Rabu, 18 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Sosok

Keluar Kerja, Sukses Usaha Lampion

Senin, 09 Jul 2018 18:49 | editor : Agus Purwahyudi

Alvionika Dela Sulistyowati

Alvionika Dela Sulistyowati (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID - RASA bingung karena tidak memiliki penghasilan, justru memancing kreativitas Alvionika Dela Sulistyowati. Sejak keluar dari pekerjaannya di salah satu klinik kecantikan tahun lalu, perempuan berjuluk Dela ini mampu membuka usaha pembuatan lampion karakter. Ia membuatnya sendiri.

Tidak pernah belajar melalui tutorial. YouTube pun belum pernah ia tanyai mengenai cara membuat lampion dengan berbagai bentuk ini. Ia mengaku hanya coba-coba alias trial and error. Meski demikian, ia mampu membuat lampion dengan hasil yang cukup memuaskan.

”Awalnya pakai benang wol, tapi cahayanya nggak bisa keluar. Akhirnya pakai benang jahit. Empat benang jahit saya lilitkan bersamaan pada balon,” ujar perempuan dengan senyum manis ini.

Tak tanggung-tanggung, perempuan kelahiran 4 Desember, 23 tahun silam ini merangkai sendiri sistem kelistrikannya. Hal ini pula yang membuat kedua orang tuanya geleng-geleng kepala karena bingung atas kemampuan anaknya ini. ”Aku rasa nggak terlalu sulit sih ya. Pembuatan sih nggak ada kendala, hanya saja kita harus kejar-kejaran sama cuaca. Jangan sampai belum kering, balonnya sudah pecah,” ucap penyuka traveling ini sembari terkekeh.

Terhitung, sudah sangat banyak karakter yang dituangkan dalam karya lampionnya. Beberapa yang pernah ia buat di antaranya ada Hellokitty, Nemo, Minion, Winnie the Pooh, Teddy Bear, Bee, Owl, manusia salju dan masih banyak lagi. Ia memasarkan hasil karya ini melalui akun Instagramnya. Karena lewat online, ia bahkan sudah mengirim pesanan lampion karakter hingga ke Kalimantan dan Aceh.

Dari usahanya ini, Dela sempat merasakan omzet bersih dalam sebulan yang cukup lumayan. Ditambah dari beberapa usaha lain yang ia jalankan yakni buket bunga dan paper flower.

Dalam menjalankan usaha-usahanya, Dela memang tidak pernah berhenti untuk mencoba hal-hal baru. Saat ini, ia pun telah mencoba membuat lulur kopi berbahan alami dengan hasil yang dirasa cukup bagus. Untuk yang ini, ilmunya ia dapat dari tempat kerjanya dahulu. ”Pokoknya jangan pernah takut untuk mencoba. Karena gagal setelah mencoba lebih baik daripada gagal tanpa mencoba sama sekali,” kata penggila nasi goreng ini.

Bukan hanya untuk dirinya sendiri. Ke depan, ia terobsesi untuk bisa merangkul ibu-ibu di tempat ia tinggal untuk dapat berkarya bersama-sama. Ia sangat ingin berbagi penghasilan kepada ibu-ibu yang ada di sekitarnya.

”Pengennya sih gitu. Kami bareng-bareng membuat lampion. Ibu-ibu yang membuat rangkanya, nanti karakternya saya yang lanjutin. Semoga banyak pesanan biar keinginan ini tercapai,” harapnya. 

(sm/cr4/ida/ap/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia