Satu Tekad Wujudkan Semarang Semakin Hebat

413

Oleh: Hendrar Prihadi, Wali Kota Semarang

RADARSEMARANG.ID – Sedulur-sedulur warga Kota Semarang di manapun berada, yang selalu saya cintai dan banggakan. Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas segala rahmat dan hidayah-Nya, Kota Semarang yang mulanya hanya merupakan pelabuhan dengan gugusan pulau kecil, di mana adalah bagian dari kawasan Kerajaan Mataram Kuno dengan nama Pragota, dapat terus berkembang hingga pada sampai kondisi saat ini. Sehingga saya ingin mengucapkan terima kasih terlebih dahulu, kepada seluruh keluarga yang menjadi bagian penting dari perjalanan Kota Semarang, baik para pendahulu, para pejuang, para sesepuh, juga para alim ulama, yang sejak disahkan pada tanggal 2 Mei 1547, Kota Semarang pada 2 Mei 2020 dapat menginjak usia ke-473.

Saya memohon maaf terlebih dahulu, karena pada tahun ini kita harus melalui peringatan hari jadi Kota Semarang dengan suasana yang berbeda dari tahun – tahun sebelumnya. Karena sebagaimana yang kita tahu bersama, dengan adanya pandemi Covid-19 yang juga melanda Kota Semarang, demi kebaikan kita bersama, kita harus semaksimal mungkin menghindari aktivitas yang melibatkan banyak orang. Termasuk kemudian Pemerintah Kota Semarang memutuskan untuk mengurungkan pelaksanaan puluhan kegiatan perayaan hari jadi Kota Semarang, dan beralih fokus pada penanganan Covid-19. Dan saya pun mengapresiasi kelegawaan berbagai pihak, yang semula juga berencana menginisiasi berbagai event untuk memeriahkan hari jadi Kota Semarang, lalu kemudian juga ikut mengurungkan pelaksanaan kegiatannya, untuk mendukung gerakan phisycal distancing guna menuntaskan persoalan Covid-19 di Kota Semarang.

Meskipun peringatan hari jadi Kota Semarang tahun ini harus kita lewati dengan sedikit berbeda, saya sangat berharap semangat kita bersama dalam memaknai perjalanan Kota Semarang hingga sekarang, bisa tetap ada di dalam diri kita masing – masing.  Karena walaupun dengan situasi penuh tekanan saat ini, kita harus mengingat bahwa telah banyak pencapaian positif yang mampu kita raih bersama, untuk kemudian kita bisa bangkit dari kondisi saat ini. Di mana dengan semangat gotong royong yang kita junjung bersama, sejumlah lompatan besar di Kota Semarang telah mampu kita upayakan.

Pada sektor pembangunan, Kota Semarang dinobatkan oleh pemerintah pusat sebagai kota dengan Pembangunan Daerah Terbaik Pertama 2019 dalam Musrenbangnas 2020. Wilayah rawan banjir yang pada 2011 sebesar 41,02 persen, terus ditanggulangi menjadi 21,4 persen di 2017; 17,4 persen di 2018; dan 13,71 persen di 2019. Jalan kondisi rusak yang pada 2011 sebesar 54 persen, secara masif diperbaiki sehingga menyisakan 11,3 persen di 2017; 10,5 persen di 2018; dan 5,09 persen di 2019. Sub sektor pembangunan pariwisata yang menjadi fokus Pemkot Semarang pada periode saya dan Mbak Ita (Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu, Red) juga berhasil melonjakan kunjungan masyarakat ke Kota Semarang, mencapai angka 7,9 juta orang pada 2019.

Capaian positif pembangunan pariwisata juga mampu kita raih di tingkat internasional, dengan dinobatkannya Kota Semarang sebagai Kota Wisata Terbersih di Asia Tenggara oleh lembaga internasional ASEAN pada 2020 ini.  Sejumlah capaian itu pun kemudian berdampak positif mendorong terjadinya lompatan besar pada sektor ekonomi di Kota Semarang beberapa tahun terakhir. Mulai dari investasi di Kota Semarang, yang pada 2011 hanya sebesar Rp 0,9 triliun, meningkat tajam menjadi Rp 20,5 triliun di 2017; Rp 27,5 triliun di 2018; dan Rp 36,5 triliun di 2019. Juga pertumbuhan ekonomi Kota Semarang yang pada 2019 mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah kota ini, dengan mencatatkan angka sebesar 6,86 persen.

Dan ujung dari itu semua tentu saja yang kita rasakan bersama, adanya kesejahteraan masyarakat Kota Semarang yang terus meningkat beberapa tahun terakhir. Seperti angka kemiskinan, yang pada 2011 sebesar 5,68 persen atau equivalent dengan 88.500 jiwa, mampu ditekan menjadi 4,62 persen (80.900 jiwa) di 2017; 4,14 persen (73.600 Jiwa) di 2018; dan 3,98 persen (72.000 jiwa) di 2019. Juga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencakup indeks ekonomi, kesehatan, dan pendidikan, dimana Kota Semarang pada 2019 telah mencapai angka yang cukup tinggi sebesar 83,19. Di mana sebelumnya pada tingkat Provinsi Jawa Tengah pun, Kota Semarang tidak pernah menjadi yang tertinggi, dan kemudian sejak 2016 IPM Kota Semarang telah menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Tengah, dan bahkan juga mampu mengungguli kota – kota besar lainnya di Indonesia

Sekali lagi, saya tegaskan bahwa segala catatan – catatan positif yang saya sampaikan tadi bukanlah untuk mengesampingkan kondisi yang kita hadapi bersama hari ini, melainkan justru sebagai penyemangat dan keyakinan, bahwa selama kita bergerak bersama, selama kita bergotong royong, selama kita kompak, rintangan sebesar apapun di depan kita, mampu kita lewati bersama. Maka dari itu, melalui tema HUT Kota Semarang ke-473, yaitu ‘Satu Tekad Wujudkan Semarang Semakin Hebat’, saya mengetuk hati panjenengan sekalian untuk bisa ikut menjadi bagian penting dalam penanangan Covid-19 di Kota Semarang.  Mari bergerak bersama meningkatkan kewaspadaan diri dengan selalu memakai masker jika sangat amat perlu beraktivitas di luar rumah, hindari kerumuman, jangan bepergian ke luar kota, dan segera periksakan diri ke dokter bila merasa tidak enak badan.

Pemerintah Kota Semarang berupaya keras untuk dapat menjamin adanya fasilitas pengobatan dan perawatan kesehatan secara gratis. Jaring pengaman sosial pun diupayakan melalui ratusan ribu paket bantuan yang akan didistribusikan selama beberapa bulan ke depan, atau tepatnya sekitar 290.000 paket bantuan pada Mei 2020.  Kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis juga diupayakan agar dapat dipenuhi oleh Pemkot Semarang secara gratis.

Tapi yang paling perlu dicatat, bahwa garda terdepan perjuangan Kota Semarang adalah panjenengan semuanya, seluruh warga Kota Semarang. Karena sama seperti halnya catatan – catatan positif yang kita torehkan bersama beberapa tahun terakhir, usaha pemerintah saja tidak akan cukup untuk mengupayakan Kota Semarang menjadi lebih baik ke depan, tanpa partisipasi panjenengan seluruhnya.

Akhir kata saya meyakini, tidaklah ada keberhasilan yang dapat diraih melalui usaha tanpa doa. Maka dari itu di momentum bulan Ramadan yang baik ini, saya sekaligus titip doa kepada sedulur – sedulur, agar kita semua selalu diberi kekuatan serta kesehatan, dan dapat cepat lepas dari persoalan Covid-19. Tak lupa terima kasih dan apresiasi setinggi–tingginya saya berikan, atas perjuangan melawan Covid-19 oleh para tenaga medis, rekan – rekan Pemkot Semarang, TNI, Polri, serta seluruh masyarakat yang tertib menjalankan protokol kesehatan. Dan juga saya ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi seluruh sedulur – sedulur yang beragama Islam di Kota Semarang.

Ke luar rumah harus maskeran, Pulangnya jangan lupa mandi.

Mari semua ikut berperan, Bersama kita bangkit kembali.

Dirgahayu Kota Semarang ke-473. (*/disarikan dari sambutan Wali Kota Hendrar Prihadi pada peringatan HUT ke-473 Kota Semarang, Sabtu, 2 Mei 2020)





Tinggalkan Balasan