Keluhkan Kabel Tidak Rapi

297
SEMRAWUT: Jaringan kabel PLN, Telkom dan perusaahan provider internet di Kampung Pelangi, Randusari, Semarang Selatan. (NUR CHAMIM/RADARSEMARANG.ID)
SEMRAWUT: Jaringan kabel PLN, Telkom dan perusaahan provider internet di Kampung Pelangi, Randusari, Semarang Selatan. (NUR CHAMIM/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, MINIMNYA pengawasan terkait pemasangan jaringan kabel di jalan umum dikeluhkan warga. Sebab, banyak jaringan kabel campur aduk jadi satu yang mengganggu estetika kota. Juga berisiko pada keselamatan warga. Sebab, kabel PLN, Telkom, serta sejumlah kabel provider internet bergelantungan, yang sewaktu-waktu bisa putus. Bahkan, bisa jadi dalam satu titik ada 5-7 tiang kabel. Warga sendiri tak bisa berbuat banyak. Rata-rata pemasangan kabel itu juga tanpa lebih dulu disosialisasikan ke warga

Salah satu warga Perumahan Plamongan Indah Danu Setiawan mengatakan, untuk keamanan warga, pemerintah harus merampingkan tiang-tiang kabel setiap sudut. Memang terlihat di sepanjang jalan di beberapa titik ada 5-7 tiang yang berjajar.

“Akan lebih sedap dipandang jika cukup satu tiang saja. Jika banyak seperti itu justru mengurangi estetika, belum lagi kalau ada kabel yang putus satu terus bergelantungan,  tentu akan membahayakan warga yang rumahnya berdekatan,”ceritanya ketika ditemui RADARSEMARANG.ID , Sabtu (3/8).

Ketika koran ini menanyakan terkait pemahaman kabel yang ada di sekitar rumahnya, Danu mengaku hanya tahu jika kabel tersebut milik PLN. Pemikiran yang tertanam kabel tersebut memiliki aliran listrik, dan yang berkuasa atas listrik adalah PLN.

“Kurang tahu itu kabel apa saja? Yang saya paham jika kabel seperti itu milik PLN, karena kan berhubungan dengan listrik atau telepon rumah mungkin. Jika kabel provider harusnya sudah tidak ada lagi ya, di zaman sekarang,” katanya.

 

Hal senada dikeluhkan Asep Sasudi, penjual nasi goreng di daerah Pleburan. Banyaknya tiang kabel dengan tinggi tiang yang tidak sama, Asep mengusulkan agar dibuat sesuai Standart Operasional Prosedur (SOP) yang dikeluarkan oleh pemerintah.  “Pengamanan semacam pagar atau yang lain, juga saya lihat belum ada. Seharusnya ada ruang tersendiri yang memang khusus dibuat untuk kabel dan tiang itu,”jelasnya.

Dikatakannya, tiang tersebut berada di dekat permukiman padat penduduk. Ia juga menilai aspek keselamatan untuk masyarakat sangat minim. “Masak harus tunggu se-RW kesetrum dahulu pemerintah baru bentindak. SOP seharusnya sudah berjalan di awal pemasangan,”tegasnya.(ria/aro)