Senin, 23 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Sepakbola

PSIS Ditahan Imbang Bali United

Selasa, 03 Apr 2018 16:01 | editor : Baskoro Septiadi

HANYA SERI: Striker PSIS Bruno Silva dikawal ketat sejumlah pemain Bali United dalam laga di Stadion Moch Soebroto Magelang, kemarin.

HANYA SERI: Striker PSIS Bruno Silva dikawal ketat sejumlah pemain Bali United dalam laga di Stadion Moch Soebroto Magelang, kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID - PSIS kembali gagal meraih hasil positif dalam matchday kedua  menjamu Bali United di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Minggu (1/4/2018) sore kemarin. Haudi Abdillah dkk harus puas bermain imbang 0-0. Mahesa Jenar sebenarnya mengawali laga tersebut dengan cukup percaya diri. Head coach Vincenzo Alberto Annese tidak banyak melakukan perubahan komposisi. Hanya saja pelatih asal Italia itu sedikit mengubah pakem PSIS dari 4-2-3-1 menjadi 4-3-3. Trio breaker Ibrahim Conteh, M Yunus dan Hapit Ibrahim diinstruksikan tampil sejajar di tengah. Sedangkan trio Komarudin, Hari Nur Yulianto, dan Bruno Silva diberi tugas membombardir pertahanan Bali United.

Namun tim tamu juga tidak tinggal diam. Coach Widodo Cahyono Putro menurunkan skuad terbaiknya di Magelang. Bahkan lini tengah dan depan tim berjuluk Serdadu Tridatu yang banyak dihuni pemain bintang, seperti Stefano Lilipaly, Irfan Bachdim, Nick Van Der Velden, dan Ilija Spasojevic ini mampu membuat repot pertahanan PSIS.

Beruntung kuartet lini pertahanan PSIS, yakni Gilang Ginarsa, Petar  Planic, Haudi Abdillah dan Frendi Saputra tampil disiplin, sehingga babak pertama kedua tim bermain imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, Bali United tidak langsung melakukan perubahan. Hanya saja, skuad Serdadu Tridatu mencoba untuk langsung menekan dengan memanfaatkan kecepatan pemain sayap.

Sementara Mahesa Jenar yang hanya mengandalkan counter attack untuk menekan Bali mulai memainkan sejumlah tenaga segar. Bayu Nugroho, Melcior Leideker Majefat dan Akhlidin Irailov dimasukkan coach Vincenzo di paruh babak kedua. Hasilnya, cukup lumayan. Tercatat tiga peluang emas mampu diciptakan Mahesa Jenar meski harus mentah di tangan kiper Wawan Hendrawan.

Serdadu Tridatu juga buka tanpa peluang, di babak kedua Fadil Sausu dkk tampil lebih agresif. Bahkan tim tamu nyaris unggul dua gol andai saja gol Spasojevic dan Nick Van Der Velden tidak dianulir wasit Novari Ikhsan karena dianggap lebih dulu terjebak posisi offside.

Hingga babak kedua usai, kedua tim harus puas bermain imbang 0-0. Atas raihan satu poin dari dua laga, PSIS masih terbenam di peringkat 16 klasemen sementara Liga 1. Di matchday ketiga, PSIS akan melawat ke kandang Bhayangkara FC Minggu (7/4/2018).

Widodo Cahyono Putro mengapresiasi kerja timnya di kandang PSIS. Menurutnya, Bali United seharusnya bisa membawa pulang tiga poin ke Bali. "Kami banyak menciptakan peluang, namun gagal dikonversikan menjadi gol. Tapi ya begitulah sepak bola, kadang kita menguasai pertandingan, tapi gagal mencetak gol," katanya.

Di kubu tuan tuan rumah, Vincenzo mengakui lini tengah Bali United cukup garang dalam laga kemarin."Kami juga tampil cukup baik dengan menurunkan tiga striker. Kalau kami hanya menurunkan satu striker, kami pasti kalah dalam strategi. Karena lini tengah mereka cukup kuat," ujarnya.

Dalam laga kemarin, hadir Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, yang langsung memberikan motivasi kepada para pemain PSIS. "Harusnya kita bisa mencetak gol, tapi tidak apa-apa pertandingan seimbang, saya senang,” ujar wali kota yang akrab disapa Hendi ini kepada para pemain PSIS ketika turun minum. 

Tak hanya mengapresiasi, di hadapan para pemain PSIS di ruang ganti, Hendi juga memompa semangat para pemain dengan menyinggung terkait bonus yang sudah disiapkan untuk setiap goal yang tercipta. "Kalau cetak gol, kita siapkan bonus," tegasnya yang disambut tepuk tangan riuh para pemain dan pelatih PSIS.

Hendi tiba di Stadion Moch Soebroto sekitar pukul 14.45  bersama putranya, Arya Nardhana Syariendrar. Ia terlihat mengantre untuk membeli tiket sebelum memasuki stadion. Sepanjang pertandingan, dirinya pun tampak antusias mengamati permainan PSIS dari tribun penonton. Tak jarang, sesekali dirinya beranjak dari tempat duduknya ketika terjadi kemelut di gawang.

Seusai pertandingan, Hendi mengaku cukup puas dengan permainan PSIS Semarang. "Kemarin kita kalah dengan PSM, hari ini (kemarin) kita bisa menahan imbang Bali United, walaupun mestinya kita bisa menang, tapi ini berbeda dengan liga 2, jadi apapun itu saya rasa raihan sekarang adalah yang terbaik," ujar Hendi.

(sm/bas/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia