Jumat, 20 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Kuliner

Makanan Zaman Old di Festival Makanan Djadoel

Jumat, 16 Mar 2018 17:54 | editor : Pratono

KULINER ISTIMEWA : Berbagai makanan khas zaman dahulu akan tersaji dalam Festival Makanan Djadoel pada 23-25 Maret 2018 mendatang.

KULINER ISTIMEWA : Berbagai makanan khas zaman dahulu akan tersaji dalam Festival Makanan Djadoel pada 23-25 Maret 2018 mendatang. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID—Festival kuliner terbesar hadir di Kabupaten Magelang. Mengangkat tema Legendary and Culture, Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang menggelar Festival Makanan Djadoel pada 23-25 Maret 2018 mendatang.

Tiwul manis

Tiwul manis (Istimewa)

Dalam Festival Makanan Djadoel, terdapat puluhan stan makanan zaman dahulu yang tentunya mengajak para pengunjung hanyut dalam nostalgia. Berbagai sajian hidangan dalam festival tersebut diantaranya Sego Jagung, Sego Ingkung, Sego Megono, Blendrang, Jemunak, Jenangan hingga minuman Wadang Uwuh dan lain sebagainya.

"Kita ingin mengajak masyarakat untuk bernostalgia dengan masakan-masakan khas nenek moyang yang merupakan bagian dari kekayaan Indonesia di festival ini," kata Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Iwan Sutiarso.

Festival akan digelar pada tanggal 23-25 Maret nanti. Berlangsung mulai pagi hingga malam. Untuk menyemarakkan festival, para pengunjung bakal dimanjakan berbagai keseruan lomba dan hiburan. Seperti Lomba Senam Tobelo, Jalan Sehat, Lomba Masak Tradisional, Lomba Fashion Show Daur Ulang dan kesenian tradisional. Artis musisi Jogja yang tengah naik daun, Nufi Wardhana juga akan tampil membius ribuan pengunjung dengan musik akustiknya.

Diyakini Iwan Sutiarso, melalui Festival Makanan Djadoel akan mampu memperkenalkan dan meningkatkan potensi kuliner Magelangan. Selain itu, event tersebut menjadi wadah pegiat seni dan budaya serta komunitas anak muda dalam berkarya. ”Festival ini digelar juga dalam rangka memeriahkan HUT Kota Mungkid ke-34,” tutur Iwan.

Dia berharap, festival ini mampu menggaet wisatawan luar daerah terutama pecinta kuliner. Ia optimistis mampu menyedot 10 ribu pengunjung selama event berlangsung. ”Kita harapkan ini menjadi event kalender tahunan karena meningkatkan roda perekonomian pegiat kuliner,” jelasnya.

(sm/vie/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia