alexametrics

Pegang Teguh Etik Jurnalistik

Hari ini Radar Semarang Berusia 21 Tahun

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID – Hari ini, 1 April 2021, Jawa Pos Radar Semarang genap berusia 21 tahun. Ulang tahun itu hanya terpaut dua hari setelah Hendrar Prihadi. Wali Kota Semarang itu merayakan ulang tahun ke-50 pada 30 April lalu. Seluruh manajer Radar Semarang saya ajak ke balai kota untuk menghadap beliau. Memberikan ucapan selamat.

Ada pelajaran besar yang saya tangkap dari Pak Hendi, panggilan Hendrar Prihadi. Dia wong asli Semarang. Lahir di Lempongsari, sekampung dengan kantor Radar Semarang. Tutur kata dan tindak tanduknya Semarangan. Sangat mengerti budaya kota lunpia itu.

Meski halus, Hendi gesit. Dia kebat dalam melaksanakan pembangunan. Bergerak cepat dalam mengatasi persoalan. Saya yang ber-KTP Jawa Timur, dan lama bekerja di Jawa Pos memberi istilah SSW. “Apa itu?” tanyanya kepada saya saat menyerahkan kue ulang tahun. “Set set wes,” kata saya. Dia kelihatan agak kaget. Sempat mengangkat wajahnya. Kemudian tertawa lepas.

Saking aktifnya beliau, namanya disebut-sebut oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dalam sebuah peluncuran buku. “Kalian harus aktif seperti Hendi,” kata Mega dalam video yang saya terima beberapa hari sebelum wali kota Semarang itu berulang tahun. “Tidak perlu menunggu komando, tapi kreativitasnya dibangkitkan. Kan seneng aku. Seperti di Semarang itu,” tambahnya.

Jawa Pos Radar Semarang yang berpusat di Kota Atlas harus belajar pada Pak Hendi. Mengerti betul karakter, budaya, dan kondisi, masyarakatnya. Kami dan Pak Hendi tidak berbeda. Sama-sama menjadi pelayan masyarakat. Harus berada di tengah-tengah masyarakat. Bergerak bersama-sama. Kebetulan Jawa Pos memiliki filosofi part of the show.

Di usia yang ke-21 ini Radar Semarang masih harus banyak belajar. Bukan hanya kepada Pak Hendi, juga kepada para pemimpin daerah-daerah lain, serta tokoh-tokoh masyarakat. Dua hari sebelum menghadap Pak Hendi, saya bersama seluruh manajer sowan ke Bupati Demak HM Natsir. Menjenguk beliau yang sedang sakit, sekaligus memberikan ucapan selamat HUT ke-518 Kota Wali.

Semangat beliau luar biasa. Dalam kondisi sakit, masih mengenakan seragam lengkap, menerima kami di pendopo. Natsir tipe pemimpin yang andap asor dan menghargai liyan (orang lain). Termasuk lawan-lawan politiknya.

Ketika bertemu kami, berkali-kali dia menuding foto Eistianah yang dimuat di koran Radar Semarang. Mengacungkan jempol. Perempuan muda yang dokter itu disanjung bakal bisa meneruskan pembangunan Demak yang selama lima tahun dipimpinnya. Kami belajar nguwongke wong kepada Pak Natsir.

Meski usia Radar Semarang sudah 21 tahun, kami merasa masih harus terus belajar. Mengenai apa saja. Kepada siapa saja. Kemarin (31/3/2021), saya bersama Pemimpin Redaksi Arif Riyanto dan Redaktur Pelaksana Ida Norlayla belajar kepada Kepala Inspektorat Provinsi Jawa Tengah Hendri Santosa. Kehadiran kami sesungguhnya untuk memberi pelajaran menulis kepada pegawai Inspektorat.

Hendri adalah birokrat. Tetapi memiliki semangat dan kemampuan menulis yang mumpuni. Sudah empat buku diterbitkan. Yang terbaru berjudul Catatan Harian Seorang Auditor, Due Professional Care hingga Debt Collector. Buku setebal 234 halaman itu ditulis hanya 1,5 bulan. Kemampuannya itu tidak banyak diketahui orang.

Radar Semarang memang sudah 21 tahun. Itu bukan perjalanan panjang dan penuh liku. Terutama setahun terakhir saat pandemi Covid-19. Alhamdulillah di saat yang sulit seperti sekarang masih bisa eksis. Bahkan berkembang. Kuncinya, “Tiga hal penting yang menjadi laku dari perusahaan Jawa Pos Radar Semarang,” kata Dirut Jawa Pos Leak Kustiya.

Pertama, memegang teguh etik dalam memperlakukan jurnalistiknya sehari-hari. Kedua, estetika penyajiannya. Ketiga, ekspresi yang ditunjukkan oleh semua tim Radar Semarang kepada stakeholder, baik narasumber, relasi, mitra, pelanggan, dan semua pembacanya. “Sehingga pada usia yang ke-21 tahun ini Jawa Pos Radar Semarang mendapat tempat yang baik di mata pembacanya di Jawa Tengah,” simpulnya.

Kami berterima kasih atas kerja sama seluruh pihak yang membuat Jawa Pos Radar Semarang terus berkembang. Terima kasih pula kepada seluruh pihak yang dalam beberapa hari ini memberikan ucapan selamat melalui berbagai cara. Termasuk kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kami minta maaf atas segala kekurangan dan kesalahan kami.
Antusiasme Baru. Do Good in a Good Way. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Syekh Jumadil Kubro Generasi Pertama Walisongo

RADARSEMARANG.ID - Makam Syekh Maulana Jumadil Kubro ditemukan pada zaman penjajahan Belanda. Makamnya berlokasi di Jalan Arteri Yos Sudarso...

Lainnya

Menarik

Populer

Taman Pierre Tendean Usung Konsep Smart Park

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Taman Pierre Tendean bakal menjadi taman percontohan di Kota Semarang. Mengusung konsep Smart Park dengan sentuhan...