Rabu, 18 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Saatnya Jadi Agen Pembaharuan Polri

Selasa, 10 Jul 2018 13:20 | editor : Agus Purwahyudi

WISUDA AKPOL: Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian berbincang dengan taruna-taruni Akpol yang diwisuda, kemarin.

WISUDA AKPOL: Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian berbincang dengan taruna-taruni Akpol yang diwisuda, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang kembali meluluskan sebanyak 279 taruna dan taruni. Lulusan sarjana taruna Akpol ini diharapkan menjadi agen pembaharuan Polri.

"Lulusan sarjana terapan kepolisian ini tentu akan menambah barisan baru bagi Polri. Perwira dengan kemampuan intelektual karena mereka sarjana," kata  Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat memimpin upacara wisuda dan penutupan pendidikan Taruna Akpol Batalyon Prawirya angkatan ke-49 tahun 2008 di Akpol, Senin (8/7) kemarin.

Dikatakan, sebanyak 279 taruna dan taruni yang diwisuda ini merupakan Calon Perwira Remaja (Capaja) Polri yang terdiri atas pria 228 orang dan wanita 51 orang. Mereka menempuh pendidikan di Akpol selama 4 tahun dan menjadi Sarjana Terapan Kepolisian.

"Saya berharap dengan adanya perwira baru ini, mereka bisa menjadi agent of change atau agen pembaharuan dalam rangka perubahan kultur bagi anggota Polri," harapnya.

Menurutnya, dengan menjadi Perwira Sarjana, maka mereka akan menjadi agen pembaharu budaya Polri, budaya yang lebih mendekat, dan bersahabat, lebih melayani masyarakat dengan kemampuan intelektual mereka.

"Karena masih ada beberapa kultur yang belum pas dan kita perbaiki agar masyarakat bisa lebih merasa nyaman, mereka lebih bersabahat dan mengayomi masyarakat. Itu point pentingnya," katanya.

Sesuai rencana, 279 Capaja Polri juga akan mengikuti kegiatan di Jakarta melaksanakan Praspa (Prasetya Perwira) dan Pelantikan sebagai perwira pertama TNI Polri di Istana Negara dan empat angkatan di antaranya dari Akmil, AAL, AAU dan Akpol, pada 19 Juli 2018.

Pada kesempatan tersebut, Tito juga menyampaikan terkait persiapan pengamanan pelaksanaan Asian Games 2018. Pada kegiatan Asian Games, pihaknya mengaku terus melakukan koordinasi, termasuk penciptaan kondisi bagi pelaku-pelaku kejahatan konvensional hingga terorisme.

"Kita lakukan operasi-operasi penangkapan, sampai saat ini kurang lebih 240 yang diduga jaringan terorisme kita tangkap," tegasnya.

Terkait kasus-kasus konvensional, seperti begal, Tito menegaskan telah intensif memerintahkan kepada jajaran Polda Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Banten dan Metro Jaya, meningkatkan pengamanan termasuk tetap menjaga situasi Pilkada.

"Itu kita genjot terus semuanya, saya minta kepada seluruh kapolda tegas. Saya yakin untuk Asian Games kita cukup confiden bahwa kita bisa mengamankan itu," katanya. 

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia