Istri Menolak Dandan, Suami Bosan

663
ILUSTRASI
ILUSTRASI

RADARSEMARANG.ID, KEBANYAKAN suami pasti menginginkan istrinya selalu tampil cantik dan penuh pesina. Baik di rumah maupun saat berpergian. Sayangnya, John Dori, 44, tak bisa merasakan itu. Lady Sandi, 40, sangat berbeda dengan wanita lain. Ia tak suka dandan, sehingga John menyebutnya kluprut.
Hal itu diceritakan John saat mengambil akta cerai di Pengadilan Agama (PA) Kelas 1 A Kota Semarang. Sejak berkenalan, Lady memang tipe perempuan tanpa rias. Ia kemana-mana hanya memakai pelembab. Tak pernah dandan berlebihan, bahkan saat menghadiri acara sekalipun.

John tak apa, justru ia tertarik dengan kepolosan Lady. Tak mudah memang memikat hatinya, namun John bersikeras mendapatkan Lady. Berbagai cara ia lakukan, John merasa tertantang. “Berbeda sama cewek lain yang kalau dirayu luluh. Dia justru sangat jutek, jadi susah mendapatkannya,” katanya.
Bagi John, tipe perempuan macam Lady sangat setia. Ia takkan mudah tergoda dengan lelaki lain. Itu point penting. Akhirnya, keduanya menikah setelah melewati perjuangan panjang. John sangat menjaga Lady, begitupun Lady sebagai istri.

Pernikahan yang sudah berlangsung tiga tahun, semula tak ada masalah. Namun suatu ketika, John meminta istrinya untuk mengubah penampilan. Sebenarnya, John sangat ingin melihat istrinya berias. Tidak perlu saat keluar, cukup untuk dia saja. Namun begitu, Lady tak mau menuruti keinginnya. Ia ingin istrinya tampil anggun, tampil rapi.
“Dia bilang gak bisa dandan, padahal yang penting berias dan wangi. Mau bilang sejak dulu tapi selalu takut. Dan benar, ia memang tidak mau,” tuturnya.
Memang, hal itu bisa dibilang spele. Namun sangat penting. Ia juga sering diejek teman-temannya, karena istrinya yang tak pernah berhias. Saat ada acarapun ia hanya mengenakan pakaian seadanya dan dandan sebisanya.

“Paling tidak ya kalau kondangan dia pakai rok atau makeup biar tidak pucat. Diminta begitu, susahnya masyaAllah,” keluhnya.
Padahal, John sangat mau membelikan alat makeup ataupun baju yang anggun. Namun Lady selalu menolak, katanya lebih baik memenuhi kebutuhan pokok. John tahu istrinya pandai dalam manajemen keuangan, namun sesekali memanjakan diri kan tidak masalah. Daripada harus mencari kepuasan di luar kan malah repot.

Padahal kenyamanan satu sama lain, menjadi titik bisa langgengnya hubungan, termasuk dalam pernikahan. Namun Lady sudah mulai membuat John tidak nyaman. Akhirnya John menyerah. Baginya ini sudah kebangetan. Permintaan sepele saja tidak dituruti, apalagi jika ia meminta yang lain. Kesabaran John sangat diuji. Kebosanan John melihat penampilan istrinya, menjadikan Lady harus ikhlas menerima gugatan dari John. Sudah diberi kesempatan masih saja tak dimanfaatkan. Pernikahannya pun harus ambyar. (ifa/ida)





Tinggalkan Balasan