Ulang Tahun Hanya Doa Bersama secara Live

422
BAEHAQI-Direktur Jawa Pos Radar Semarang
BAEHAQI-Direktur Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID – Rabu lusa, 1 April 2020, Radar Semarang berulang tahun ke-20. Sedianya perayaan dilakukan agak besar. Tetapi, semua saya batalkan. Termasuk kegiatan internal yang mempertemukan karyawan.

Radar Semarang adalah satu dari dua perusahaan yang saya pimpin. Yang lain, Radar Kudus. Dua-duanya di bawah Jawa Pos Radar Group. Di saat mewabahnya virus korona, kedua perusahaan merespon upaya-upaya melawan virus mematikan itu.

Radar Semarang berencana menggelar senam masal besar-besaran di sekitar Simpang Lima saat Car Free Day Minggu kemarin. Dilanjutkan long march seluruh karyawan. Juga ada rapat umum dan doa bersama. Acara ditutup pemotongan tumpeng dan makan-makan dengan iringan musik perkusi.

Sesuai skenario, perayaan dilanjutkan dengan open house pas tanggal 1 April lusa. Biasanya banyak tamu yang datang memberikan ucapan selamat. Baik dari kalangan dunia usaha, pemerintahan, maupun mitra lainnya. Semua sudah disiapkan. Termasuk hiasan tempat, makan, dan musik.

Acara yang melibatkan masyarakat itu saya coret. Saat itu, pemerintah baru saja mengumumkan pandemi korona. Panitia menyederhanakannya dengan acara internal. Hanya rapat umum karyawan. Itu pun akhirnya saya batalkan. Diganti doa bersama karyawan secara terbatas setelah salat duhur di musala. Dilanjut pemotongan tumpeng. Prosesi disiarkan live. Karyawan mengikuti dari tempat masing-masing. Demikian juga makan-makannya.

Rencana perayaan yang sudah demikian kecil pun saya batalkan Sabtu lalu. Saya menganggap masih riskan. Kelak Rabu, 1 April, hanya ada makan dalam waktu yang sama. Bukan di tempat yang sama. Karyawan berada di tempat kerja masing-masing. Doa dipimpin secara live. Inilah kelegawaan kami dalam upaya ikut menanggulangi mewabahnya virus korona.

Radar Semarang maupun Radar Kudus memang tidak bisa meliburkan karyawan sebagaimana kantor pemerintah. Tetapi, membatasi pertemuan. Pemimpin redaksi masing-masing perusahaan menginstruksikan agar wartawan tidak perlu masuk kantor. Juga marketing di lapangan. Itu demi menjaga kesehatan. Mereka tidak boleh terlalu lelah.

Kelelahan bisa menyebabkan stres. Sedangkan stres bisa membuat kondisi tubuh lemah. Imunitas menurun. Virus gampang menyerang. Demikian sebaliknya.

Wartawan rentan tertular macam-macam penyakit. Termasuk virus korona. Setiap hari mereka bertemu macam-macam orang. Merekam berbagai peristiwa. Menghadapi segala kondisi. Malah kalau ada bencana mereka menuju garis depan. Sudah diinstruksikan agar mereka selalu menggunakan pelindung diri.

Mereka juga harus melakukan social distancing sebagaimana masyarakat pada umumnya. Komunikasi lebih banyak menggunakan alat. Hasilnya bisa jadi tidak sebaik kalau mereka turun ke lapangan dan berkomunikasi langsung. Memang ironis. Tetapi harus dilakukan. Inilah tantangan.

Bagi saya, koran tidak boleh libur. Beritanya yang akurat sangat diperlukan di tengah maraknya media sosial. Kenyataan menunjukkan banyak berita bohong berseliweran. Tidak sedikit fitnah bermunculan. Penyebarnya seolah tidak takut dosa. Setan menari-nari di atasnya.

Kemarin pagi saya mendapat rekaman video keluarga Imam Soeroso. Isinya bantahan terhadap kabar hoaks yang berseliweran. Banyak postingan yang berisi istri dan keluarga Imam dikarantina di RSUP Dr Kariadi Semarang karena positif korona. Asisten pribadinya malah dikabarkan meninggal. Semua itu ternyata tidak benar.

Imam Soeroso adalah korban korona. Meninggal di RSUP Dr Kariadi Semarang. Dia pemilik rumah sakit Mitra Bangsa Pati. Juga anggota komisi IX bidang kesehatan DPR RI. Kematiannya menambah deretan panjang pahlawan perang melawan virus korona. Informasi kematiannya diwarnai kebohongan.

Nabi Muhammad pernah bersabda. “Akan tiba pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan. Saat itu orang bohong dianggap jujur. Orang jujur dianggap bohong. Penghianat dianggap amanah. Orang amanah dianggap penghianat.” Bagi saya, wartawan harus tetap bisa mengetengahkan fakta yang benar. (hq@jawapos.co.id)





Tinggalkan Balasan