Senin, 23 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Sepakbola

Misi Jinakkan Juara Bertahan

Senin, 09 Apr 2018 20:56 | editor : Ida Nor Layla

PERKUAT PERTAHANAN : Tim PSIS lakoni menu uji coba lawan kontestan Liga 3, yaitu BJL 2000 dengan skor akhir 4-1 dalam rangka menghadapi Bhayangkara FC

SENGIT: Fullback PSIS Frendi Saputra (kanan) berduel sengit lawan pemain belakang Bhayangkara FC, Ilsan Sanda di ajang Piala Presiden 2018 lalu. Keduanya akan kembali bertemu dalam matchday ketiga Liga 1 2018. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Laga berat akan kembali dilakoni tim PSIS Semarang di matchday ketiga ajang Liga 1 2018. Tim berjuluk Mahesa Jenar akan bertemu dengan Bhayangkara FC di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, (7/4/2018).

Pertandingan tersebut bakal menjadi salah satu laga berat bagi PSIS mengingat musim lalu Bhayangkara adalah jawara kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. Selain itu, tim besutan coach Simon McMenemy itu tengah dalam tren positif.

Hargianto dkk berhasil meraih empat poin dari dua laga sebelumnya, yakni lawan Persija (0-0) dan menang 2-1 atas tuan rumah PSMS. Sedangkan PSIS mencatatkan sekali kalah, yakni lawan PSM Makassar (2-0) dan sekali seri lawan Bali United (0-0).

“Lawan Bhayangkara bukan pertandingan yang mudah bagi kami. Namun saat ini grafik permainan kami terus meningkat dan mudah-mudahan bisa meraih hasil maksimal lawan Bhayangkara,” kata General Manajer (GM) PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto.

Menghadapi Bhayangkara FC, head coach Vincenzo Alberto Annese tengah menyiapkan tim usai melakoni matchday kedua lawan Bali United kemarin. Bahkan pelatih asal Italia itu sempat memberikan menu uji coba lawan kontestan Liga 3, yaitu BJL 2000 dengan skor akhir 4-1 untuk kemenangan Mahesa Jenar.

Dalam persiapannya, Vincenzo menyiapkan beberapa alternatif komposisi pemain. Terutama di lini tengah. Pelatih berlisensi UEFA Pro itu menyiapkan Ruud Gullid di pos breaker berdampingan dengan Ibrahim Conteh. Pos breaker tersebut selama ini diisi oleh M Yunus atau Hapit Ibrahim.

Di dua pertandingan ini, peran gelandang box to box PSIS memang menjadi salah satu sorotan. Tiga pemain yang ada, yakni Ibrahim Conteh, M Yunus, dan Hapit Ibrahim belum mampu tampil konsisten menjaga keseimbangan lini tengah.

Pos lain yang tengah menjadi perhatian Vincenzo adalah pos flank. Mahesa Jenar memiliki sejumlah pemain, seperti Hari Nur Yulianto, Komarudin, Bayu Nugroho maupun Gustur Cahyo yang selalu menjadi pilihan di pos tersebut.

“Kami terus bekerja keras menyiapkan tim selama sepekan ini. Dan setidaknya saat ini saya semakin tahu kualitas masing-masing pemain dan posisi terbaik mereka di dalam tim,” kata Vincenzo.

Pelatih 33 tahun ini mengaku belum puas dengan penyelesaian akhir Haudi Abdillah dkk. Maklum saja, PSIS belum berhasil mencetak gol dalam dua pertandingan terakhir. Padahal sejumlah peluang berhasil diciptakan Mahesa Jenar. “Lini serang masih terus kami poles. Di satu sisi cara bertahan kami sudah menunjukkan perkembangan positif,” paparnya.

Untuk pos tukang gedor, Vincenzo mengaku masih cukup yakin dengan performa bomber asal Brasil, Bruno Silva. ”Bruno bisa saja bermain melebar atau di tengah. Dari pertandingan ini saya sudah menemukan kombinasi terbaik di lini serang,” lanjutnya.

Di kubu tuan ruamh, Bhayangkara FC juga tak mau melepas begitu saja poin kandang sore ini. Simon McMenemy, pelatih tim berjuluk The Guardian itu tetap mewaspadai kejutan dari PSIS Semarang. Sebab, komposisi PSIS sudah jauh beda saat kedua tim bertemu di babak penyisihan grup E Piala Presiden 2018 (20/1) di mana Bhayangkara FC berhasil unggul atas PSIS 1-0.

”Setiap pertandingan itu targetnya selalu menang. Mau kandang atau tandang, siapapun lawannya harus menang,” ujar pelatih asal Britania Raya ini. 

(sm/bas/ida/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia