Jumat, 20 Jul 2018
radarsemarang
icon featured
Ekonomi

Start Up Sebaiknya Dirangkul

Kamis, 15 Mar 2018 19:50 | editor : Pratono

KOMPAK: Peserta Forum Pertemuan ke-28 BUMN Marketeers Club di aula Borobudur lantai 8 Gedung Telkom Regonal IV Jateng-DIJ di Jalan Pahlawan, Rabu (14/3), berfoto bersama usai kegiatan.

KOMPAK: Peserta Forum Pertemuan ke-28 BUMN Marketeers Club di aula Borobudur lantai 8 Gedung Telkom Regonal IV Jateng-DIJ di Jalan Pahlawan, Rabu (14/3), berfoto bersama usai kegiatan. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID - Munculnya banyak start up dengan pelaku bisnis anak-anak muda, sebaiknya jangan dipandang sebagai ancaman maupun musuh. Sebaliknya, start up perlu dirangkul untuk menjadi mitra bisnis.

Hal itu disampaikan oleh Executive Vice President PT Telkom Regional IV Jawa Tengah-DIJ, Joko Raharjo, pada Pertemuan ke-28 BUMN Marketeers Club di aula Borobudur lantai 8 Gedung Telkom Jalan Pahlawan, Rabu (14/3/2018). Pertemuan yang dihadiri para petinggi BUMN dan BUMD di Kota Semarang itu diselenggarakan oleh Telkom Regional IV Jateng-DIJ bekerja sama dengan Markplus, dan di-support oleh Jawa Pos Radar Semarang.

Joko yang tampil casual menyampaikan, saat ini dunia bisnis dikuasai anak-anak muda yang kreatif dan inovatif, memanfaatkan teknologi digital. Untuk itu, generasi zaman old, sebaiknya tidak perlu merasa serba tahu. “Justru pengetahuan anak-anak zaman now ini yang kadang lebih maju dari generasi zaman old.”

Karena itu, secara bergurau, Joko menyampaikan, kalau ada pepatah Jawa Kebo Nyusu Gudel, itulah fenomena yang terjadi saat ini. “Di Telkom kami rangkul start up-start up, kami adopt, lantas dibuatkan perusahaan untuk memperkuat lini bisnis kami sebagai anak perusahaan.”

Untuk itu, kata Joko, perlunya BUMN lebih intens bersinergi, bahu-membahu, saling dukung, untuk kemajuan bisnis BUMN. “BUMN harus dukung dan support Kantor Pos, agar jangan sampai kalah dengan e-commerce yang baru bermunculan. Untuk itu, pengiriman logistik BUMN sebaiknya memanfaatkan jasa Kantor Pos. Biar uangnya tidak ke mana-mana, tapi tetap ke BUMN,” kata Joko yang juga bertindak selaku Ketua Forum Komunikasi BUMN Jawa Tengah.

Pria yang oleh karyawannya intim disapa Bang Jra ini menuturkan, sebaiknya BUMN tidak terpaku pada analisa pakar yang memprediksi pertumbuhan bisnis 2018 sebesar 5,8 persen. “Sebaliknya, kita harus percaya diri, bahwa kita bisa lebih besar pertumbuhannya dari analisa itu. Sinergi harus diperkuat dan BUMN pasti bisa,” kata Joko, menyemangati peserta pertemuan. Kegiatan yang diawali dengan sarapan Soto Semarang mulai pukul 07.00, diakhiri dengan sesi foto bersama, pukul 09.30 WIB.

(sm/ton/ton/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia