Istri Salah Pergaulan, Ditinggalkan Suami

223
ilustrasi
ilustrasi

RADARSEMARANG.ID Lady Sandi memang tomboi. Dandanan wanita 37 tahun ini nyaris seperti laki-laki. Tapi John Dori tetap jatuh cinta. Keduanya pun akhirnya menikah. Namun semakin lama, jiwa ‘kelaki-lakian’ Lady semakin parah. Lady sudah seperti pria. Tentu saja, hal itu menjadi gunjingan warga, termasuk keluarga John. Lama-lama John tidak tahan. Puncaknya, pria 38 tahun itu pun menceraikan istrinya tersebut.

John mengenal Lady sebagai teman satu organisasi saat kuliah. Waktu itu, ia berusaha dengan keras untuk mendekati Lady. Susahnya minta ampun. Semakin sulit didekati, semakin berkobar semangat John. Ia merasa tertantang. Perjuangan John tidak sia-sia. Ia berhasil memikat hati Lady setelah dua tahun melakukan pendekatan. “Dia memang tomboi, susah sekali didekati,” kata John kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Lady yang tidak manja menjadi point penting bagi John. Ia mandiri dan dewasa. Dalam menanggapi masalah, ia bersikap bijak dan menjadi penengah. Keduanya pun akhirnya menikah setahun setelah wisuda. Kini keduanya dikaruniai seorang anak perempuan. Nah, karena Lady tomboi. Ia pun kerap mendandani putrinya seperti laki-laki. Kebetulan ia ingin punya anak laki-laki, tapi berlum terwujud. Celana jins, kaos oblong, rambut pendek menjadi ciri khas Lady. Orangtuanya sempat tak setuju dengan hubungan John. Penginnya ia mendapatkan perempuan yang feminim. Selain sedap di pandang, dipastikan bisa mengurus rumah tangga dengan baik.

“Dulu waktu mau menikah sempat dilarang, karena dia tomboi,” imbuhnya.

Masalah demi masalah datang silih berganti. Ada saja tetangga yang menggosipkannya. Pun dari keluarga John. Salah satunya kebiasaan Lady merokok. Dulu Lady tak pernah menyentuh barang itu. Tapi sejak bekerja di salah satu perusahaan di Semarang, ia menjadi perokok. Sudah dilarang. Tapi Lady pandai berdalih. Dia beli rokok pakai uang sendiri.

Salah pergaulan itu yang dikatakan John berulang kali. Ia menyayangkan perilaku istrinya. Istrinya sudah kecanduan rokok. Sulit untuk menghentikan. Tentu itu tidak baik bagi kesehatan maupun moral. “Dari masalah itu, saya sering dimarahi orang rumah. Mertua juga. Dikira nggak bisa menjaga istri. Pikiran saya sering kacau,” katanya.

John berkali-kali mencoba menasihati Lady. Kadang diterima, tapi sering tidak. Sejak dinilai salah pergaulan, omongan Lady jadi kasar. Tidak patut didengar. Dampaknya ke anaknya. Karena terbiasa didandani laki-laki sejak kecil, sang anak ikut-ikutan menjadi tomboi. Hal ini menjadi omongan tetangga dan keluarga besar John. Lama-lama John sudah tak tahan. Putusannya bulat, bercerai. Keluarga ini pun ambyar. (ifa/aro)

Tinggalkan Balasan