Suami Kerja Disayang, Nganggur Ditendang

AMBYAR

208
ILUSTRASI
ILUSTRASI

RADARSEMARANG.ID, – Sebagai kepala rumah tangga, tugas seorang suami tentu mencari nafkah. Namun tidak bagi John Dori, 42. Sejak dipecat sebagai sopir di salah satu hotel di Semarang, ia enggan bekerja. Hal itu yang memicu sang istri, Lady Sandi, 38, menjadi galak.

“Mau makan apa coba kalau suami nganggur? Aku sih gak masalah dia kerja apa? Yang penting halal dan dapat duit,” kata Lady dengan nada tinggi.

Sifat John yang pendiam membuat Lady bertambah kesal. Karena saat ia marah-marah, John hanya diam. Untuk menutupi kesalahannya itu, biasanya pekerjaan rumah seperti mencuci, menyapu, dan memasak diambil alih John.

Gantian Lady yang bingung mencari uang. Bisnis online tas yang dijalani selama ini belum bisa menutup kebutuhan dan setoran kredit sepeda motor. Karena sudah kepepet, ia pun menjual barang awul-awul, seperti baju dan sepatu. Beruntung, barang-barang Lady banyak yang bermerek. Jadinya banyak yang minat. Memang, dirinya dulu terhitung sosialita. Tak heran jika koleksinya hampir semua branded.

“Aku dulu memang suka belanja, tapi sekarang semua aku jual yang branded-branded itu. Harga saya banting karena butuh uang,” ujarnya.

Niatnya menjual barang-barang itu juga sebagai sindiran halus kepada John yang masih belum tergerak untuk mencari pekerjaan. Alasannya, masih punya tabungan. Tapi alih-alih memiliki tabungan, Lady tak pernah diberi uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Saking jengkelnya, Lady sampai tidak memberi makan John. Baginya, ia tidak berhak menikmati makanan yang dimasak. “Aku jengkel kok, biar tahu rasa dia gak makan, tapi aku yakin dia pasti jajan di luar,” katanya.

Biasanya kalau sudah jengkel dengan suaminya, Lady melampiaskan ke anak-anaknya. Dua putranya memang terbilang bandel. Ditambah suntuk setiap kali melihat John hanya rebahan dan tidak menghasilkan uang. Lady menjadi cerewet dan sering banting-banting barang.

“Aku capek kalau seperti itu terus, daripada pusing mending pisah saja. Jelas aku bisa kerja, mengharapkan Mas John yang seperti itu bisa-bisa aku stres sendiri,” tuturnya.

Lady yang dulu malas-malasan kini menjadi ubet. Katanya ora ubet ora ngeliwet. Untuk menambah penghasilan, Lady menerima penitipan anak. Meskipun tak seberapa yang penting anaknya bisa makan dan bayar sekolah.

Raga John ada, namun Lady seperti tak memiliki suami. Terlebih posisi John yang numpang di rumah Lady. Hal itu semakin memperkuat keputusan Lady untuk menendang John. Ia tak lagi butuh suaminya, karena sudah tak bisa memberikan nafkah layaknya seorang suami. (ifa/aro)

Tinggalkan Balasan