Senin, 23 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Sepakbola

Liga I Pupus, PSIS Kalah Kelas!

Senin, 23 Apr 2018 16:20 | editor : Ida Nor Layla

Penyerang PSIS Semarang, Bruno Silva (biru) ditempel ketat gelandang Persija, Rohit Chand, kemarin.

TAK BERKUTIK : Penyerang PSIS Semarang, Bruno Silva (biru) ditempel ketat gelandang Persija, Rohit Chand, kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, BANTUL-Ambisi tim PSIS Semarang untuk mengamankan tiga poin kandang dalam lanjutan Liga 1 pupus sudah. Tim berjuluk Mahesa Jenar ini harus menyerah 1-4 atas tamu mereka Persija Jakarta dalam laga yang digelar di Stadion Sultan Agung Bantul.

Atas hasil tersebut, Mahesa Jenar harus puas bertengger di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan mengantongi 5 poin, hasil dari dua kali seri, dua kali kalah dan sekali kemenangan.

Empat gol tim berjuluk Macan Kemayoran masing-masing dicetak oleh Jaimerson da Silva (69'), gol bunuh diri Safrudin Tahar (81'), Marko Simic (84') dan Ramdani Lestaluhu (91'). Gol pelipur lara Mahesa Jenar dicetak oleh Melcior Leideker Majefat di masa injury time menit ke-92.

Di babak pertama pertandingan sebenarnya berjalan cukup ketat. Bahkan Mahesa Jenar mampu mendikte permainan Persija hingga mampu menguasai jalannya laga. Sejumlah peuang mampu diciptakan dari kaki Hari Nur Yulianto maupun Komarudin meski skor imbang 0-0 belum berubah hingga akhir babak pertama.

Di babak kedua, juru taktik Persija Stefano 'Teco' Cigurra langsung mengubah komposisi. Pelatih asal Brasil itu langsung menginstruksikan timnya untuk tampil menyerang dengan menurunkan dua penyerang sekaligus, yakni Ramdani Lestaluhu dan Adison Alves yang menggantikan dua pemain bertahan Markus Kabiay dan Fitra Ridwan.

Strategi Teco terbukti jitu. Masuknya Ramdani dan Addison membuat Persija menurunkan empat penyerang sekaligus dengan skema 4-2-4 mengingat di lapangan masih ada Rico Simanjuntak dan Marko Simic sehingga mampu menguasai pertandingan.

"Terus terang saya juga sedikit emosional mengubah taktik ketika kami ketinggalan 2-0, saya memainkan tiga pemain belakang dan menambah pemain depan. Hal itu justru membuat pertahanan kami semakin menurun," beber head coach PSIS, Vincenzo Alberto Annese.

Absennya center bek Petar Planic juga cukup mereduksi kekuatan pertahanan PSIS. Duet bek tengah Haudi Abdillah dan Rio Saputro di babak kedua tak mampu meredam kecepatan-kecepatan penyerang Persija.

"Semua kesalahan saya. Saya terlalu percaya dengan pemain saya, namun kenyataannya di lapangan lain. Babak kedua pressing kami tidak berjalan baik," sambung pelatih asal Italia itu.

Juru ramu Persija, Stefano Cugurra Teco, menyebut, kedisiplinan lini belakang menjadi kunci kemenangan timnya. Terutama di babak pertama ketika tuan rumah mampu mendominasi pertandingan.

''Saya katakan pada pemain, jika pertahanan bagus pasti saat giliran menyerang akan berbuah gol. Itu berhasil dijalankan anak-anak,'' ungkap Teco usai pertandingan.

Dua gol awal melalui Jaimerson dan Rico membuat mental pemain semakin terangkat. ''Jelas gol itu semakin menambah rasa percaya diri pemain untuk menekan. Namun kami kecolongan satu gol karena lengah setelah unggul empat gol,'' katanya.

Setelah kalah atas Persija, Mahesa Jenar akan melakoni laga tandang versus Perseru Serui Minggu (29/4)."Kami punya waktu sepekan untuk memperbaiki diri. Yang jelas, sisa waktu akan kami gunakan sebaik mungkin untuk memperbaiki diri," sambung General Manajer (GM) PSIS, Wahyu 'Liluk' Winarto.

(sm/bas/ida/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia