Malu Istri Gendut, Pilih Balik ke Mantan

242

RADARSEMARANG.ID MENIKAH harusnya menerima segala kekurangan dan kelebihan pasangan masing-masing. Awalnya John memang begitu. Namun, lambat laun sikapnya justru berbalik 180 derajat. John tak bisa menerima keadaan istrinya yang kelebihan berat badan.

Padahal sebelum menikah, Lady berulang kali memastikan kepada John, apakah fisiknya yang kelebihan berat badan bisa diterima? John selalu menjawab, hal itu bukan masalah. “Bukankah yang terpenting hatinya? Dia selalu bilang begitu,” ujar pengacara Lady.

Kendati begitu, Lady berusaha menurunkan berat badannya. Bukan karena ingin terlihat langsing, namun untuk kesehatan juga. Selain itu, tetap bertekad membuat suaminya senang.
Sayangnya, John berubah pikiran, begitu terus menerus kena bully teman-teman dan tetangganya lantaran bentuk tubuh sang istri. Hingga akhirnya, John kerap merasa malu saat mengajak Lady ke acara kondangan atau arisan. Begitu pula saat ke toko baju, kerap kesulitan menemukan baju seukuran badan Lady. Terkadang ia harus menjahitkan pakaian agar muat dipakai.

Keharmonisan hubungan semakin terganggu dan mengubah pendirian John, ketika mulai dekat dengan mantan kekasih semasa SMA, Pretty. Pertemuan keduanya terjadi ketika menghadiri reuni SMA. Awalnya John hanya menganggap angin lalu karena ia sudah memiliki istri dan anak. Karena sering chatting lewat WhatsApp, keduanya semakin dekat. “Mbak Pretty diajak main ke rumah. Kalau cantik sih engga, tapi badannya bagus, good looking,” ujarnya.

Lady mengaku awalnya tidak menaruh curiga apapun karena ia sendiri senang suaminya bertemu dengan temannya, menambah saudara. Namun pikiran positif Lady meleset. Saat ada kesempatan datang, Pretty yang masih single merebut posisi Lady. Barangkali cinta mereka belum tuntas.

Ia menyadari betul suaminya mudah tergoda. Ia juga sangat yakin suaminya hanya khilaf. Tapi, ia salah. Ketenangannya selama ini terbalik. Ia kehilangan John dan tidak bisa membawanya kembali. Pilihan John untuk menceraikan Lady sudah bulat. Tak ada kompensasi lagi.

“Saya diceraikan ya pasrah. Tapi masalah anak, dia ga boleh bawa. Saya juga membatasi pertemuan mereka. Saya ga mau anak saya terkena pengaruh buruk bapaknya,” tuturnya. (ifa/ida)

Tinggalkan Balasan