Senin, 23 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal

Jajal Ilmu Kekebalan, Tewas di Tangan Teman

Selasa, 17 Apr 2018 14:37 | editor : Baskoro Septiadi

OLAH TKP: Tim Inafis Polrestabes Semarang saat melakukan olah TKP.

OLAH TKP: Tim Inafis Polrestabes Semarang saat melakukan olah TKP. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID - Sadikin Uma Sangaji, 35, ditemukan tewas dibunuh di kamar kosnya Jalan Untung Suropati No 76 A Kav 52, Ngaliyan, Minggu (15/4/2018) sekitar pukul 09.00. Pria asal Desa Waina RT 008 RW 004, Kecamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku ini menemui ajal setelah ditusuk senjata tajam oleh temannya usai pesta minuman keras (miras). Diduga korban minta ditusuk senjata tajam untuk menguji kekebalan tubuhnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, korban kali pertama ditemukan Zufri Al Mustafa, 21, sesama penghuni kos tersebut. Bermula saat Zufri bangun tidur, dan kemudian masuk ke dalam kamar korban untuk mengambil barang miliknya yang dipinjam korban malam sebelum ditemukan tewas. 

Saat di dalam kamar itu, Zufri melihat korban dalam kondisi sudah tidak bernafas. Selain itu, di bagian dada korban terdapat luka tusuk senjata tajam. Melihat itu, Zufri bergegas keluar kamar dan langsung memberi tahu teman-temannya, di antaranya Murlipaw, 20, dan Sulfikar Sangaji, yang masih kerabat korban. 

Selanjutnya, kejadian itu dilaporkan Polsek Ngaliyan diteruskan ke Unit Inafis Polrestabes Semarang. Tak berselang lama, sejumlah petugas dan Tim Inafis tiba di lokasi kejadian, dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Tak butuh waktu lama, pelaku pembunuhan akhirnya berhasil diungkap. Ini setelah pelaku yang diketahui bernama Hamsir, 25, asal dari daerah yang sama dengan korban,  menyerahkan diri ke Mapolsek Semarang Barat. Selanjutnya,  pelaku diserahkan ke Polsek Ngaliyan untuk proses hukum lebih lanjut. 

Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol H Baihaqi, menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan tersebut. Sedangkan motif pembunuhan diawali saat korban dan pelaku menenggak miras di dalam kamar korban.

"Dari pengakuannya (pelaku), sebelumnya mereka minum (miras) bersama, kemudian pelaku disuruh (korban) menusukkan pisau ke tubuh korban dengan alasan untuk menjajal (mencoba) ilmu kekebalan tubuh," kata Baihaqi saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Senin (16/4). 

Kapolsek Ngaliyan Kompol Donny Eko Listianto mengakui, korban meninggal akibat dibunuh, dan pelakunya sudah menyerahkan diri. Saat ini, pelaku masih ditahan di Mapolsek Ngaliyan."Ada luka tusuk di dada. Satu luka tusukan saja. Ini kita masih di TKP mencari barang buktinya," ungkapnya.

Meskipun demikian, Donny belum bersedia memberikan penjelasan secara detail terkait kasus ini. Menurutnya, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.  “Motifnya belum tahu, nanti kita masih kembangkan. Ini (pelakunya) sendirian atau masih ada temannya," katanya.

(sm/mha/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia