rumah pompa.

“Pengecekan sudah dilakukan dan semua normal. Pompa-pompa kecil yang dipinjamkan ke masyarakat juga dalam kondisi baik,” katanya.

Untuk 2020 mendatang, pihaknya juga siap men-support segala kegiatan Pemkot Semarang yang berkaitan dengan pencegahan banjir. Seperti halnya pengerukan sedimentasi di sungai-sungai besar akan terus dilakukan. “Pompa sudah siap, antisipasi untuk penanganan rob dan banjir dengan pengerukan,” ujarnya.

Selain mempersiapkan pompa dan pengerukan sedimentasi, peningkatan saluran-saluran lama di 2019 juga sudah dilakukan. “Nanti kalau itu dirasa kurang, PU sudah siap menyiapkan pompa bantuan ke masyarakat dengan debit yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah tersebut,” katanya. (ewb/aro)