Senin, 23 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Mayat Perempuan, Terjepit Ranting, Wajah Rusak

Diduga Terbawa Arus Sungai Trangkil

Senin, 19 Mar 2018 19:04 | editor : Ida Nor Layla

Mayat perempuan tanpa identitas dievakuasi petugas ke mobil ambulan dan selanjutnya dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang.

DIEVAKUASI : Mayat perempuan tanpa identitas dievakuasi petugas ke mobil ambulan dan selanjutnya dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang. (MUHAMMAD HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Warga sekitar Hutan Lindung Tinjomoyo digegerkan temuan mayat tanpa identitas di tepi Sungai Trangkil Kecamatan Gunungpati, Sabtu (17/3/2018) sekitar pukul 15.30. Belum diketahui penyebabnya, mayat yang diduga perempuan tersebut dalam kondisi wajah sudah rusak dan membusuk.

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, mayat kali pertama ditemukan oleh dua orang, yakni Adi Susilo, 35, dan Wahyu, warga Karangrejo Kelurahan Tinjomoyo Gunungpati yang sedang berjalan menyisir sungai untuk mencarin ikan. Tanpa sengaja, keduanya mencium bau menyengat tak sedap.

Keduanyapun lantas berinsiatif mencari sumber bau tersebut. Setelah dilihat, ternyata tubuh manusia tersangkut dan terjepit ranting-ranting pohon di tepi sungai. Mayat tersebut dalam kondisi telentang tanpa busana dan kepala sudah tidak bisa dikenali, karena bagian wajah tinggal tengkorak.

Atas temuan itu, Adi dan Wahyu langsung lari keluar dari sungai dan mencari bantuan pada pengurus objek wisata hutan Tenjomoyo. Temuan tersebut langsung disampaikan ke Polsek Gunungpati dan diteruskan ke Inafis Polrestabes Semarang.

Sedangkan lokasi penemuan tersebut berada jauh dari pemukiman penduduk. Akses menuju lokasi juga curam naik turun dengan kondisi sangat sepi. “Sudah membusuk, wajahnya rusak, hampir tinggal tengkorak. Diperkirakan sudah lebih dari 3 hari. Menyengat sekali baunya,” ungkap petugas SAR, Agung di lokasi penemuan, Sabtu (17/3/2018).

Wakasatreskrim Polrestabes Semarang, AKP Galih Wisnu Pradipta menyatakan masih melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat tersebut. Saat ini, jenazah sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang guna dilakukan visum awal dan otopsi.

“Jenis kelamin perempuan. Tapi kami belum mengetahui identitas yang bersangkutan. Pada saat ditemukan, sudah hancur. Dimungkinkan terbawa hanyut arus sungai, sudah lebih dari satu hari,” bebernya.

Terkait adanya bekas tanda kekerasan atau penganiayaan, Galih juga belum bisa menjelaskan. Namun demikian, pihaknya akan melakukan penyelidikan dengan pengecekan kembali di lokasi penemuan. Menurutnya, medan lokasi penemuan sangat curam dan proses evakuasi sangat sulit karena posisi di tengah hutan dan waktu evakuasi sudah gelap.

“Setelah kami melakukan evakuasi mayat, nanti akan menyisir kembali. Belum diketahui ada luka-luka. Kami terkendala medan yang cukup curam dan kondisi hujan, jadi membutuhkan tenaga esktra. Tadi dibantu petugas Basasrnas, SAR dan PMI,” terangnya.

Sementara, Kapolsek Gunungpati, Kompol Budi Abdai menambahkan pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait temuan tersebut. Dugaan sementara, mayat perempuan tersebut meninggal karena hanyut terseret arus sungai. “Usianya sekitaran 30-an. Diperkirakan orang tersebut hanyut terbawa arus pada waktu hujan,” ujarnya.

(sm/mha/ida/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia