Aksi Damai Forum Masyarakat Semarang Bersama Uighur

333

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Ratusan orang yang tergabung dalam Forum Masyarakat Semarang menggelar Aksi Damai pada Jumat (20/12).  Aksi Damai ini adalah bentuk ikhtiar untuk memberikan kepedulian dan menyuarakan dukungan kepada masyarakat etnis Uighur yang berada di Provinsi Xinjiang, China. Seperti informasi dan fakta yang diungkap berbagai media, bahwa etnis Uighur telah bertahun-tahun mengalami penindasan serta diskriminasi yang tidak adil dari pemerintah setempat.

Masa yang diperkirakan berjumlah 500 orang berbaris rapi memadati gerbang area kantor Gubernur Jawa Tengah. “Kita memang tidak bisa datang menemui mereka, kita tidak bisa menjabat tangan saudara seiman di Uighur, namun yakinlah saudara, inysa Allah doa kita semua tembus sampai langit! Doa kita disini akan menjadi energi terhebat bagai saudara teraniaya!,” pekik Hamas Rausyanfikr, sebagai salah satu orator dari Forum Masyarakat Semarang.

Ia kembali menambahkan, “Masalah Uighur adalah masalah kemanusiaan, kebebasan beragama mereka dirampas, akidah mereka direnggut! Bukankah Hak Asasi Uighur sudah dilanggar? Maka sudah sepantasnya pemerintah dan masyarakat dunia menindak tegas para pelakunya!,” imbuh Hamas.

Tragedi kemanusiaan di Uighur sebenarnya telah mencuat sejak tahun lalu, namun kembali menghangat kala Mesut Ozil membuat tulisan di media sosial Twitter yang menggemparkan jagat dunia maya. Pemain berdarah Turki itu menyampaikan, “Alquran dibakar. Masjid-masjid ditutup. Sekolah-sekolah Muslim dicekal. Cendekiawan agama dibunuh. Saudara-saudara dipaksai dikirim ke kamp konsentrasi,” cuitnya pada (13/12).

Riski Dananto, selaku Koordinator Lapangan Aksi Damai menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat memberikan kepedulian. “Alhamdulillah, masa yang turun ke jalan kooperatif dan tertib. Terimakasih kepada Kapolrestabes dan Kodim Kota Semarang yang telah membantu mengamankan serangkaian acara hingga selesai, kata Riski.”

Lanjutnya, pihak Forum Masyarakat Semarang senantiasa mengajak untuk bersama-sama peduli terhadap isu-isu kemanusiaan baik yang terjadi di Uighur dan berbagai negara lainnya.  “Kita harus percaya, barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah kita telah memelihara kehidupan manusia semuanya, karena nyawa tidak terbeli banyak maupun sedikit mereka harus dijaga,” terang Riski.

Dalam rangkaian acara aksi damai, terdapat orasi kebangsaan, dilanjutkan dengan tausyah oleh pemuka agama, kemudian diakhiri dengan doa bersama . Tercatat hadir setidaknya 30 lembaga yang mewakili berjalannya aksi damai. Perwakilan tersebut terdiri dari lembaga kemanusiaan, organisasi mahasiswa, ormas keagamaan, lembaga swadaya masyarakat dan majlis ta’lim dari berbagai daerah di Semarang. (act/web/ap)