Senin, 23 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Kebakaran Dipicu Lampu Minyak Tumpah

Selasa, 10 Jul 2018 14:02 | editor : Agus Purwahyudi

OLAH TKP: Petugas Inafis Polrestabes Semarang saat olah TKP di lokasi kebakaran dan di Jalan Bugangan Raya, Rejosari, Semarang.

OLAH TKP: Petugas Inafis Polrestabes Semarang saat olah TKP di lokasi kebakaran dan di Jalan Bugangan Raya, Rejosari, Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Penyebab kebakaran yang merenggut dua korban nyawa, ibu dan anak, di Jalan Bugangan Raya 25 Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, masih diselidiki pihak kepolisian. Dugaan sementara, penyebab kebakaran dipicu tumpahnya lampu minyak yang menyala setelah tersenggol salah satu penghuni rumah nahas tersebut.

Kemarin, sejumlah petugas Unit Inafis Polrestabes Semarang dan Unit Labfor Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang didampingi Polsek Semarang Timur mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas Labfor juga mengambil sejumlah barang bukti dan sampel berupa abu sisa kebakaran guna dilakukan uji laboratorium.

"Kami sudah lakukan olah TKP. Barang bukti ini kami kumpulkan untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium guna mengetahui penyebab kebakaran," ungkap Kasubbid Fisika dan Komputer Labfor Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang, AKBP Teguh Primono, saat memimpin olah TKP di lokasi kejadian, Senin (8/7).

Terkait titik api dan penyebabnya, Teguh belum berani membeberkan dengan alasan masih akan melakukan uji laboratorium terlebih dahulu. Menurutnya, kalau kebakaran ini potensi panasnya ada pada proses elektrik, proses mekanik, biocemis, dan cemis.

"Belum ada dugaan. Terlalu dini kalau menduga penyebabnya. Sementara ini masih berdasarkan barang bukti dan teknis saja yang nanti akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Hasilnya satu minggu sudah keluar," katanya.

Di sela olah TKP kemarin, salah satu penghuni rumah yang selamat Dorkas Puji Rahayu, 70, juga tampak di lokasi.

Menurut keterangan Puji, peristiwa itu bermula ketika ia sedang beraktivitas mengelem plastik menggunakan api dengan lampu minyak atau istilah bahasa jawanya sentir.

"Saya mau ngelasi plastik pakai sentir (lampu minyak) itu. Nah, saat saya nyari plastik, nyampluk sentir itu, kesenggol itu tumpah, jatuh pecah nyala," ungkapnya usai melihat olah TKP petugas di rumahnya kemarin.

Api yang tadinya kecil tersebut langsung membesar lantaran minyak yang tumpah menyambar berkakas yang mudah terbakar. Puji mengaku, telah berupaya memadamkan dengan menggunakan handuk untuk ditutupkan ke api tersebut.  "Saya tutup handuk tidak bisa, kemudian ambil handuk basah tahu tahu api sudah nyala besar.

Meski demikian, upaya tersebut tidak berhasil hingga akhirnya api semakin membesar dan terjadi kebakaran seisi rumahnya. Termasuk merenggut dua anak dan dan cucunya, yakni Linda Maria, 47,dan  Karlina Winata, 10, di ruang lantai dua. Hanya saja, Puji enggan membeberkan lebih jauh kejadian ini.

"Saya masih shock, masih pusing, tadi malam tidak bisa tidur. Saya juga sudah ceritakan semuanya dengan jujur kepada kepolisian," ujarnya.

Sedangkan informasi yang beredar, saat api membesar, Puji Rahayu sempat memanggil Linda untuk turun. Begitu melihat api, Linda berusaha menyelamatkan Dorkas. Namun ia teringat dengan anaknya, Karlina, yang masih di lantai dua. Linda kemudian naik lagi ke atas, tapi tidak juga terlihat keluar dari rumah hingga api melahap habis bangunan dan seisinya. 

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia