Suami Suka Jelalatan, Istri Mana Tahan

255
Ilustrasi
Ilustrasi

RADARSEMARANG.ID, Memang sulit bagi John Dori menyiakan kesempatan melihat wanita bening. Apalagi seksi. Sejak lajang, ia dikenal sebagai playboy cap kampak. Sering gonta ganti pasangan. Hingga ia benar-benar jatuh hati dengan Lady Sandi, teman sekolahnya. Belakangan, ia baru menyadari temannya itu lebih cantik dibanding siapapun.

Seburuk-buruknya tingkah laku, pastilah menginginkan pasangan yang baik, dan begitulah John. Beruntungnya, Lady menerima hal itu. Meski playboy, ia cukup popular saat di sekolah. Banyak yang naksir, termasuk Lady.

Hubungan asmara dijalani seperti biasanya. Bedanya John berani melangkah ke jenjang pernikahan. Dan Lady menyetujuinya. Ia yakin dengan niat baik itu John akan menjadi laki-laki yang bertanggung jawab dan tidak lagi jelalatan.

Pernikahan berjalan setahun, John menjadi bapak sekaligus suami yang baik. Bahkan, tidak ada diekspektasi Lady. Ia mengaku sangat bahagia karena hanya dia satu-satunya wanita yang John cintai. Namun seiring berjalannya waktu, perlahan semua itu memudar. John mulai terlihat kembali ke masa bujangnya.

Kesibukan Lady merawat anaknya yang masih kecil terkadang tidak begitu menggubris kelakuan John. Yang terpenting tanggungjawabnya tidak ditinggalkan. Namun mengerti sikapnya seakan kembali, ia menjadi khawatir. Dan benar saja, kecurigaan itu ada jawabnya. Kebiasaannya kembali, memakai pomade, minyak wangi, dandan rapi, dan sering main. Fix, Lady mencium bau-bau perselingkuhan.

“Awalnya aku gak gagas, yang penting kebutuhanku tercukupi, eh ndak tahunya malah kecolongan main sama perempuan,” ujarnya kesal.

Kebiasaan John yang tak bisa dihilangkan dengan mudah. Ia masih bekerja, memberikan nafkah, menyayangi istri dan anak, namun jiwa playboy-nya masih melekat kuat. Ditambah dengan cara bergaulnya yang masih sama saja. Teman-temannya tak jauh beda, suka gonta-ganti pasangan. Terkadang malah menjadikan wanita sebagai piala bergilir.
“Malahan ada juga yang dibuat taruhan, oalah laki-laki kok kelakuannya kayak begitu. Gak menghormati perempuan. Aku begitu tahu, rasanya mangkel. John juga ikut-ikutan, payah banget,” timpalnya.

Sejak tahu suaminya kembali jelalatan, ia menjadi malas. Tak heran ia perlahan meninggalkan. Bukan karena tidak sayang, hanya saja untuk memberi pelajaran. Tak tahunya dia tak peduli. Pupuslah harapannya. Hingga ia sampai hati melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Kelas 1 A Semarang. Wis, bubar!! (ifa/aro)





Tinggalkan Balasan